Bagi saya, kata ‘startup’ sudah mulai kehilangan arti. Orang-orang sudah melupakan bagaimana startup biasanya dimulai: di garasi, dari ide cemerlang satu atau dua orang penuh semangat, tanpa modal besar sama sekali. Bukan cerita tentang sukses instan, melainkan tentang sekumpulan manusia kreatif yang melakukan segalanya untuk meraih mimpi.

Namun kerja keras dan dedikasi mereka seolah mentah di tangan media, tidak sebanding dengan berita pendanaan besar, akuisisi masif, kisah sukses instan atau cerita kegagalan. Hal ini kemudian melahirkan sebuah kelompok startup baru: startup manja.

Startup manja adalah sekumpulan startup dengan sudut pandang bahwa mereka mendirikan startup untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda, atau sebagai jalan keluar dari karir mereka yang menyedihkan. Dunia startup memang tengah menjadi primadona, dan sejarah membuktikan kalau hanya mereka yang siap lah yang akan mendapatkan manfaatnya.

Para startup manja ini tidak akan mau memulai usaha mereka tanpa modal yang besar tanpa model bisnis yang sesuai. Mereka menganggap para investor sebagai model bisnis tanpa menyelesaikan apapun. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk menghadiri konferensi dan pertemuan daripada membangun brand mereka sendiri.

Sudahkah Anda menyadari bahwa startup-startup ini sebenarnya ada di sekitar Anda? Saya sudah. Anda mungkin tertawa bila menemukannya satu atau dua kali, tapi jika lebih dari itu, saatnya Anda merasa khawatir. Percayalah, saya bukan satu-satunya orang yang merasa kecewa.

Apa yang bisa kita lakukan?

Jika Anda merasa bahwa Anda salah satu startup manja, selamat karena telah menyadarinya. Saya sarankan Anda ikuti langkah berikut ini untuk sesegera mungkin mengganti sudut pandang Anda:

  1. Konferensi hanya membuang waktu Anda, mulailah berkonsentrasi pada produk
  2. Pendanaan bukan segalanya, bukan sesuatu yang fundamental untuk memulai bisnis Anda
  3. Hentikan pemasaran. Perkenalkan produk Anda dan buat orang-orang suka. Belum punya produk yang baik? Lihat lagi poin nomor (1)
  4. Buat model bisnis yang realistis sejak awal. Bisnis yang tidak menghasilkan bukanlah bisnis, tapi hobi.
  5. Bisnis berarti kerja keras, jangan pernah berharap pada sukses instan
  6. Jika orientasi Anda adalah uang, jangan terjun ke dunia startup. Melamarlah ke perusahaan asing atau minyak.

Jika Anda adalah VC, Angel investor atau lainnya:

  1. Beritahu mereka yang sebenarnya, memang menyakitkan namun mereka akan belajar.

Pada akhirnya, saya pikir startup merupakan kata yang terlalu dilebih-lebihkan. Jadi, mulailah sebuah bisnis, bukan startup*.

*Referensi dari rework.


Artikel ini diterbitkan pada tahun 2012 di blog pribadi Aria Rajasa dan diterbitkan ulang atas seizin penulis.

Aria Rajasa merupakan CEO dari Tees Indonesia. Passion-nya terhadap dunia entrepreneurship telah membantunya mendirikan beberapa perusahaan teknologi dan desain sejak lulus kuliah.