Jumlah jamaah haji tiap tahunnya terus bertambah dalam sepuluh tahun terakhir ini dan menurut statistik terakhir, calon jemaah haji yang akan berangkat dari Indonesia di tahun 2015 mencapai 168.800 orang. Meski itu baik, tetapi terkadang dengan ramainya jamaah yang ada justru menimbulkan ketidaknyamanan dalam beribadah, misalnya sulit dalam mendengar suara muthawif (pembimbing doa). Berangkat dari alasan itu AMPlified Digital Media Production (AMPlified) menghadirkan Labbaik versi 2.0, sebuah aplikasi pemandu doa haji dan umroh.

Berkunjung ke tanah suci Mekkah dan Madinah untuk beribadah adalah keinginan terbesar bagi seluruh umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Namun dengan jumlah jamaah, baik haji maupun umroh, yang semakin bertambah tiap tahun tak jarang membuat jamaah menjadi kesulitan untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

Dijelaskan oleh Managing Director Labbaik Mala Widiyanto, ada tiga tantangan yang kerap dihadapi oleh para jamaah haji ketika melakukan ibadah di tanah suci yang ramai. Pertama, biasanya mereka kesulitan mengikuti pemandu doa (muthawif) yang berteriak karena suaranya lebih sering tenggelam dalam keramaian jamaah. Kedua, buku panduan doa yang ada masih berupa buku konvensional sehingga lebih sering kesulitan mencari doanya.

Terakhir, electronic guide dianggap tidak praktis untuk digunakan dan memiliki harga yang cukup mahal. Berangkat dari latar belakang tersebut, AMPlified memperkenalkan aplikasi Labbaik v 2.0 yang merupakan sebuah aplikasi pamandu doa haji dan umroh.

Mala mengatakan, “Dari situ [tiga problem yang ada] kita coba munculkan solusi melalui aplikasi Labbaik. Aplikasi Labbaik berperan layaknya kombinasi antara buku panduan doa dan electronic guide. Di situ [Labbaik] ada kumpulan doa dan juga audio.”

Lebih jauh Mala juga menceritakan bahwa sebenarnya aplikasi Labbaik telah meluncur sejak 6 Mei 2014 lalu dengan membidik relung pasar jemaah haji atau umroh. Tampilannya sendiri sangat sederhana dan sudah disesuaikan untuk pengguna usia lanjut. Namun, melihat pertumbuhan yang signifikan sejak diluncurkan, Mala kemudian memutuskan untuk memperkenalkannya secara publik.

Dari statistik pertumbuhan yang dipaparkan Mala, terungkap juga bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama negara yang paling banyak mengunduh aplikasi Labbaik. Diikuti oleh Pakistan yang berada di peringkat kedua dan Saudi Arabia di peringkat ketiga. Aplikasi Labbaik sendiri tersedia dalam dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Dalam versi terbarunya ini, AMPlified mengklaim bahwa Labbaik hadir lebih sederhana dari sisi emudahan pengalaman penggunaan. Selain itu beberapa fitur yang ada juga telah dioptimasi, seperti Zoom doa, Mode Kontras, Simple Mode, dan juga Catatan Doa. Doa-doa yang terdapat dalam versi terbaru pun dijanjikan lebih lengkap dengan hadirnya doa untuk ziarah yang merupakan permintaan dari pengguna.

Dalam rangka merayakan peluncuran dan juga menyambut hari raya Idul Adha, diungkapkan oleh Mala dan juga CEO AMPlified Arif Fajar Saputra bahwa fitur in app purchase pada Labbaik akan dibebaskan dari biaya apapun hingga tanggal 30 September 2015. Sebelumnya, Labbaik mengenakan biaya sebesar IDR 45.000 per item.

Saat ini Labbaik tersedia untuk perangkat Android dengan versi 4.0 ke atas dan dapat diunduh melalui Google Play secara gratis. Sedangkan versi 2.0 untuk iOS menurut Mala akan segera menyusul dalam waktu dekat karena saat ini masih dalam tahap review oleh Apple. Untuk melihat informasi lengkap mengenai promo lainnya, Anda dapat mengunjungi tautan berikut.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.