Oleh
9 days ago

Detail Artikel Dalam Dua Minggu: Dua Ribu Perantau Berlomba Raih Kesempatan untuk Pesta’in Sekampung

Dalam Dua Minggu: Dua Ribu Perantau Berlomba Raih Kesempatan untuk Pesta’in Sekampung

Sejak resmi diluncurkan pada 31 Mei 2017 lalu, kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung” telah berhasil menginspirasi lebih dari 2.000 cerita masyarakat tentang kampung halamannya, yang terkumpul dari berbagai wilayah Indonesia. Digagas oleh aplikasi media sosial berbasis lokasi, Yogrt, Pesta’in Sekampung merupakan jenis kampanye pertama yang mendorong pengguna untuk berkesempatan saling berbagi dan membahagiakan handai taulan di kampung dengan memenangi acara halal bi halal gratis. Rencananya, halal bi halal tersebut akan digelar pada 23 Juli 2017 mendatang dan dapat mengakomodir hingga 5.000 orang* yang disponsori sepenuhnya oleh Yogrt.

“Kami mengapresiasi partisipasi luar biasa masyarakat terhadap kampanye ‘Yogrt Pesta’in Sekampung’. Selama 15 hari sejak kampanye dimulai, sudah lebih dari dua ribu cerita terjaring yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia, dengan beragam daya tarik – mulai keharuan kisah, kekhasan daerah, hingga mampu menghadirkan senyuman. Antusiasme ini menunjukkan masih kuatnya keinginan masyarakat untuk terus menjalin silaturahmi dan merayakan tradisi halal bi halal di tengah penatnya kesibukan keseharian,” jelas Jason Lim, Co-founder Yogrt. Selama periode Kirim Cerita yang berlangsung sampai 17 Juni 2017, Yogrt menargetkan ribuan cerita terhimpun dari para pengguna melalui aplikasi; berupa kenangan manis, keinginan untuk merayakan tradisi kebersamaan bersama kerabat terdekat, atau sekadar mengungkapkan rasa rindu, cinta dan terima kasih kepada kampung halamannya.

Tengok saja kisah Agung Setiawan (Yogrt ID: agung4653), yang berbagi tradisi unik kampung halamannya di Kauman Pilangsari, Sragen, Jawa Tengah. Setiap Idul Fitri tiba, kampungnya menjalankan tradisi makan bersama – yang benar-benar melibatkan seluruh warga, dari berbagai usia, tak terkecuali. Mereka memulainya dengan berkumpul dan bergotong royong menyiapkan hidangan. Suasana guyub dan kegembiraan membuat para perantau rindu sehingga enggan melewatkan momen tersebut. Agung menceritakan, petinggi di kampungnya sempat berpesan, “Walau kalian pergi untuk bekerja atau menetap di daerah lain, kalian akan selamanya menjadi bagian keluarga besar Kauman Pilangsari.” Ini membuat Agung dan warga kampungnya semakin percaya, bahwa tempat untuk pulang adalah tempat kita disayangi dan diharapkan. Karenanya, Idul Fitri nanti, Agung berharap bisa menggelar halal bi halal di kampung, untuk menguatkan tradisi dan membahagiakan warganya.

Lain lagi dengan tuturan Alyssum Amaranth (Yogrt ID: fauziahIsma). Perempuan ini berbagi kerinduan terhadap kampung halamannya di Mattirowalie, Sinjai, Sulawesi Selatan. Merantau sejak kuliah, hari-hari dulu yang biasa diisi dengan bermain di ladang hijau dan sawah, kini tergantikan oleh kesibukan menggunakan perangkat elektronik di lingkungan kota. Tak hanya itu, di rantau, ia menerima rentetan kabar duka tentang teman masa kecilnya bahkan beberapa keluarga terdekat dari kampungnya. Sayangnya, karena kondisi dan keterbatasan, ia hanya mampu memanjatkan doa sebagai penyalur rindu pada orang-orang terkasih. Bagi Alyssum, “Yogrt Pesta’in Sekampung” akan menjadi momen kebahagiaan akbar bukan hanya untuknya, tetapi juga seluruh warga Mattirowalie.

Selama periode Kirim Cerita, dua kisah tersebut bersama ribuan cerita lainnya akan diseleksi secara rinci dan ketat oleh tim Yogrt. Lima partisipan terpilih dengan cerita paling menarik (berdasarkan penilaian tim Yogrt) akan masuk periode Beri Dukungan selama 18-24 Juni 2017. Finalis dengan suara dukungan terbanyak berhak menjadi tuan rumah untuk pesta halal bi halal di daerah asal yang dapat mengakomodir sampai 5.000 orang*. Pemenang akan diumumkan pada 25 Juni 2017.

Turut berpartisipasi dalam kampanye ini, selebriti asal Sukabumi, Jawa Barat, Ananda Omesh. “Bangga sekali bisa terlibat dalam kampanye ‘Yogrt Pesta’in Sekampung’ yang mengajak masyarakat Indonesia untuk terhubung kembali dengan orang-orang sekitar dan saling berkomunikasi, terutama di era digital yang cenderung bersifat individualis seperti sekarang. Terlebih lagi, kampanye ini juga mengapresiasi tradisi khas kita dengan menjunjung semangat saling berbagi, berbuat baik, dan bermaaf-maafan, yang diwujudkan melalui kegiatan halal bi halal sekampung. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk mengirimkan cerita tentang kampung tercintamu,” anjurnya. Dalam perhelatan pamungkas Juli nanti, Omesh akan hadir mendampingi pemenang dan keluarganya, untuk menyambut para tamu dan memeriahkan kegiatan.

Diluncurkan pada 2014 lalu dan khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia, Yogrt berbeda dari media sosial lainnya, karena memberi kesegaran baru yang memungkinkan penggunanya untuk dapat dilihat, didengar dan saling terhubung tanpa bergantung pada popularitas. Yogrt mengedepankan kesetaraan – pengguna tidak harus mem-follow akun tertentu untuk mendapatkan update. Menghadirkan kemudahan untuk bersosialisasi dan membangun komunitas, aplikasi ini telah diunduh 6 juta orang di seluruh Indonesia.

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat