Kerja keras yang dilakukan Magic Leap sejak 2010 akhirnya dipamerkan di akhir tahun lalu. Melalui One, perusahaan asal Florida itu mencoba mengombinasikan teknologi augmented reality dengan computer vision, melalui pemanfaatan medan cahaya digital sebagai metode untuk ‘menempat-kan’ gambar komputer tiga dimensi di objek-objek dunia sesungguhnya.

Dan di acara presentasi live stream kemarin, Magic Leap mengabarkan agenda buat mulai mengapalkan perangkat Magic Leap One di tahun ini. Dalam menyuguhkannya, Magic Leap mengikuti langkah perusahaan-perusahaan pencipta HMD populer seperti Oculus VR dan HTC untuk melepas versi pengembangannya terlebih dulu sebelum memasarkan produk secara lebih luas.

Buat sekarang, Magic Leap masih belum mengabarkan kapan tepatnya One versi ‘Creator Edition’ dilepas. Produsen hanya bilang akan mendistribusikannya di ‘musim panas 2018’ yang artinya bisa jadi dilakukan di bulan ini. Magic Leap juga masih malu-malu untuk menyingkap spesifikasi HMD. Yang jelas, penampilan One dengan dua lensa bundarnya mirip seperti kacamata di kisah sci-fi cyberpunk.

Dalam live stream, perusahaan akhirnya mengungkap sejumlah hardware yang digunakan untuk meracik One. HMD mixed reality itu mengusung Nvidia Tegra X2 – versi lebih canggih dari prosesor yang mengotaki Nintendo Switch. Dan melalui demonstrasi tech ‘Dodge’, Magic Leap memperlihatkan bagaimana One mampu membaca posisi tangan dan mengenal gesture – misalnya melakukan gerakan mencubit atau menaruh/memindahkan suatu objek digital.

Premis tersebut cukup menarik, namun hingga kini Magic Leap One masih belum didemonstrasikan secara langsung, jadi sulit mengestimasi kapabiltas hardware serta bagian optiknya dalam pemakaian di dunia nyata.

Selain presentasi, Magic Leap juga mengumumkan bahwa mereka menunjuk perusahaan telekomunikasi Amerika AT&T sebagai mitra strategisnya. Dengan kerja sama tersebut, AT&T memperoleh kesempatan buat memasarkan Magic Leap One secara eksklusif serta mempersilakan calon konsumen untuk mencoba headset mixed reality tersebut di gerainya – di kota Atlanta, Boston, Los Angeles dan San Francisco.

Di rilis pers AT&T, CEO Magic Leap Rony Abovitz menyampaikan bahwa alasan yang mendorong mereka melakukan kolaborasi bersama AT&T ialah demi memperluas jaringan berkecepatan tinggi, pemanfaatan edge computing, dan memperdalam integrasi dengan konten-konten kreatif. AT&T dapat membantu dari segi jangkauan jaringan, lalu Magic Leap berperan menjadi penyedia platformspatial computing‘.

Walaupun harga produk juga belum dikonfirmasi, dalam konferensi Recode Code Media bulan Februari silam, produsen sempat bilang mereka akan membanderol Magic Leap One dengan harga setara tablet atau smartphone kelas high-end.

Via The Verge.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.