Mendukung Indosat Wireless Innovation Contest tahun 2015, HarukaEdu tergerak untuk memberikan pengetahuan dan ilmu pengetahuan mengenai technopreneurship melalui kelas program online gratis. Pada tahun 2014 lalu, HarukaEdu sudah menggelar kelas serupa dan mendapatkan respon yang cukup positif dengan 215 peserta.

Kali ini HarukaEdu akan membatasi jumlah peserta dan akan melakukan proses screening peserta jika dibutuhkan. Nantinya sebanyak 100 orang pendaftar pertama akan mendapatkan materi dan mentoring mengenai bagaimana mencari ide startup, melakukan riset mengenai potensi pasar yang menjadi sasaran, dan bagaimana pitch startup untuk dipresentasikan saat kontes. Peserta yang ingin mengikuti mentoring dapat langsung mendaftar melalui tautan khusus IWIC9.

“Kerja sama ini terjalin karena HarukaEdu memiliki kelas online mengenai Technopreneurship yang berhubungan erat dengan IWIC. Indosat kemudian tertarik untuk menggunakan kelas online ini sebagai sarana untuk membantu peserta untuk meningkatkan kualitas ide dan proposalnya,” ujar Co-Founder HarukaEdu Novistiar Rustandi .

Sejumlah technopreneur handal yang akan memberikan mentoring di Kelas Online. Mereka di antaranya adalah Managing Partner Mountain SEA Ventures Andy Zain, Managing Director JobsDB Ariadi Anaya, Executive Director Skystar Ventures Geraldine Oetama, CEO MatahariMall Hadi Wenas, Founder IndoTrading Handy Chang, dan Managing Partner Kartini Muljadi & Rekan Kartini Muljadi.

Terlibat pula sebagai mentor dalam kelas ini adalah Managing Director GDP Ventures Martin Hartono, Co-Founder 8Villages Sanny Gaddafi, Vice President CyberAgent Ventures Steven Vanada , General Manager CyberAgent Ventures Takahiro Suzuki, Assistant President Director Metro TV Shanti Ruwyastuti, Dosen Surya University Dessy Aliandrina dan Jonathan Gultom, serta Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya.

Mentoring akan dilaksanakan secara online dengan beragam materi berupa video, konsultasi online melalui live chat satu minggu sekali, dan forum diskusi. Forum diskusi dapat diakses oleh siapa saja, walaupun mereka yang tidak terdaftar dalam Kelas Online technopreneur.

“Peserta harus bisa menemukan masalah besar yang mempengaruhi kehidupan orang banyak untuk kemudian menawarkan ide atau solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain menyelesaikan masalah, ide tersebut juga harus memiliki potensi bisnis yang baik dan besar. Kemudian peserta harus dapat merangkum masalah, ide dan solusi tersebut dalam sebuah proposal yang ringkas namun jelas,” jelas Novistiar.