Pengembang Creacle dari Yogyakarta baru-baru ini memberikan informasi kepada kami tentang aplikasi mobile D’Creacle. Masih belum tersedia di Google Play Store, D’Creacle diharapkan menjadi suatu aplikasi loyalitas sekaligus sistem CRM yang memungkinkan sebuah merchant memelihara hubungannya dengan pelanggan. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah aplikasi loyalitas miliknya dapat berhasil?

Creacle menjelaskan bahwa aplikasi buatannya akan bertindak layaknya pengganti kertas dan stempel yang sempat (dan mungkin masih populer) digunakan di beberapa jaringan restoran untuk mendorong pelanggan semakin sering datang. Setiap kedatangan dan bertransaksi, pelanggan akan memperoleh stempel yang bisa ditukarkan dengan hadiah menarik jika telah mencapai jumlah yang disyaratkan. Selain kertas dan stempel di beberapa tempat sistem ini sudah diganti dengan kartu keanggotaan.

Tampilan Creacle sesungguhnya cukup menarik. Gambar-gambar yang disajikan memiliki resolusi yang bagus. Fiturnya komplit dan alur penggunaannya tidak menyulitkan untuk siapapun. Dengan model bisnisnya yang simpel, seharusnya menuangkannya menjadi aplikasi yang berhasil tidak sulit bukan?

Ternyata mentranslasikannya mentah-mentah sistem loyalitas manual menjadi sistem elektronik tidak serta merta membuatnya menjadi sukses secara instan. Sebut saja Pouch di Indonesia dan Filipina atau Perx di Singapura yang meluncurkan produk serupa sekitar dua tahun yang lalu.

Mengusung konsep yang sama dengan D’Creacle, Pouch hadir di bulan Oktober 2012 sebagai antitesis daily deals. Tak cuma sebagai aplikasi loyalitas, konsumen pengguna Pouch mendapatkan berbagai bonus dan diskon dari merchant langganan. Meskipun sempat menggandeng sejumlah partner, hampir 20 partner di saat peluncurannya, Pouch akhirnya diterlantarkan setelah hanya satu tahun berjalan. Perx sendiri masih bertahan, tapi sudah pivot ke arah yang lebih luas menjadi Mobile CRM yang lebih fokus ke area B2B dan tidak menerbitkan aplikasi yang bisa diunduh secara luas.

Di masa kini, aplikasi loyalitas tidak bisa hanya bergantung ke sistem stempel dan menggandeng beberapa merchant saja. Diperlukan pendekatan CRM yang menyeluruh dan jika memungkinkan cross-collaboration untuk bisa menggunakan poin atau stempel di berbagai tempat yang bekerja sama. Cerita Pouch dan Perx bisa menjadi pelajaran bagi D’Creacle tentang bagaimana mengembangkan aplikasi loyalitas yang lebih dari sekedar pengganti kertas dan stempel.

[Ilustrasi foto: Shutterstock]