Oleh
13 days ago

Detail Artikel Konvergensi Industri dan Inovasi yang Terhubung Diungkap di Ajang CES Asia 2017

Konvergensi Industri dan Inovasi yang Terhubung Diungkap di Ajang CES Asia 2017

Ajang teknologi bergengsi di Asia, CES Asia 2017 resmi dimulai hari Rabu kemarin, 7 Juni 2017. Lebih dari 450 perusahaan internasional dan Tiongkok memperkenalkan teknologi terdepan di pasar Asia yang tengah berkembang.  Para visioner dari industri ini pun hadir menyampaikan pandangan dan prediksi untuk teknologi ke depannya. Tidak hanya itu, peserta pameran yang terdiri dari nama-nama terkenal di industri ini meluncurkan berbagai produk baru mereka dan pengunjung dapat mencoba langsung inovasi paling anyar di area eksibisi CES Asia. Diselenggarakan oleh Consumer Technology Association (CTA) berkolaborasi dengan Shanghai Intex Exhibition, Co., Ltd. (Shanghai Intex), CES Asia 2017 digelar tahun ini mulai dari tanggal 7 sampai 9 Juni 2017 di Shanghai, Tiongkok.

“Tidak ada ajang di Asia lainnya yang menampilkan industri teknologi global yang luas seperti CES Asia. Hal ini merupakan cara yang menarik dan efisien untuk menjangkau pasar Asia yang besar dan berkembang cepat, pasar terbesar dari seluruh pasar konsumen,” jelas Gary Shapiro, President dan CEO, CTA, dalam sambutan pembukanya. “Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari kota Shanghai yang menawan dengan seluruh keseruan dan inovasi yang dimilikinya.”

Keberagaman pameran dan juga para eksekutif yang menjadi pembicara di ajang CES Asia 2017 membuktikan bahwa teknologi mengubah perilaku kita.

COO Huawei, Mr. Wan Biao membuka acara dengan menyampaikan pandangannya terhadap perkembangan industri teknologi dan berbagi visi strategis dari Huawei. Ia juga turut meluncurkan beberapa perangkat konsumen seperti Huawei MateBook X, MateBook D, MateBook E, MateDock 2 dan versi teranyar dari seri tablet Android Huawei, M3.

Konferensi hari pertama ditutup dengan keynote dari Peter Han, VP, Partner Devices and Solutions, Microsoft dan Rodney Clark, VP, IoT Device Experience, Microsoft. Han dan Clark memperlihatkan koleksi perangkat inovatif Windows dan solusi Internet of Things yang menampilkan masa depan dari perangkat komputer, dan sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, mentransformasi bisnis, dan menciptakan pengalaman baru.

CES Asia Conference Program di hari pertama mencakup beberapa topik seputar teknologi konsumen, termasuk tren teknologi berdasarkan riset pasar terbaru. Dalam sesi 2017 Tech Trends to Watch, Dr. Shawn DuBravac, Chief economist & Senior Director of Research, CTA, memaparkan empat tren yang ditampilkan dalam CES Asia 2017. Tren tersebut termasuk invisible computing, mixed reality environments, algorithmic experience, dan digitalisasi gaya hidup. Steve Koenig, Senior Director of Market Research, CTA memaparkan hasil riset terbaru CTA dari hasil survey terhadap 3.000 orang Tiongkok tentang pandangan mereka terhadap media sosial, streaming video, dan belanja online dalam sesi Digital Lifestyles in China. “Brand di Tiongkok yang kini saling berkompetisi harus bisa menyadari bahwa sosial media melengkapi kehidupan konsumen Tiongkok. Live streaming begitu populer dan punya potensi untuk terus bertumbuh. Lebih lanjut, hampir seluruh kegiatan berbelanja konsumen dilakukan secara online.”

Koenig juga membandingkan pasar teknologi konsumen di Tiongkok dan Amerika Serikat, secara spesifik terhadap produk teknologi konsumen dalam setiap pasar pada sesi Tech Outlook for China and the US. Ponsel pintar,wearables dan perangkat keras VR akan bertumbuh pesat, begitu juga dengandengan asisten digital dan drones, merupakan beberapa area yang harus diamati.

Teknologi telah mendisrupsi setiap industri seperti olah raga dan otomotif. Dalam sesi Sports business Innovation – Tech Disruption in Sports, David Shoemaker, CEO, NBA China dan panelis lainnya mendiskusikan peluang di Tiongkok untuk kegiatan kerja sama, sponsor, dan investasi di tengah-tengah upaya Tinongkokuntuk menjadimarketplace olah raga nomor satu di dunia.

Analisis data juga terus berperan besar dalam pengambilan keputusan berbagai brand. Dalam sebuah sesi yang ramai dipenuhi peserta, Joanna Jia, Group Director, Tencent Performance Advertising Solutions, Online Media Group (OMG) menyampaikan kapabilitas Big Data perusahaanya dan bagaimana Big Data bisa dimanfaatkan oleh pelaku pemasaran dalam sesi The Butterfly Effect of Big Data.

Dengan adanya tantangan untuk bertransformasi dari sektornya, produsen mobil terkemuka dan para pemain baru kini mendefinisikan ulang mobilitas melalui solusi perjalanan yang lebih pintar, kolaborasi, dan brand experience yang unik dengan mitra-mitradari berbagai kategori yang luas. Lebih lanjut, dalam sesi Exploring the Future of Mobility, para panelis mendiskusikan tantangan yang menghambat masyarakat umum untuk menggunakan solusi mobilitas yang otonom sekarang ini.

Beberapa sesi mengeksplor lebih dalam mengenai posisi Artificial Intelligence (AI) saat ini dan prospek perkembangannya. Para pembicara dalam sesi Development Status and Analysis of AI menelisik kinerja produk AI saat ini sekaligus peluang dan tantangan bagi AI serta Internet of Things (IoT). Peserta sesi AI Changing our Livesmempelajari studi kasus bagaimana teknologi seperti 3D Nanosensor Printing, API-API untuk AI recognition dan radar dapat digunakan dalam industri militer, kesehatan, elektronik dan otomotif. Leopold Beer, Asia Pacific Regional President, Bosch Sensortec juga menambahkan tentang bagaimana arsitektur IoT baru yang menggunakan sensor pintar dapat memberikan solusi melalui desentrralisasi Big Data yang preprocessed.

Konsumen global saat ini juga kian terbiasa dengan produk-produk yang dapat memprediksi kebiasaan mereka. Oleh karena itu, brand kini harus mempetimbangkan kebutuhan dari konsumen yang semakin pintar. Xiaofei Yan, Vice General Manager, Crowd-Funding Business Department, Suning Commerce Group menyampaikan bahwa analisis data membantu efisiensi ritel dan pengalaman konsumen dalam sesi Application of AI Tehcnology in E-commerce Logistics. Dalam sesi yang sama, Nicon Yang, Sales Director, Alien Technology juga menyampaikan bagaimana sektor logistik dane-commerce bertransformasi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Sejumlah sesi konferensi di hari pertama CES Asia 2017 mencatatkan berbagai hal-hal menarik seperti:

    OneCore Living Room Computer dari Acooo Tiongkok yang secara otomatis melakukan sinkronisasi antara perangkat mobile dan aplikasi dengan konsol video game dan televisi;

-     HoloActive Touch dari BMW, yang merupakan bagian dari solusi i Inside Future dan dimensi baru bagi pengemudi untuk memilih dan mengatur fungsi, navigasi, infotainment, dan komunikasi dalam kendaraan;

-     Tiga perangkat selular dengan modul komunikasi IoT dari China Mobile, dua diantaranya adalah modul NarrowBand-IoT (NB-IoT) dan satu lainnya merupakan modul komunikasi 2G. Modul terbaru ini bertujuan untuk mempercepat penggunaan komersil dari NB-IoT di Tiongkok;

-     N8700 ULED TV dari Hisense, yang menampilkan pengalaman berkualitas tinggi, premium, dan berkelas yang akan diluncurkan di 30 negara tahun ini;

-     Prototype terbaru Honda, ‘Honda NeuV’, mobil elektrik otomatis dan ‘Honda Riding Assist’, sebuah solusi yang membantu motor mempertahankan keseimbangan dan kendali;

-     Kolaborasi Hyundai Motor dengan perusahaan internet terbesar Tiongkok, Baidu, akan menawarkan pengemudi Tiongkok dengan pelayanan connected car yang lebih luas, termasuk teknologi navigasi dan kontrol suara;

-     Blue dari Meo Limited, perangkat pengawasan kualitas udara yang membuat pemerintah dan pelaku bisnis untuk memahami asal dari polusi dan pola musim yang dapat mempengaruhi paparan polusi udara di kota mereka;

-     Konsep InMotion dari NEVS, sebuah solusi kendaraan terintegrasi bagi kehidupan perkotaan yang berkesinambungan. Teknologi ini akan diguanakan di Tianjin pada akhir 2017 sebagai bagian dari program mobilitas berkesinambungan dari NEVS;

-     Halo dari Shadow Creators, kaca mata AI yang didukung dengan fitur hand gesture recognition dan spatial modeling;

-     MyBot dari Shanghai Askat Information Technology, kontroler pintar yang dapat mengenali dan merespon perintah suara untuk perangkat rumah tangga pintar;

-     Custom-fit earphone dari Snug, earphone pertama yang dipindai dan dicetak secara 3D untuk memastikan earphone yang sesuai dengan ukuran dalam telinga penggunanya.

CES Asia 2017 akan berlangsung sampai tanggal 9 Juni 2017 di Shanghai New International Exhibition Centre (SNIEC) dan Kerry Hotel. Untuk berita terbaru, photos, b-roll dan lainnya, silahkan kunjungi CESAsia.com.

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat