Sarana belajar coding atau pemrograman dewasa ini semakin beragam. Setelah Codesaya, CodingIndonesia, dan lain sebagainya, kini yang paling baru adalah Sekolahkoding. Portal ini berisi materi pembelajaran pemrograman berupa teks dan video yang mencoba menghadirkan sarana pembelajaran pemrograman dengan bahasa Indonesia. Harapannya Sekolahkoding bisa melahirkan pengembang-pengembang handal yang mampu menghasilkan produk yang berguna bagi semua.

Diprakarsai oleh dua pemuda yang sedang melanjutkan studi di Jerman, Hilman Ramadhan dan Juan Akbar, Sekolahkoding mencoba membantu masyarakat Indonesia belajar pemrograman lewat tutorial-tutorial berbahasa Indonesia yang mudah dipahami.

Hilman secara khusus menyampaikan kepada tim Dailysocial bahwa Sekolahkoding berdiri berkat pengalaman pahit dirinya di masa awal kuliah. Saat itu ia kesulitan mencari referensi terkait masalah programming, khususnya web programming, dalam bahasa Indonesia. Sebuah permasalahan yang acap kali menghampiri mahasiswa baru atau orang awam yang ingin belajar pemrograman.

Tak ingin pengalaman buruknya juga dialami orang lain, Hilman mencoba memberikan sarana untuk belajar pemrograman yang mudah dan gampang dimengerti. Sejauh ini Sekolahkoding sudah memiliki 29 playlist materi pembelajaran dengan total terdapat 250 video di dalamnya. Materinya pun beragam, mulai dari berbagai macam framework dan library javascript, HTML, CSS, PHP hingga Java.

Selain memberikan video dan materi pemrograman, Sekolahkoding juga menyediakan wadah antar member untuk menyelesaikan permasalahan permrograman melalui diskusi bersama.

Jembatan programmer Indonesia fokus pada Produk

Seringkali banyak programmer pemula atau orang awam yang tertarik belajar pemrograman mundur teratur berkat minimnya referensi berbahasa Indonesia ada. Kebanyakan menjadi terlalu fokus pada bagaimana memulai dan menyelesaikan programming sehingga melupakan tujuan akhir mengembangkan sebuah produk.

Hilman menjelaskan Sekolahkoding ingin berperan sebagai pengisi kekosongan referensi pemrograman berbahasa Indonesia. Ia menginginkan Sekolahkoding mampu menjadi problem solver untuk setiap masalah programming yang dihadapi programmer sehingga mereka bisa lebih fokus pada produk-produk yang akan mereka kembangkan.

Target di tahun 2015

Sebagai portal pembelajaran yang baru berdiri sekitar 4 bulan lalu, fokus Sekolahkoding di tahun ini masih seputaran tentang pengembangan layanan, target pengguna serta pengayaan materi. Hilman menyampaikan Sekolahkoding masih terus berbenah dengan berusaha menambah kualitas serta kuantitas video tutorial yang ada.

Selain tutorial, ke depan Hilman berharap Sekolahkoding tak hanya menghadirkan tutorial tetapi juga motivasi untuk menjaga semangat programming pengguna mereka.

“ Wawancara dengan narasumber yang ahli di bidangnya, yang mungkin kita bungkus di satu playlist, agar bisa jadi motivasi dan pembelajaran bagi teman-teman yang mau terjun ke bidang ini,” ujarnya.