DailySocial https://dailysocial.net Indonesian Tech-Startup Media Thu, 28 May 2015 14:18:59 +0000 en-US hourly 1 MaxyArt Usung Konsep Crowdsourcing untuk Karya Video https://dailysocial.net/post/maxyart/ https://dailysocial.net/post/maxyart/#comments Thu, 28 May 2015 13:45:05 +0000 http://dailysocial.net/?p=58066 MaxyArt mewadahi para creator video dengan konsep crowdsourcing / MaxyArt

MaxyArt merupakan sebuah platform video crowdsourcing lokal yang mengubungkan peminat konten video kepada para pembuat video. Klien-klien MaxyArt berupa instansi ataupun perusahaan yang membutuhkan video promosi, animasi, explainer video, video klip ataupun jenis lainnya. Baik freelancer ataupun sebuah video production house dapat bergabung di sini untuk berkreasi sesuai tema atau kontes yang ditentukan. Portal MaxyArt diluncurkan dalam versi beta ke publik pada November 2014, awalnya bernama MaxyAd.

Founder dan CEO MaxyArt Paulus Ganesha Aryo Prakoso dalam kesempatan wawancara dengan DailySocial menceritakan tentang konsep yang diusung startup-nya:

“Kami ingin membantu mereka (instansi dan perusahaan yang membutuhkan konten video) untuk mendapatkan ide-ide kreatif dari para video creator serta menghubungkan mereka dengan para profesonal berbakat dan kreatif. Tujuannya adalah memberikan wadah bagi perusahaan atau instansi yang membutuhkan video bagus dan menarik yang dapat digarap oleh komunitas kreatif MaxyArt, tentu dengan berbagai pilihan, biaya terjangkau dan waktu yang relatif singkat.”

Setiap kontes rata-rata berlangsung selama 30 hari. Dan selanjutnya instansi atau perusahaan sebagai brand kontes tersebut memiliki waktu satu hingga dua minggu untuk menentukan pemenangnya. Setelah proses pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, maka video-video tersebut akan diserahkan kepada brand untuk selanjutnya digunakan untuk kepentingannya.

Pengembangan MaxyArt didasari dari pengalaman Paulus sendiri ketika membutuhkan talenta untuk menggarap sebuah video. Saat itu paulus sedang mengerjakan sebuah proyek IT di sebuah perusahaan, ia begitu kesulitan dalam mencari rekanan yang dapat diajak bekerja sama membuat sebuah explainer video, video yang menceritakan tentang produknya. Didasari pengalaman tersebut dan dibekali pengetahuan tentang crowdsourcing yang dipelajari secara otodidak, Paulus memutuskan untuk membuat platform MaxyArt.

Saat ini tim MaxyArt terdiri dari empat orang. Ditemani oleh seorang web developer, creative designer dan bagian administrasi, Paulus mengerjakan kampanye pemasaran secara mandiri, dengan memanfaatkan media sosial dan relasi yang dimilikinya. Sebelumnya MaxyArt juga pernah memiliki tim pemasaran, karena dirasa kurang efektif saat ini maka ia memilih untuk bisnisnya saat ini.

Konsep Crowdsourcing untuk Karya Video

Paulus mengatakan bahwa konsep crowdsourcing untuk video memang tak mudah. Penyelenggara harus membuat brief yang bersifat unik dan umum, yang terpenting juga mudah dipahami. Dan menurutnya itu tidak mudah.

“Pernah kami membuat kontes bertajuk Video Made Easy, dan waktu itu hanya ada satu submisi video. Kami analisis brief yang dibuat ternyata sulit diterima dan dipahami. Di kontes lain kami mencoba membuat dengan tajuk berbeda, dan dengan brief yang lebih mudah diterima. Sebanyak 22 video dari 32 peserta berhasil dikumpulkan,” ujar Paulus.

Konsep ini diterapkan pada video menjadikannya sangat bergantung pada momentum waktu. Biasanya kontes-kontes tersebut akan ramai ketika ada hari-hari besar, seperti hari kemerdekaan, tahun baru, Ramadhan dan hari besar lainnya. Proses publikasi yang cukup matang menjadikan MaxyArt juga harus menggunakan layanan iklan premium di internet untuk mendapatkan peminat.

MaxyArt sendiri memiliki proses bisnis yang cukup unik, yaitu budget yang didapat dari klien dibagikan kepada sejumlah pemenang yang ditentukan. Klien dapat memiliki budget dengan membelinya di MaxyArt kemudian dapat menentukan jumlah pemenang dan jumlah hadiah yang dapat diberikan. Misalnya klien dapat memilki budget Rp 18.000.000 untuk sebuah kategori video, maka klien dapat menentukan jumlah pemenang, dalam hal ini dicontohkan akan ditentukan tiga pemenang, Best Movie (Rp 10.000.000), Best Narrative (Rp 5.000.000) dan Most Favorite (Rp 3.000.000).

Konsep seperti ini dinilai akan memberikan keleluasaan kepada klien, dan mereka akan merasa sepenuhnya memiliki kompetisi tersebut. MaxyArt menyediakan sembilan kategori video yang siap dikerjakan oleh lebih dari 200 pembuat video yang saat ini telah bergabung.

Keterbatasan Tak Membuat Nyalinya Ciut

Sebagai lulusan jurusan Sistem Informasi, Paulus tidak memiliki pemahaman yang mendalam seputar seni atau sinematografi. Sejak lulus kuliah ia bekerja sebagai pengembang dan analis sistem. Tidak hanya mendapat tantangan seputar latar belakang pendidikan saja, sebagai penyandang tuna rungu Paulus juga harus menyesuaikan berbagai aktivitasnya, dan harus berusaha lebih ekstra untuk dapat berkomunikasi dengan orang pada umumnya.

Setelah bosan bekerja di perusahaan, Paulus memilih untuk mengembangkan bisnisnya sendiri, bahkan ia sempat mendirikan sebuah PT yang memberikan jasa pengembangan software dan web. Januari 2014 realisasi untuk membuat video crowdsourcing mulai dijalankan. Dengan mengembangkan secara mandiri, kini sistem tersebut telah berjalan dan menyelesaikan beberapa kontes.

Paulus MaxyArt

Kepada DailySocial Paulus bercerita bahwa masalah yang cukup rumit baginya dalam mengembangkan bisnis selama ini adalah pemasaran dan komunikasi bisnis. Selain tidak memiliki latar belakang di bidang tersebut, keterbatasan pendengarannya kadang juga menjadi isu.

Namun dengan semangat pantang menyerah ia terus berusaha untuk mempelajari pola-pola pemasaran yang cocok dengan keadaannya, seperti memanfaatkan Internet, untuk memaksimalkan bisnisnya. Kepada DailySocial ia bercerita tentang pengalamannya:

“Waktu itu sata ikut event StartupAsia di Jakarta, waktu itu kami masih punya tim marketing untuk mempromosikan MaxyArt. Setiap orang mampir di stand kami. Tim marketing kami banyak mempromosikan MaxyArt dan berbincang kepada para pengunjung. Sementara saya tak mengerti pembicaraan mereka, terlalu cepat dan berbahasa Inggris, jadi saya hanya bergaya patung saja.”

Paulus melanjutkan, “Banyak acara-acara seperti seminar yang sebenarnya bisa saya ikuti untuk memperluas wawasan tentang pemasaran dan menjalin partnership, namun saya pikir datang pun juga akan percumah, karena saya tidak akan bisa mendengar apa yang dibicarakan. Maka saya memilih untuk surfing di internet saja, dan belajar secara mandiri dengan membaca bagaimana menumbuhkan bisnis dan pasar untuk MaxyArt.”

Berjalan secara bootstrap Paulus dan tim yakin bahwa apa yang ia bangun akan membawakan hasil yang membanggakan.

“Saya ingin jadi entrepreneur IT sukses, walaupun dengan keterbatasan yang saya miliki. Saya ingin membangun bisnis sepert startup sukses dan hebat dari Silicon Valley seperti Facebook, Twitter dan sebagainya. Bagi saya, sebagai penyandang tuna rungu tidak ada halangan untuk mencapai kesuksesan dalam startup,” pungkasnya.

]]>
https://dailysocial.net/post/maxyart/feed/ 0
Google Sosialisasikan “Tanya Aja Google App” https://dailysocial.net/post/tanya-aja-google-app/ https://dailysocial.net/post/tanya-aja-google-app/#comments Thu, 28 May 2015 13:15:25 +0000 http://dailysocial.net/?p=58069 Consumer Marketing Manager Google Indonesia Sandy Tantra / Google Indonesia

Berdiri sebagai sebuah perusahaan mesin pencari di awal mula karirnya, Google dewasa ini mewujud sebuah perusahaan teknologi raksasa yang mendunia. Menyadari perbedaan perilaku pengakses Internet di dunia saat ini, Google melakukan pendekatan yang berbeda untuk menyempurnakan produk Google Search yang menjadi tonggak sejarahnya.

Google melihat dua hal yang berbeda dari pencarian yang dilakukan di layanan mereka: pengguna mengetik kalimat pertanyaan yang lebih panjang, dan menggunakan gaya bahasa yang lebih kasual seperti berbicara dengan seorang teman. Hal tersebut lantaran pengadopsian teknologi menjadi mainstream dan keseharian tak lepas dari perangkat mobile yang dimiliki oleh masyarakat. Dalam kampanye “Tanya aja Google App”, Google akan mensosialisasikan keberadaan mesin pencari mereka yang semakin nyaman diakses.

“Perilaku pengguna turut berevolusi seiring penyesuaian teknologi yang juga terus berkembang. Hal ini yang tercermin dari mesin pencari Google yang mengalami perubahan yang sangat menarik. Dibandingkan dengan awal mula diciptakan, mesin pencari Google saat ini memiliki algoritma yang jauh lebih relevan, dan orientasi hasil yang lebih terpersonalisasi,” ucap Consumer Marketing Manager Google Indonesia Sandy Tantra, saat berdiskusi dengan tim DailySocial siang tadi (28/5).

Peran yang saat ini ingin dimainkan Google ialah keberadaan mesin pencari mereka yang mampu menjawab segala pertanyaan-pertanyaan dengan bahasa yang lebih santai dan bersahabat. Sandy mengungkapkan bahwa proses mengindeks menjadi jauh lebih baik, masyarakat dapat fokus memperkaya kualitas dari isi konten maupun produk, lalu setelahnya biarkan Google yang bekerja untuk mendistribusikannya.

“Google mengantisipasi fakta kalau Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan smartphone tertinggi, di mana netizen akan mengandalkan ponsel untuk menemukan informasi yang bisa membuat rutinitas mereka lebih mudah. Dari informasi mengenai model rambut yang tengah tren, hingga mencari resep untuk makan malam, kami sangat senang bisa menjadi bagian dari hal ini,” tutup Sandy.

Search 2.0_daily buddy (2)

]]>
https://dailysocial.net/post/tanya-aja-google-app/feed/ 0
Indonesia Termasuk Target Kegiatan Spionase Korporasi dan Pemerintahan di Dunia Maya https://dailysocial.net/post/indonesia-apt-30-fireeye/ https://dailysocial.net/post/indonesia-apt-30-fireeye/#comments Thu, 28 May 2015 12:50:55 +0000 http://dailysocial.net/?p=58047 / DailySocial

Dalam laporan APT 30 and the Mechanics of a Long-Running Cyber Espionage Operation yang dirilis oleh perusahaan keamanan digital FireEye, terungkap bahwa saat ini ada serentetan kegiatan spionase korporasi dan pemerintahan yang menyasar negara-negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Kegiatan spionase dunia maya tersebut dilakukan oleh kelompok yang disebut APT 30 dan sudah dimulai dari 2005 lalu.

FireEye Inc. adalah perusahaan keamanan jaringan yang berlokasi di Milipitas, California, Amerika Serikat. Pada dasarnya mereka menyediakan perlindungan terhadap tiap ancaman serangan cyber yang kerap terjadi di dunia maya, seperti serangan Advanced Persistent Threats (APT) dan Spear Phising.

Melalui laporan terbaru yang dirilis oleh FireEye, dipaparkan bahwa saat ini ada sebuah operasi intelijen siber yang menggunakan teknik Advanced Persistent Threat (APT) yang menyasar beberapa negara berkembang, khususnya di Asia Tenggara.

Ini bukan kali pertama FireEye berkampanye soal APT 30. Jika kita melakukan pencarian dengan kata kunci “APT 30″, bakal banyak ditemukan artikel yang mengarahkan soal temuan ini. FireEye bisa dibilang cukup getol memberikan informasi ini ke berbagai negara.

Diungkapkan oleh Chief Technology Officer FireEye for Asia Pasific Bryce Boland, indikasi awal terdeteksinya kegiatan spionase ini diawali dari semakin meningkatnya ancaman malware di Asia Tenggara tahun lalu. Ketika terungkap, kegiatan spionase yang dilakukan oleh kelompok APT 30 ini ternyata telah berjalan sejak tahun 2005 lalu. Menariknya, menurut Bryce, infrastruktur yang digukan saat melakukan penyerangan ternyata sangat konsisten, bahkan selama 10 tahun beroperasi.

“Sangat tidak biasa melihat sebuah kelompok kejahatan cyber beroperasi dengan infrastuktur yang sama selama satu dekade. Kebanyakan kelompok peretas yang melakukan serangan APT biasanya selalui menyesuaikan prosedur mereka secara berkala untuk menghindari terjadinya deteksi,” ujar Bryce.

Dalam penelusuran lebih jauh, kelompok APT 30 ini memiliki fokus serangan untuk daerah negara berkembang khususnya di kawasan Asia Tenggara dan India, termasuk Indonesia, yang diindikasikan menjadi target operasi serangan APT30. Melalui analisis yang dilakukan terhadap malware yang disebar oleh APT 30, terungkap pula bahwa mereka membidik informasi dan data sektor pemerintahan, perusahaan besar, hingga jurnanalis yang membawa isu politik, ekonomi, militer, wilayah sengketa, dan diskusi yang berhubungan dengan pemerintah Tiongkok.

Mengapa Tiongkok yang diindikasikan berada di balik kelompok peretas APT 30? Hal ini tak lepas dari kebutuhan dana yang besar untuk melakukan serangan cyber secara terus menerus. Selain itu, menurut Byrce ada tiga indikasi lain yang membuat pihak FireEye mencurigai pemerintahan Tiongkok berada di balik serangan ini.

“Pertama, kami memiliki intelijen yang bisa dipercaya. Kedua, infrastruktur dan tool yang digunakan berbahasa Mandarin. Ketiga, tool tersebut sangat identik dengan yang sering dipakai oleh kelompok-kelompok peretas asal Tiongkok,” ucapnya.

Dengan adanya indikasi ini, tentu banyak yang mempertanyakan apakah sistem keamanan cyber Indonesia begitu lemah, karena kegiatan spionase seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Tentu masih segar di ingatan bahwa sebelum ini pemerintah Indonesia sempat menjadi korban penyadapan ponsel oleh Australia.

Pihak FireEye sendiri berharap dengan mengungkap kegiatan APT 30 ini dapat membantu meningkatkan awareness organisasi-organisasi di Indonesia dalam mendekteksi ancaman yang terus berkembang ini. Selain itu, mereka juga menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia lebih jauh demi memerangi kegiatan spionasme APT 30.

“Kami berharap dengan informasi yang kami bagikan ini dapat meningkatkan awareness organisasi-organisasi di Indonesia untuk mulai mendeteksi, mencegah, menganalisis dan merespon dengan cepat kepada ancaman yang terus berkembang ini. Kami juga punya tim di sini (Indonesia), dan juga telah bekerja sama dengan pemerintah terkait dengan keamanan cyber,” ujar Bryce.

]]>
https://dailysocial.net/post/indonesia-apt-30-fireeye/feed/ 0
Penyebab Produk Terbaik Kalah Dalam Persaingan https://dailysocial.net/post/penyebab-produk-terbaik-kalah-dalam-persaingan/ https://dailysocial.net/post/penyebab-produk-terbaik-kalah-dalam-persaingan/#comments Thu, 28 May 2015 11:40:06 +0000 http://dailysocial.net/?p=58033 Beberapa alasan produk terbaik malah tumbang ketika bersaing / Shutterstock

Banyak yang beranggapan jika ingin memenangkan di sebuah persaingan produk tinggal membuat produk yang terbaik. Anggapan itu nyatanya tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan produk-produk terbaik malah tumbang dalam persaingan. Faktor-faktor seperti ketersediaan dana, tidak adanya pembaruan, distribusi yang lemah, dan terlalu perfeksionis bisa menjadi batu sandungan produk terbaik dalam memenangkan persaingan.

Pemikiran ini disampaikan oleh Nicolas Wittenborn dalam sebuah artikel di Medium. Ia menyoroti bagaimana produk terbaik tidak serta merta menjadi pemenang dari sebuah persaingan bisnis. Banyak kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan produk terbaik malah kalah dibanding produk lain yang turut bersaing. Berikut beberapa kondisi yang bisa mengakibatkan produk terbaik tumbang.

Mengabaikan efek jaringan

Likuiditas merupakan kunci untuk pasar, masyarakat dan segala sesuatu yang tumbuh di dalam jaringan. Pentingnya mendapatkan scale first yang signifikan tidak dapat di gambarkan. Terutama untuk tipe pemenangan ialah yang memenangkan semua kategori, mendapatkan critical mass first akan sering menghancurkan Anda.

Internasionalisasi yang lambat

Dewasa ini di dalam dunia yang saling terhubung Anda akan berhadapan dengan pesaing lokal segera setelah Anda membuktikan bisnis model Anda berjalan atau bahkan sebelum itu. Anda harus mulai melihat banyak pengikut yang memasuki pasar yang Anda.

Perfeksionis

Ekspektasi tinggi wajar jika Anda menyiapkan produk Anda sebaik mungkin. Tapi apakah memulainya dengan semua itu keputusan yang baik. Banyak dari orang-orang jatuh dan terjebak dalam kondisi terlalu berinvestasi dalam produk dan desain. Jangan lupa bahwa Anda masih bisa melakukan peluncuran lagi.

Kehilangan ketajaman

Mungkin Anda tidak akan pernah mendapatkan produk yang sempurna. Mungkin Anda sudah dekat, tapi pasar yang dinamis dan kebiasaan pengguna yang berubah mengharuskan Anda untuk terus memandang lurus ke depan. Pastikan Anda mengambil keputusan yang tepat sambil terus melakukan pembaruan secara berkala.

Distribusi yang lemah

Distribusi adalah kunci untuk bertahan hidup dari setiap startup. Namun banyak tim yang berfokus pada produk tidak mengakui hal ini. Terutama untuk produk besar yang mengkonversi lebih banyak hal baik dibanding produk medioker, mereka sebenarnya kehilangan kesempatan besar untuk mendapatkan distribusi yang proporsional.

Kurangnya pendanaan

Banyak dari bisnis yang terlalu fokus pada produknya terjebak dalam jalannya menuju sukses. Mungkin mereka tidak terlalu butuh dan menginginkan peningkatan modal, namun itu berarti memberikan kesempatan bagi kompetitor lain mendapatkannya dan mungkin mereka akan tumbuh lebih agresif.

]]>
https://dailysocial.net/post/penyebab-produk-terbaik-kalah-dalam-persaingan/feed/ 0
Startup Jungkir Balik Sendirian dalam Ekosistem Buruk di Daerah (Bagian 1) https://dailysocial.net/post/startup-jungkir-balik-sendirian-dalam-ekosistem-buruk-di-daerah-bagian-1/ https://dailysocial.net/post/startup-jungkir-balik-sendirian-dalam-ekosistem-buruk-di-daerah-bagian-1/#comments Thu, 28 May 2015 11:20:25 +0000 http://dailysocial.net/?p=58049 Startup di daerah jungkir balik tanpa dukung ekosistem yang baik / Flickr - Martin Fisch

Sebagai pendiri dan pemilik startup Social Lab (dulu bagian Discover Borneo) di Balikpapan, Kaltim, saya merasakan sendiri betapa beratnya membangun startup dalam ekosistem yang tidak mendukung. Pendanaan (funding) dan infrastruktur justru bukan masalah utama. Persoalan besarnya ada di mentor, promoter, network, inkubator, akselerator dan regulator. Investor justru belakangan. Faktor-faktor di atas saling terhubung secara mutual dalam sebuah ekosistem. Dan ekosistem inilah yang paling penting.

Startup sudah punya masalah sejak awal ketika mereka memilih produk atau jasa dan model bisnis. Bisnis digital sangat rawan hype. Ketika e-commerce booming, semua bikin toko online. Saat mobile app booming, ramai-ramai jadi mobile developer. Ketika bisnis buzzer gurih, semua bikin akun buzzer. Padahal belum tentu pilihan mereka tepat bila dilihat dari potensi market, kompetensi dan masa depan usaha. Apalagi startup mayoritas diisi anak-anak muda yang mudah terbujuk hype dan tren. Mereka mungkin sedang gandrung, tapi belum tentu punya passion. Punya passion, tapi belum tentu punya kompetensi. Punya kompetensi, belum tentu market-nya ada. Bisa jadi potensi user-nya terbuka lebar, tapi nilai bisnisnya kecil.

Ketika salah di langkah awal, langkah selanjutnya bisa sangat buruk. Apalagi sudah jadi keniscayaan bahwa setiap bisnis internet dan digital tempat tarungnya scope global, tingkat dunia. Minimal nasional. Dunia digital yang tanpa batas membuat standar penilaian kualitasnya juga borderless (tanpa batasan teritori). Sebuah produk buatan startup lokal di sisi user akan dibandingkan dengan produk serupa buatan sebuah perusahaan raksasa di Silicon Valley.

Ladang pertempurannya juga berdarah-darah karena mempertemukan pemain besar dengan pemain kecil — bahkan yang baru lahir. Sebagai industri kreatif, startup bisa dilakukan oleh siapa pun. Orang bodoh, orang pintar, orang kaya, orang miskin, bebas masuk dan memulai bisnis startup. Bisnis digital itu tempat tarung yang super sadis dan uang tidak jadi segala-galanya.

Awal mengenal dunia startup

Startup saya sendiri adalah korban hype ketika bisnis buzzer Indonesia sedang booming akhir 2000-an. Lewat akun Twitter informasi perkotaan @KotaBalikpapan, saya dan seorang teman memulai usaha buzzer. Tak ada satu pun dari kami yang tahu ini “barang apa”. Nekat saja pokoknya. Tanpa guru, tanpa promoter, tanpa inkubator. Yang dimiliki cuma network dan kompetensi bidang IT. Dalam hitungan minggu, kami sudah bisa meraba model bisnisnya dan agak percaya diri pergi ke prospect client dan investor.

Prospect client dan investor tingkat lokal juga bingung, ini ‘barang apa’. Yang mereka tahu, Twitter itu ‘barang mainan’ dan gratis. Kalau beriklan mereka lebih memilih ke media mainstream. Investor juga tidak mau ‘buang uang’ ke bisnis yang menurut mereka tidak jelas keuntungannya begini — dan kelihatannya lebih jelas main-main dan ruginya. Menurut mereka kami cuma anak muda yang sedang ikut-ikutan tren saja. Memang tidak salah, sih!

Padahal dari segi user, @KotaBalikpapan tumbuh sangat cepat. Sekarang followernya sudah 110.000 lebih dan jadi yang paling besar di Indonesia Tengah dan segera di Indonesia Timur juga. Padahal populasi Balikpapan hanya 600 ribu. Artinya dari segi user prospektif, tapi dari segi income dan investor buruk sekali.

Tapi apakah bila tak punya uang artinya harus berhenti di sini? Tidak. Apalagi anak muda (yang katanya) pantang menyerah. Maka datanglah ke bank cari kredit. Gampang sekali dapatnya. Nah, sekarang punya uang (agak banyak juga), punya user, tapi tetap tak punya income (client). Padahal cicilan dan bunga jalan terus setiap bulan.

Kondisi ini masih diperparah dengan nihilnya kompetensi dan pengalaman kami memiliki dan mengelola perusahaan. Perusahaan ini mau dikelola seperti apa, tidak ada yang bimbing. Akhirnya trial and error, dan otomatis menguras biaya. Sampai pada titik kami makin tercekik dengan cicilan itu di saat income tidak juga membaik.

Pilihannya jadi sangat sulit. Kalau bisnis ini ditutup, utang bank tetap jalan. Cari investor, mereka tidak paham bisnisnya. Terus dijalankan, income juga tidak membaik. Tapi akhirnya kami pilih terus dijalankan karena Rp 1 dikurang Rp 1 juta (tetap berjalan) itu lebih baik dibandingkan Rp 0 dikurang Rp 1 juta (ditutup).

Titik balik

Katanya posisi terjepit itu membuat orang jadi kreatif. Itu terjadi pada kami yang harus mengubah “bencana” ini jadi berkah. Kawan saya yang mengurus perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran. Saya yang mengurus operasional langsung banting setir. Tak bisa hanya mengandalkan buzzer dan pasar lokal.

Dari segi produk, saya memperluas jenis produk/jasa dengan scope lebih luas ke social commerce developer dan consultant, big data analytics, business intelligence, reputation management, dan trainer. Geraknya jadi lebih leluasa. Sebagai orang yang juga bekerja di surat kabar, saya punya kompetensi dan pengalaman di bidang komunikasi dan konten. Sementara di bidang IT, saya sudah punya pengalaman sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Dari segi market, saya berhenti cari klien di Balikpapan. Saya merambah ke Jakarta dan ikut dalam lelang pekerjaan freelance di Internet secara global. Satu per satu uang datang dan brand-brand besar skala nasional dan internasional jadi klien. Sekarang income-nya bisa buat menjalankan dan mengembangkan usaha serta bernafas sampai 3-4 tahun ke depan. Dari keseluruhan omzet, 90% datang dari Jakarta, 7% internasional, dan 3% lokal.

Saya sampaikan ke teman saya, “Kenapa juga kita dari dulu habis waktu, tenaga, dan uang di pasar lokal yang nggak paham dan nggak ada duitnya begini? Padahal dapat uang di Jakarta jauh lebih mudah dan sangat besar size-nya.”

Kisah pengalaman saya di atas adalah cerminan betapa rentannya para startup bila tak didukung dalam ekosistem yang baik. Startup yang dijalankan anak-anak muda — terutama di daerah — yang minim pengalaman berbisnis dan mengoperasikan perusahaan, berhadapan dengan potensi yang sangat besar tewas di tengah jalan. Akhirnya bisnis digital dan Internet dianggap hype, sesuatu yang dilebih-lebihkan tapi nilainya rendah.


Tulisan ini disadur dari artikel aslinya dengan penyuntingan tanpa mengurangi maksud.

Hilman Fajrian adalah Digital Director Social Lab dan Discover Borneo, serta Direktur Bisnis Koran Kaltim. Berpengalaman di industri e-commerce sejak tahun 1998 dan mulai tahun 2010 menggeluti sektor social commerce. Kontak: hilman(at)soclab.co

]]>
https://dailysocial.net/post/startup-jungkir-balik-sendirian-dalam-ekosistem-buruk-di-daerah-bagian-1/feed/ 0
Uji Coba GrabBike Catat 8000 Pesanan dalam Seminggu https://dailysocial.net/post/grabbike-8000-pesanan/ https://dailysocial.net/post/grabbike-8000-pesanan/#comments Thu, 28 May 2015 10:55:12 +0000 http://dailysocial.net/?p=58053 Group Vice President Marketing Grab Taxi Cheryl Goh / GrabBike

Minggu lalu GrabBike resmi beroperasi di sebagian wilayah Jakarta, mengizinkan para penggunanya mendapatkan layanan transportasi motor secara gratis di lokasi penjemputan sekitaran Kuningan-Setiabudi untuk perjalanan ke penjuru ibukota. Skema tersebut mencatatkan delapan ribu pesanan selama tujuh hari sejak pertama kali beroperasi. Kini GrabBike dikabarkan siap melayani seluruh warga Jakarta sepenuhnya.

Mulai hari ini (28/5), GrabBike memberikan penawaran satu tarif senilai Rp 5.000 untuk penjemputan dan pengantaran ke mana saja di area Jakarta. Diwakili oleh Group Vice President Marketing Grab Taxi Cheryl Goh, pihaknya mengharapkan lebih banyak orang yang berpartisipasi dalam menguji penggunaan aplikasi yang masih di fase beta ini melalui program “goceng” tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga Jakarta yang dengan begitu cepat dan antusias memanfaatkan aplikasi GrabBike guna mendapatkan ojek yang lebih aman. Namun kami pun mendengar permintaan warga Jakarta di luar area Setiabudi dan Kuningan untuk mendapatkan kesempatan yang istimewa menikmati GrabBike. Itu sebabnya mulai hari ini hingga 10 Juni kami berikan kesempatan istimewa itu bagi seluruh warga Jakarta,” papar Cheryl.

Dari apa yang telah kami bahas sebelumnya, GrabBike memungkinkan penumpangnya untuk tidak perlu repot mencari layanan ojek dari pinggir jalan ataupun tawar-menawar tarif dengan mempersingkat pemesanan melalui aplikasi di smartphone. Penumpang dapat mengetahui tarifnya dan kemudian menerima informasi mendetil tentang pengemudi yang akan menjemputnya, saat pemesanan telah dikonfirmasi. Seluruh perjalanan juga dapat dilacak secara langsung sehingga orang-orang terdekat dapat memantau berkat fitur Share My Ride.

GrabBike mengklaim mampu menjanjikan keamanan dan kenyamanan lebih baik dari kompetitor mereka.

“Para pengemudi dan penumpang kami seluruhnya mendapat perlindungan asuransi, di mana ini adalah yang pertama kali diterapkan dalam industri ini. Keamanan selalu menjadi fokus utama kami, dan ini berlaku juga untuk pengemudi dan penumpang kami. Kami ingin semua yang menggunakan layanan kami betul-betul terlindungi,” tambah Cheryl.

]]>
https://dailysocial.net/post/grabbike-8000-pesanan/feed/ 0
Bagaimana Perusahaan B2B Adopsi Strategi Pemasaran Sosial https://dailysocial.net/post/perusahaan-b2b-strategi-pemasaran-sosial/ https://dailysocial.net/post/perusahaan-b2b-strategi-pemasaran-sosial/#comments Thu, 28 May 2015 08:05:29 +0000 http://dailysocial.net/?p=58041 Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam pemasaran sosial / Shutterstock

Strategi pemasaran dewasa ini sudah mulai mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu sarananya. Hal ini juga termasuk dengan strategi pemasaran di perusahaan yang bergerak di bidang B2B. Mereka harus mulai mengadopsi strategi pemasaran sosial untuk tetap bersaing dengan para kompetitornya.

Sales Director Oracle Cloud CRM Asia Pasifik Atul Tuli mencoba memaparkan beberapa tips untuk  perusahaan B2B dalam mengoptimalkan strategi pemasaran  yang memaksimalkan media sosial untuk menciptakan strategi pemasaran sosial yang komprehensif dan terintegrasi. Berikut adalah sembilan prinsip dasar yang harus diperhatikan.

Kenali yang Anda ajak bicara

Untuk memastikan produk Anda dipasarkan tepat sasaran Anda harus tahu betul siapa yang Anda ajak bicara. Jika Anda beranggapan “siapapun yang mungkin tertarik dengan produk saya”, berarti Anda sudah dalam tahapan frustrasi. Ketahui dan kenali siapa yang ingin Anda prospek dan masuki dunia digital mereka.

Manfaatkan media sosial untuk menawarkan

Pastikan Anda memanfaatkan media sosial untuk menawarkan sesuatu yang prospek Anda butuhkan atau inginkan. Mereka tidak terlalu peduli dengan perusahaan Anda. Yang terpenting bagi mereka adalah mereka mampu menyelesaikan masalah dan memudahkan hidup serta pekerjaan mereka. Berbicaralah mengenai hal tersebut dengan memanfaatkan media sosial.

Pastikan konten Anda berpengaruh pada target pasar

Anda harus terus memastikan apakah konten yang Anda berikan berpengaruh pada target pasar atau tidak. Apakah mereka beraksi terhadap itu ? Apakah mereka mengkonsumsinya ? atau bahkan mereka membiarkannya lewat begitu saja. Anda harus memastikannya. Jangan terus memberikan konten-konten yang tidak mengena.

Cari manajer yang ahli menjalankan strategi media sosial

Anda haru mencari dan mempekerjakan manajer dan ahli dan berbakat dalam menjalankan strategi media sosial Anda dan lengkapi mereka dengan teknologi sosial untuk memaksimalkan kemampuan mereka. Jika diibaratkan brand Anda adalah seseorang, maka manajer Anda adalah orang itu. Jadi sangat penting memperkerjakan orang yang tepat untuk posisi ini.

Selalu pantau feedback dari target pasar Anda

Selalu dengarkan feedback atau sinyal dari target pasar Anda sesering mungkin. Anda sebaiknya juga ikut senang jika mendapatkan sesuatu. Pastikan selalu memberikan respon dengan cepat dan membangun, meskipun respon balasannya negatif.

Jadi panutan di sektor Anda

Usahakan selalu memberikan informasi atau mengajari sesuatu hal yang mungkin tidak diketahui oleh orang-orang yang Anda prospek, dengan begitu posisi Anda di dalam pikiran mereka pun akan meningkat. Anda bisa dikategorikan sebagai panutan dalam industri atau sektor bisnis yang Anda geluti.

Konsisten

Jika Anda mulai dengan menerbitkan post di media sosial pastikan Anda “bertanggung jawab” terhadapnya, jangan langsung  menghilang. Jika Anda menerbitkan postingan blog, pastikan postingan itu diperbaharui secara berkala. Jangan tinggalkan kesan bahwa Anda egois dan hanya posting sewaktu mood Anda sedang baik.

Informasikan usaha pemasaran melalui media sosial

Integrasi dewasa ini sangat berperan penting. Pastikan gunakan media sosial untuk menginformasikan semua usaha pemasaran Anda. Itu yang diinginkan perusahaan, meskipun kenyataannya tidak mudah. Jalinlah kerja sama dengan partner teknologi yang bisa menuntun Anda menuju pemasaran modern yang sesunnguhnya.

Sabar

Beberapa cara pemasaran memang membutuhkan kesabaran. Penjualan B2B itu merupakan sebuah proses, dan tidak akan ada yang bisa bergerak secapat yang diharapkan. Media sosial tidak akan langsung memberikan dampatk yang signifikan. Sambil tetap bersabar, Anda harus tetap menjaga konsistensi, tekad, dan tetap stabil. Prospek B2B ini memang sebuah lahan yang sulit itu dimasuki. Meskipun demikian B2B ini berisi orang-orang yang sibuk dengan tumpukan proposal dan proses persetujuan, jadi nilai tetap bisa diberikan dan hubungan bisa dibangun melalui strategi pemasaran sosial.

]]>
https://dailysocial.net/post/perusahaan-b2b-strategi-pemasaran-sosial/feed/ 0
Sola Interactive Kembangkan Aplikasi eBCC untuk Solusi Sistem Industri Kelapa Sawit https://dailysocial.net/post/sola-interactive-ebcc/ https://dailysocial.net/post/sola-interactive-ebcc/#comments Thu, 28 May 2015 04:33:13 +0000 http://dailysocial.net/?p=58027 Sola Interactive kembangkan aplikasi untuk industri kelapa sawit / Shutterstock

Konsultan piranti lunak Sola Interactive menelurkan eBCC, sebuah aplikasi yang ditujukan untuk membantu proses pelaporan dan manajerial di sektor industri kelapa sawit. Sama seperti teknologi pada umumnya, aplikasi eBCC menawarkan kecepatan, keakuratan, dan ketepatan dalam pengelolaan bisnis kelapa sawit dengan mengandalkan beberapa media, seperti aplikasi berbasis Android dan web.

Disampaikan oleh pimpinan Product Development Sola-Interactive Dennis Wu, aplikasi eBCC dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang sering dihadapi di perkebunan kelapa sawit terkait pelaporan informasi transportasi dan hasil panen yang sering tak tepat waktu. Salah satu cara Sola Interactive mengurangi permasalahan waktu ini dengan menghadirkan aplikasi yang dapat dijalankan di ponsel berbasis Android.

Melalui aplikasi Android, Sola Interactive mencoba mengeksplorasi semua fitur yang ada di ponsel Android untuk menunjang kegiatan di industri kelapa sawit. Sola mengembangkan eBCC dilengkapi dengan fitur-fitur seperti mencatat hasil panen dan transportasi dengan menambahkan fitur lokasi dengan GPS serta memanfaatkan foto untuk media verifikasi. Semua data tersebut nantinya akan diunggah dan disinkronisasikan ke sistem pusat perusahaan sehingga perusahaan mendapat semua informasi terbaru dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu seperti yang terjadi saat menggunakan proses manual.

sola

Selain merekam semua data tentang panen dan transportasi di perkebunan, rangkaian aplikasi eBCC juga mencakup server data back end dan tampilan web yang saling terhubung. Pemanfaatan dokumen digital dan proses sinkronisasi ini meminimalisir beberapa hal sekaligus, seperti penggunaan kertas, kesalahan input manual, serta mengoptimalkan waktu kerja.

eBCC sejauh ini dikembangkan berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Triputra Agro Persada, salah satu klien Sola Interactive. Dennis, dalam percakapannya kepada tim Dailysocial, berharap di tahun ini aplikasi eBCC ini dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak perusahaan di industri perkebunan kelapa sawit yang secara umum memiliki masalah dengan digitalisasi data dan pelaporan secara real time.

]]>
https://dailysocial.net/post/sola-interactive-ebcc/feed/ 0
Jualio Tawarkan Layanan Jual Beli Online Melalui Media Sosial https://dailysocial.net/post/jualio/ https://dailysocial.net/post/jualio/#comments Thu, 28 May 2015 01:00:52 +0000 http://dailysocial.net/?p=58012 Founder

Penggunaan media sosial kini menjadi melebar dan tidak hanya sekedar menjadi media komunikasi saja, namun dapat menjadi sebagai media promosi atau menjual produk dan jasa. Melihat kesempatan tersebut, muncul pemain e-commerce baru Jualio yang berusaha mengoptimalkan peluang ini. Jualio sendiri sejatinya adalah platform jual beli online, hanya saja mekanismenya transaksinya melalui media sosial.

Layanan Jualio dibangun oleh dua orang, yaitu Nukman Luthfie dan Fahmi Bafadal. Nukman menjabat sebagai CEO dan Fahmi berperan sebagi CTO yang fokus untuk membangun sistem demi memberikan kemudahan bertransaksi via media sosial yang menjadi keunggulan layanan Jualio ini.

Layanan Jualio sendiri saat ini masih berstatus beta dan baru melakukan soft launching pada hari Rabu 27 Mei 2015 kemarin di Jakarta Digital Valley. Jualio juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Telkom Divisi Digital Business yang diwakili oleh General Manager Telkom Divisi Digital Business Achmad Sugianto. Dengan adanya kerja sama ini, menurut Nukman, produk-produk Indigo Incubator milik Telkom nantinya akan memanfaatkan Jualio sebagai salah satu media pemasaran produk mereka.

Penandatangan MoU antara Jualio dan Telkom / DailySocial

Jualio dan Strategi Bisnis

Meskipun industri e-commerce di Indonesia sudah penuh dengan kehadiran para pemain besar, namun bukan berarti peluangnya tertutup sama sekali. Ruang untuk tumbuhnya pun sebenarnya masih luas. Nukman sendiri mengungkapkan bahwa besarnya transaksi online melalui e-commerce di Indonesia, jika dibandingkan dengan transaksi offline, nilainya bisa dibilang masih kecil.

Nukman mengatakan, “Sekarang ini transaksi online melalui e-commerce masih lima persen dari transaksi offline di Indonesia sehingga ruangnya masih terbuka lebar. Tapi, kalau melahirkan (layanan) yang sama dengan (layanan) yang sudah ada (merujuk pada e-commerce besar seperti Zalora, Tokopedia, dan Lazada), pasti berat. Salah satu alasannya karena (startup baru) butuh mengeluarkan investasi yang tidak sedikit nanti, seperti untuk akuisisi user misalnya.”

Berangkat dari sanalah ia melirik layanan media sosial yang dahulu hanya dianggap sebagai media komunikasi antar teman saja dan berjualan melalui media sosial adalah hal yang tabu. Seiring berjalannya waktu, perusahaan besar mulai memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualannya. Tren yang berkembang saat ini pun banyak akun perorangan yang memanfaatkan media sosial untuk berjualan.

Masalah yang timbul saat menggunakan akun media sosial untuk berjualan adalah keamanan bertransaksi. Menurut Nukman, hal inilah yang coba dipecahkan olehnya dengan menghadirkan layanan Jualio. Nukman mengklaim bahwa layanannya ini aman karena semua transaksi akan melalui Jualio terlebih dahulu, dari ketika barang dipesan pembeli hingga nanti saat barang dari penjual sudah di tangan pembeli.

Gampangnya ini adalah versi Tokopedia yang munculnya (produk yang dijual) di-sorting akun media masing-masing” ujar Nukman.

Untuk menggunakan layanan Jualio sendiri terbilang mudah. Ketika ditunjukkan demo penggunaan, setelah masuk ke platform, penjual hanya perlu memilih dan menghubungkan media sosial yang apa yang akan dijadikan sarana berjualan. Kemudian ia akan diminta untuk memasukkan sejumlah informasi, seperti jumlah barang, dan harga produk. Setelah itu baru di-submit.

Produk yang di-submit secara otomatis akan terposting di akun media sosial yang dipilih oleh penjual. Di akun media sosial tersebut, tautan yang terhubung ke platform Jualio akan memiliki identitas jual.io. Saat ini, ada tiga media sosial yang tersambung ke Jualio, yakni Twitter, Facebook, dan Instagram.

Untuk produk yang dijual secara garis besar dapat dibagi jadi dua, yaitu produk digital dan produk non-digital. Produk seperti e-book, foto, ilustrasi, komik, dan lagu masuk ke kategori produk digital. Sedangkan produk seperti tiket, barang baru ataupun bekas, buku, kaos, dan merchandise masuk ke kategori produk non-digital.

Pembagian kategori tersebut bertujuan demi memudahkan fee transaksi yang dikenakan. Untuk kategori produk non-digital, harga barang di bawah Rp 500.000 hanya dikenakan Rp 15.000 per transaksi (+2,5% jika pembeli menggunakan kartu kredit), di atas Rp 500.000 sampai Rp 10.000.000 hanya Rp 25.000 pertransaksi (+2,5% jika pembeli menggunakan kartu kredit), dan di atas Rp 10.000.000 hanya Rp 50.000 per transaksi (+2,5% jika pembeli menggunakan kartu kredit).

Untuk metode pembayarannya, saat ini Jualio sudah mendukung pembayaran melalui Bank Transfer, Internet Banking, E-Wallet, Credit Card, Counter (Kartuku) dan sedang mengupayakan untuk metode pemotongan pulsa.

Terkait dengan rencana ke depan, Nukman menjelaskan, “Saat ini kita mau fokus biar bisa lepas status beta kita dulu deh. Soalnya sekarang Jualio masih ada di tahap satu, yang fokus pada transaksi untuk produk corporate dan kita masih mendekati pemilik akun media sosial yang memang dapat dipercaya. Pada tahap selanjutnya, baru Jualio akan dibuka untuk publik.”

Menggunakan layanan Jualio sendiri saat ini memang baru bisa melalui undangan. Meskipun demikian, Nukman mengklaim bahwa kini sudah ada tak kurang dari 100 undangan yang sudah masuk ke dalam daftar waiting list untuk mencoba layanan Jualio miliknya.

]]>
https://dailysocial.net/post/jualio/feed/ 0
Cisco Paparkan Sepuluh Hal Yang Dapat Mendorong Terealisasinya Smart City di Tanah Air https://dailysocial.net/post/cisco-smart-city/ https://dailysocial.net/post/cisco-smart-city/#comments Wed, 27 May 2015 13:10:38 +0000 http://dailysocial.net/?p=58007 Realisasi smart city memberikan efisiensi perkembangan ekonomi Indonesia / Shutterstock

Sebagai ibukota negara dan pusat ekonomi Indonesia, Jakarta harus menghadapi isu seperti kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk, polusi, sumber daya unggul, infrastruktur, hingga tuntutan pertumbuhan ekonomi dunia. Teknologi yang kini semakin berkembang adopsinya secara perlahan mampu membawa sebuah transformasi untuk menghubungkan berbagai hal dengan medium internet. Dan disadari ataupun tidak kini teknologi internet tersebut sudah menjadi bagian penting pertumbuhan ekonomi yang cukup dominan.

Digitalisasi dalam bentuk adopsi teknologi dan konektivitas internet tengah mentransformasi industri, komunitas dan negara dengan meningkatkan efisiensi, jangkauan layanan, inovasi, peningkatan produktivitas dan penghematan biaya. Bank Dunia dalam risetnya juga menyatakan bahwa 10 persen peningkatan konektivitas broadband dapat meningkatkan Gross Domestic Product (GDP) dari sebuah negara hingga 1,5 persen.

Untuk menggarisbawahi pentingnya konektivitas broadband, Rencana Pita Lebar Indonesia digerakkan. Rencana pengembangan pita lebar (broadband) ini menargetkan lima sektor, yaitu e-Pemerintahan, e-Kesehatan, e-Pendidikan, e-Logistik, dan e-Pengadaan. Rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses broadband di wilayah perkotaan dan mewujudkan impian terwujudnya smart city.

Konektivitas broadband dan digitalisasi merupakan langkah pertama untuk membangun smart city dan komunitas yang saling terhubung. Untuk mengakselerasi transformasi ini, berikut adalah 10 hal yang perlu dipegang oleh organisasi dan komunitas untuk mendorong pembangunan smart city di Indonesia yang dipaparkan oleh Cisco Indonesia:

Pilih pemimpin yang memiliki visi

Tokoh panutan yang tepat dapat menjadi katalis untuk dapat mengatasi semua tantangan lain yang ada dalam evolusi yang rumit menuju smart city. Langkah pertama ini, bahkan, merupakan langkah yang penting dan harus menjadi hal pertama yang dilakukan.

Lebih dari sekedar rencana

Inisiatif perencanaan yang telah dilakukan oleh banyak kota-kota yang disurvei oleh Cisco merupakan langkah pertama yang signifikan. Namun, mereka harus menggerakan rencana tersebut menjadi tindakan. Proses tersebut mencakup meninggalkan birokrasi yang rumit dan mendapatkan visibilitas dan input yang lebih luas dari warga, bisnis dan penyedia teknologi dan solusi untuk smart city.

Mulai proyek percobaan yang membuktikan nilai dari perencanaan yang lebih besar

Upaya perencanaan akan membantu untuk benar-benar memahami bagaimana berpikir dalam skala besar dengan evaluasi yang menyeluruh dan juga menarik kepercayaan para pemangku kepentingan. Namun proyek percobaan yang dilaksanakan dengan hati-hati, dengan estimasi biaya, keuntungan dan analisa ROI (Return of Invesment) yang sederhana untuk tiap proyek akan membangun jalan menuju kesuksesan terhadap rencana yang lebih besar.

Pahami biaya dan keuntungannya

Hasil survei Cisco menunjukkan bahwa kota-kota ini memahami manfaat dari smart city dalam skala global, namun mereka tidak memahami bagaimana cara menterjemahkan keuntungan tersebut ke dalam  metrik-metrik yang spesifik untuk diterapkan di kota mereka, mau pun memiliki model atau tools untuk melakukan hal tersebut. Terlebih lagi, merupakan hal yang jelas bahwa kota memerlukan estimasi biaya yang lebih ketat jika berbicara mengenai proyek-proyek smart city. Kekurang-pahaman mereka dapat dimaklumi, karena banyaknya jajaran teknologi yang berbeda-beda yang memasuki ranah smart city, dengan kerumitan yang melebihi pemahaman teknologi kota mana pun, baik besar mau pun kecil.

Pertimbangkan pilihan-pilihan pendanaan yang tersedia

Meskipun obligasi pemerintah dan pilihan pendanaan serupa merupakan pilihan yang umum, banyak kota nampaknya tidak menyadari akan pilihan pendanaan lain yang lebih baik yang tersedia untuk upaya pembangunan smart city. Banyak mekanisme pendanaan inovatif yang relatif baru saat ini telah tersedia, namun belum banyak diketahui. Dengan pilihan yang berbeda untuk pengadaan teknologi, misalnya, kota-kota dapat beralih ke model bisnis yang mendefinisikan proyek-proyek pembangunan smart city ini sebagai pengeluaran operasional, dibandingkan dengan pengeluaran modal.

Tingkatkan dukungan internal

Untuk meringankan hambatan internal dan kurangan tata-kelola lintas vertikal, penting bagi kota untuk menciptakan tim lintas-departemen untuk membantu mengumpulkan sumber-sumber pendanaan dan menyamakan prioritas dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis. Sebagai contoh, dalam perjalanan menuju smart city, kota akan memiliki banyak kesempatan untuk menciptakan ekosistem untuk menyelesaikan masalah-masalah per departemen sekaligus, dan kesempatan-kesmpatan ini dapat membantu menciptakan efisiensi yang signifikan di berbagai tingkatan.

Pertimbangkan pilihan teknologi yang ada.

Solusi smart city berbasis cloud yang menghadirkan efisiensi secara ekonomi sudah tersedia saat ini. Dan tipe solusi-solusi ini juga memberikan efisiensi dalam hal sumber daya manusia, karena tenaga ahli eksternal dapat menjadi perpanjangan dari tim TI internal hanya dengan sedikit tambahan investasi. Bilamana memungkinkan, manfaatkan Smart Regulation dan Open Architecture untuk membantu memitigasi kekhawatiran akan interoperabilitas.

Mulai memobilisasi teknologi

Mobilitas sebagai pendorong realisasi smart city / Shutterstock

Kurangnya aplikasi yang dirancang untuk komunikasi mobile akan menjadi masalah bagi kota. Penggunaan mobile tengah meningkat drastis, dan bisnis, turis, dan pengunjung yang mengerti teknologi akan mengharapkan komunikasi mobile dari kota tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Belajar dari yang lain

Kota-kota di seluruh dunia sudah mulai beramai-ramai mengambil inisiatif menuju smart city, dan mereka bersedia untuk berbagi pengalaman mereka. Banyak anggota dari Smart City Council, sebagai contohnya, sudah berbagi wawasan-wawasan mereka.

Temukan rekanan yang tepat

Alat, sumber daya, dan keahlian yang tepat dapat membantu kota untuk setiap langkah yang disebutkan di sini. Dengan kemitraan yang tepat, para pejabat pemerintahan dapat meraih dukungan yang mereka perlukan untuk dengan cepat berevolusi dan merealisasikan keuntungan smart city yang tersedia untuk mereka.

Country Manager Cisco Indonesia Sancoyo Setiabudi dalam sambutannya turut menanggapi rencana jangka panjang tersebut. Ia mengatakan:

“Dengan menciptakan ekosistem yang saling terhubung, terdapat kesempatan yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong inovasi, bahkan meningkatkan pemanfaatan energi. Untuk merealisasikan visi pemerintah atas Indonesia yang saling terhubung memerlukan jaringan broadband gigabit yang berjangka, aman, kompetitif, dan berkesinambungan. Koneksi-koneksi ini akan mentransformasi bagaimana masyarakat Indonesia bekerja, sampai dengan layanan masyarakat yang dapat mereka akses dan proses pembelajaran generasi terdepan.”

]]>
https://dailysocial.net/post/cisco-smart-city/feed/ 0