Oleh
15 days ago

Detail Artikel NetApp Berada di Posisi Terdepan untuk Mendapatkan Peluang Transformasi Digital dengan Kepemimpinan di Bidang Layanan Data Hybrid Cloud

NetApp Berada di Posisi Terdepan untuk Mendapatkan Peluang Transformasi Digital dengan Kepemimpinan di Bidang Layanan Data Hybrid Cloud

Lebih dari dua pertiga CEO dari 2000 organisasi global terbesar telah mengidentifikasi transformasi digital sebagai inti dari strategi pertumbuhan dan profitabilitas mereka(1) di masa depan. Untuk bertransformasi dengan sukses, para pemimpin bisnis menyadari kebutuhan akan cara baru untuk memanfaatkan aset mereka yang paling berharga, yaitu data mereka.

Menjadi data-sentris bukanlah pekerjaan yang mudah. Ini membutuhkan pendekatan baru pada komputasi karena saat ini data sudah menjadi lebih terdistribusi, dinamis, dan beragam. Pelanggan juga menghadapi tantangan integrasi data saat mereka mengadopsi model hybrid dan multi-cloud untuk keuletan data, skala, dan pengendalian biaya yang lebih baik. IDC telah merilis sebuah laporan baru, “Worldwide Data Services for Hybrid Cloud Taxonomy, 2017” yang mencerminkan peluang bisnis dan persyaratan TI bagi perusahaan untuk memaksimalkan nilai tambah data dalam dunia hybrid cloud.

NetApp (NASDAQ: NTAP) telah memperkenalkan era pengelolaan data yang sederhana saat NetApp didirikan 25 tahun yang lalu. Hari ini, NetApp memungkinkan organisasi untuk memaksimalkan nilai tambah data untuk keunggulan kompetitif. NetApp dianggap sebagai pemain kunci, menurut IDC, karena memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan data hybrid cloud. Secara khusus, IDC merujuk kepada strategi Data Fabric dari NetApp, yang menyediakan layanan secara konsisten dan terpadu untuk memberikan visibilitas dan wawasan data, akses berikut kontrol data, serta perlindungan dan keamanan data.

“Organisasi digital yang sukses memanfaatkan wawasan dari data untuk memberikan nilai layanan personal, mengoptimalkan pengalaman pelanggan, mengeksplorasi peluang baru dan mengurangi biaya bisnis secara keseluruhan,” kata Lara DuBois, group vice president, Enterprise Storage, Servers and Infrastructure Software, di IDC. “Penyebaran hybrid/multi-cloud menjadi norma baru bagi organisasi yang ingin memanfaatkan potensi data, namun pendekatan silo untuk pengembangan membatasi efektivitas dan memperlambat transformasi digital. Yang dibutuhkan adalah solusi layanan data hybrid cloud komprehensif yang memberikan berbagai kemampuan, termasuk proteksi data, keamanan, kepatuhan, integrasi, orkestrasi, dan optimalisasi lokasi data yang mencakup data terstruktur dan tidak terstruktur, on-premise dan cloud. NetApp, dengan pendekatan Data Fabric-nya, sudah berinovasi dalam kategori ini dan melakukan investasi dalam layanan hybrid cloud untuk menarik pelanggan baru merujuk kepada visinya yaitu masa depan yang digerakkan oleh data.”

“Data adalah sumber kehidupan setiap organisasi, dan para pemimpin saat ini berada di bawah tekanan luar biasa untuk memanfaatkan potensi data tersebut untuk menciptakan nilai tambah baru, dengan keterbatasan waktu, keterampilan, dan anggaran,” kata Jean English, chief marketing officer NetApp. “Fokus utama pada data mendorong kita untuk mengatasi tantangan pelanggan ini dengan pendekatan baru seperti Data Fabric dari NetApp. Itulah mengapa merintis layanan data hybrid cloud adalah inovasi alami yang memberikan pelanggan dan mitra kepercayaan diri untuk melangkah ke masa depan dengan NetApp.”

Salah satu Pelanggan NetApp, Polaris Alpha tergolong visioner data atau data visionary dimana timnya, antara lain terdiri dari 400 lebih pengembang perangkat lunak, merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan dunia yang lebih aman. Berlokasi di sejumlah tempat seperti di Colorado, Maryland dan Virginia, spesialis teknologi tinggi ini menyediakan solusi perangkat lunak khusus yang memungkinkan badan pemerintah seperti Departemen Pertahanan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk bisa mengevaluasi potensi ancaman dengan cepat sekaligus memberikan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan lebih cerdas.

Perusahaan ini melakukan transformasi yang ambisius untuk mengimplementasikan pendekatan multimodal yang mengharuskan modernisasi setiap aspek TI perusahaan mereka. Mereka dengan cepat mulai beralih dari aplikasi monolitik ke teknologi container cloud-native. Perubahan TI yang cepat menghasilkan pertumbuhan kebutuhan storage sebanyak 10% perbulan, yang tentunya meningkatkan latensi namun menghambat produktivitas. Sebuah solusi infrastruktur terkonvergensi yang disediakan oleh NetApp dan mitranya Cisco dan Flair Data Systems akhirnya mampu memberikan keuletan (agility) yang mereka butuhkan untuk mempercepat waktu ke pasar atautime to market.

“Kredibilitas kami adalah keunggulan kompetitif kami. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa yang kami janjikan tentunya akan sangat memengaruhi kredibilitas dan hubungan kami dengan pelanggan, yang menggunakan sistem kami untuk memvisualisasikan dan berbagi data dalam jumlah besar untuk mendukung pengambilan keputusan penting dalam hal keamanan nasional A.S. di udara, laut, darat, siber, dan ruang angkasa,” kata David Coker, Senior Vice President of Information Systems di Polaris Alpha. “Dengan solusi dari NetApp dan mitranya, Cisco dan Flair Data System, kami menjadi lebih leluasa untuk bisa fokus pada inovasi, meningkatkan efisiensi data kami, dan secara signifikan mempercepat pengembangan penawaran baru untuk memenuhi kebutuhan penerapan teknologi pelanggan kami.”

NetApp juga meluncurkan sebuah kampanye pendidikan “Data Visionaries” untuk mendorong visibilitas dari kepentingan strategis daridata. Kampanye ini akan memperlihatkan bagaimana keahlian NetApp dan portofolio Data Fabric mendukung pelanggan dalam transformasi mereka untuk menjadi organisasi yang akan memimpin masa depan.

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat