DailySocial https://dailysocial.net Indonesian Tech-Startup Media Sat, 01 Aug 2015 02:00:28 +0000 en-US hourly 1 Belajar Dari Penutupan Startup Pencarian Jasa Asisten Rumah Tangga Homejoy https://dailysocial.net/post/belajar-dari-penutupan-startup-pencarian-jasa-asisten-rumah-tangga-homejoy/ https://dailysocial.net/post/belajar-dari-penutupan-startup-pencarian-jasa-asisten-rumah-tangga-homejoy/#comments Sat, 01 Aug 2015 02:00:28 +0000 http://dailysocial.net/?p=60453 / Shutterstock

Salah satu startup yang dulu sempat menjadi kesayangan di Silicon Valley, Homejoy, beberapa waktu yang lalu mengumumkan penutupan layanan mereka. Homejoy adalah startup yang fokus sebagai penyedia jasa pembantu kegiatan domestik (rumah tangga). Menariknya di Indonesia juga telah berkembang bisnis yang serupa, mulai dari Cabara, Pembantu.com, Seekmi, hingga Tukang Bersih.

Laju perkembangan teknologi di Indonesia sejatinya telah membuka banyak peluang baru dalam dunia bisnis Indonesia. Lihat saja industri e-commerce yang begitu booming saat ini. Pemanfaatan teknologi pun seolah menjadi tak terbatas dengan merambahnya mereka ke segmen bottom of pyramid seperti 8Villages, e-Fishery, Ruma, dan yang paling hangat adalah Go-Jek dan GrabBike.

Tapi, ada satu lagi industri yang memberdayakan segmen bottom of pyramid, yang kini mulai menjamur, yakni mereka yang membantu dalam mencari jasa ART. Pemainnya pun sudah cukup ramai, ada Cabara, Pembantu.com, Seekmi, hingga Tukang Bersih yang merupakan anggota Ecocare Company dan didukung oleh PT Indocare Pacific yang memiliki pengalaman 25 tahun di bidang ini. Dengan penutupan layanan Homejoy, yang semula disukai di Silicon Valley, saya rasa ada beberapa pembelajaran yang bisa dipetik dari sana.

Subsidi harga yang berujung pada penutupan layanan

Berdasarkan tulisan Forbes, Homejoy menutup layanan mereka karena pelanggannya sudah tidak lagi memesan melalui platform mereka. Di awal, Homejoy memberikan harga promosi kepada calon penggunanya dengan selisih harga yang menarik jika dibandingkan harga jasa pembersihan di daerah sekitar. Namun ketika program promosi tersebut berhenti, ternyata pelanggan juga berhenti untuk memanfaatkan layanan ini.

Menurut CEO Homejoy Adora Cheung, faktor penentu penutupan layanannya adalah masalah hukum yang menerpa layanannya. Tapi, jika ditelusuri kembali, ada lebih banyak masalah internal yang menyebabkan layanan mereka tutup. Salah satunya adalah rendahnya retensi pelanggan mereka, yang merupakan imbas dari program promosi yang bertujuan untuk mengikat lebih banyak pelanggan. Menurut salah satu mantan karyawan Homejoy, model akuisisi pelanggan dan buruknya retensi mereka adalah hal yang benar-benar membunuh Homejoy.

Di Indonesia, berdasarkan penelusuran yang saya lakukan, tak banyak layanan serupa yang memberikan program promosi layaknya Homejoy. Hanya TukangBersih yang saya temukan memberikan program membership dengan menawarkan potongan hingga 40 persen. Itu pun untuk jangka panjang dan bukan program promosi layaknya Homejoy.

Menariknya, program seperti ini justru terjadi di layanan lain, yaitu Go-Jek dan GrabBike. Imbasnya yang terasa, kualitas salah satu layanan untuk mendapatkan tukang ojek terdekat di sekitar menurun, apalagi di jam-jam sibuk Jakarta.

Pelatihan tenaga kerja dan legalitas hukum

Jika memberdayakan segmen bottom of pyramid, ada satu tantangan yang sudah pasti harus dihadapi para pemainnya, yakni tenaga kerja yang tak terlatih. Yang saya maksud di sini adalah dari berbagai aspek, bukan hanya kemampuan teknologi saja. Untuk layanan seperti Go-Jek, GrabBike, 8Villages, dan eFishery edukasi mungkin akan sangat berkaitan dengan teknologi, tetapi bagaimana dengan jasa layanan domestik?

Salah satu penyebab penutupan Homejoy berkaitan erat dengan tenaga kerja mereka sendiri. Homejoy mengalami dilema untuk melatih tenaga kerja mereka dan hal ini berujung pada misklasifikasi yang membawa mereka pada tuntuan hukum di sana.

Saya tak tahu banyak mengenai regulasi di Indonesia mengenai tenaga kerja ART. Satu hal yang pasti, ART di Indonesia masih sering terlibat dengan kasus hukum, mulai dari penculikan, penyiksaan oleh majikan, hingga, mungkin, pencurian benda berharga. Selain itu tak sedikit pula yang mengatakan sering mendapat ART dengan keahlian yang kurang memuaskan dalam urusan housekeeping.

Masalah tersebut paling sering kita dengar gaungnya dari tetangga kita, yang seringa mengeluhkan kualitas Tenaga Kerja Indonesia, biasanya ART, tidak sesuai harapan mereka. Ini selalu berujung pada masalah hukum. Hal-hal seperti ini lah yang akan menjadi tantangan bagi startup pencarian ART di Indonesia, yakni melatih tenaga kerja mereka menjadi profesional dan terhindar dari masalah hukum.

Mengejar pertumbuhan di tempat yang salah

Seperti yang pernah kami sampaikan, hubungan antara startup dengan investor bisa menjadi rumit. Seperti kebanyakan startup lainnya, Homejoy pernah memperoleh pendanaan yang terbilang cukup besar, yakni $38 juta di tahun 2013. Dengan besarnya pendanaan tersebut, tuntutan untuk tumbuh pun sangat berat dirasakan.

Sayangnya, sepertinya ini tak disikapi secara bijak oleh Homejoy. Dengan tekanan untuk tumbuh, mereka mulai berekspansi ke berbagai wilayah dengan cepat, malah bisa dibilang terlalu cepat. Homejoy berekspansi ke 30 kota hanya dalam jangka waktu enam bulan.

Di tiap pasar yang baru mereka masuki, Homejoy selalu menjalankan program diskon layaknya Groupon dan LivingSocial di situs mereka sendiri. Ketika program tersebut berhenti, masalah-masalah seperti yang sudah saya sebutkan di atas pun mulai naik ke permukaan. Tak banyak yang kembali untuk menggunakan jasa mereka.

Diungkapkan oleh salah seorang mantan pegawai Homejoy yang dikutip Forbes:

Melihat ke belakang, rasanya itu tak masuk akal. Jika bisnis inti Anda tidak bekerja di sini (daerah asal), mengapa memperluas ke pasar yang baru?

Jika melihat kondisi di Indonesia, saya rasa ini masih belum banyak terjadi, khusunya untuk layanan yang serupa dengan Homejoy. Lain cerita dengan Go-Jek, yang sudah mulai berekspansi. Seperti yang dijelaskan oleh mantan karyawan Homejoy, jika bisnis inti tidak bekerja di daerah asal, buat apa memperluas ke pasar yang baru.

Mengejar pertumbuhan memang penting, namun elemen lain seperti keuntungan, retensi pengguna, legalitas layanan rasanya perlu menjadi bahan pertimbangan. Bukan tidak mungkin startup yang menyasar bottom of the pyramid akan berakhir sama dengan Homejoy. Apalagi di Indonesia yang masih punya banyak celah di sisi regulasi.

]]>
https://dailysocial.net/post/belajar-dari-penutupan-startup-pencarian-jasa-asisten-rumah-tangga-homejoy/feed/ 0
Beberapa Layanan yang Bisa Dimanfaatkan untuk Optimalkan Kerja Remote https://dailysocial.net/post/beberapa-layanan-yang-bisa-dimanfaatkan-untuk-optimalkan-kerja-remote/ https://dailysocial.net/post/beberapa-layanan-yang-bisa-dimanfaatkan-untuk-optimalkan-kerja-remote/#comments Fri, 31 Jul 2015 12:15:35 +0000 http://dailysocial.net/?p=60457 Beberapa layanan yang bisa digunakan untuk kerja remote / Shutterstok

Pernahkah Anda mendengar istilah kerja remote ? kerja remote adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang bekerja tidak langsung di kantor, mereka bisa bekerja dari mana saja asal masih terhubung melalui internet. Melalui artikel ini kami akan membagikan beberapa tools yang bisa dimanfaatkan Anda dan tim Anda untuk tetap terhubung dan tetap produktif meski tim Anda tidak berada di lokasi yang sama.

Menjaga komunikasi dan produktivitas tim yang berkerja dengan remote memang tidak mudah, berikut beberapa layanan yang dapat dimanfaatkan untuk terus menjaga komunikasi, memonitor, berbagi dan berkolaborasi dengan tim yang tersebar di beberapa tempat.

Slack

Slack bisa dikatakan sebagai kantor virtual. Slack memberikan layanan berkirim pesan baik private maupun channel (massal), berbagi berkas (dokumen, foto, atau video), dan integrasi dengan layanan lain seperti email dan sosial media. Dengan memanfaatkan Slack, Anda dan tim bisa tetap keep in touch meski bekerja di belahan dunia yang berbeda.

Screenhero

Layanan yang baru saja diakusisi Slack ini menawarkan beberapa fitur yang bisa melengkapi layanan Slack. Salah satu layanan unggulan Screenhero adalah kemampuan untuk melakukan kolaborasi screen sharing dengan multiple mouse cursors dan voice chat. Layanan ini dapat Anda manfaatkan untuk memudahkan tim Anda saling membantu jika menemui kesulitan.

Skype

Jika Anda membutuhkan layanan yang menyediakan fitur webchat, mungkin Skype salah satu pilihan yang tepat. Layanan yang kini merupakan milik Microsoft ini mempunyai fitur standar layaknya aplikasi messaging kebanyakan. Salah satu keunggulan Skype adalah tersedianya fasilitas video call, baik privat maupun group chat, dan juga ketersediaannya di berbagai platform seperti iOS, Android, dan Windows.

Join.me

Salah satu pilihan lain yang mungkin bisa Anda gunakan untuk menjaga komunikasi dengan tim adalah Join.me. Layanan ini menawarkan kemampuan teks, voice chat, dan screen sharing dengan mengusung tagline Faster, easier, better.

Groove

Jika Anda mempunyai tim customer support dan bekerja secara remote mungkin Groove bisa menjadi pilihan. Groove menwarkan layanan help desk untuk menangani online customer Anda dengan sistem ticketing support yang terintegrasi dengan beberapa layanan lain seperti Slack dan Twitter.

Trello

Trello merupakan sebuah layanan yang memudahkan Anda untuk mengatur proyek. Bagi ada yang mempunyai banyak personil dan task, mungkin Trello adalah sebuah jawaban. Dengan Trello Anda bisa mengorganisasi task dan personil Anda sehingga semuanya bisa teratur dan termonitor.

Cloud storage

Cloud storage mungkin sebuah layanan yang wajib Anda miliki jika Anda mempunyai tim yang bekerja secara remote, apalagi jika Anda membutuhan berbagi file dengan ukuran yang besar. Untuk cloud storage Anda bisa memanfaatkan beberapa penyedia layanan ternama seperti Dropbox, Google Drive, One Drive, dan masih banyak lagi.

Code Collaboration

Sebuah proyek software seringkali dikerjakan banyak orang. Jika Anda memiliki tim programmer yang bekerja remote, Anda wajib menyediakan layanan kolaborasi seperti Github dan Bitbucket untuk memudahkan programmer Anda berbagi tugas, melakukan perbaikan dan menggabungkan pekerjaan mereka menjadi sebuah proyek yang utuh.

]]>
https://dailysocial.net/post/beberapa-layanan-yang-bisa-dimanfaatkan-untuk-optimalkan-kerja-remote/feed/ 0
Pendaftaran HACKJAK 2015 Akan Segera Berakhir https://dailysocial.net/post/pendaftaran-hackjak-2015-akan-segera-berakhir/ https://dailysocial.net/post/pendaftaran-hackjak-2015-akan-segera-berakhir/#comments Fri, 31 Jul 2015 11:45:39 +0000 http://dailysocial.net/?p=60464 Manfaatkan open data untuk Jakarta yang lebih baik / Shutterstock

Pendaftaran kompetisi pemanfaatan open data yang digagas Pemprov DKI Jakarta, HACKJAK 2015, akan segera berakhir dalam beberapa jam lagi. Awalnya panitia menentukan akhir pendaftaran pada tanggal 27 Juli kemarin, namun antusiasme yang tinggi memaksa pihak penyelenggara untuk memperpanjang hingga akhir hari ini (31 Juli pukul 23.59).

Setelah menggelar roadshow di beberapa titik di Ibukota beberapa hari yang lalu, HACKJAK berhasil menarik minat banyak minat masyarakat yang berdomisili di sekitar Jabodetabek untuk berperan serta dalam kompetisi ini.

“Keterbukaan data dapat mengizinkan kami melakukan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat. Karena di era teknologi seperti saat ini, semua membutuhkan data. Contohnya saya ingin tahu mengenai jumlah penumpang, posisi, dan jam berapa beroperasi dari bus Transjakarta. Dari data tersebut bisa kami beri solusi jam-jam yang sekiranya sangat padat demi kenyamanan,” papar Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dalam pembukaan HACKJAK 2015 bulan lalu (30/6).

Pihak penyelenggara mengakui setelah sosialisasi roadshow pendaftaran peserta meningkat cukup pesat. Salah satu kompetisi HACKJAK yakni scrapathon bahkan telah memiliki peserta tiga kali lipat dari kuota yang disediakan, 30 peserta telah terdaftar sementara 60 lainnya masih menunggu konfirmasi.

Dari data yang kami peroleh, keseluruhan total hackathon dan visualthon digabungkan nyaris menyentuh 200 peserta. Mengingat waktu yang semakin dekat, jajaran juri akan menggelar rapat teknis pada hari Senin 2 Agustus sebagai finalisasi HACKJAK yang akan dilaksanakan tepat pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (10 Agustus 2015).

Untuk melihat keseluruhan jajaran tim juri dan detail acara serta pendaftaran, silakan merujuk pada halaman di tautan berikut ini.


Disclosure: DailySocial adalah media partner HACKJAK 2015

]]>
https://dailysocial.net/post/pendaftaran-hackjak-2015-akan-segera-berakhir/feed/ 0
Laporan Keuangan Terbaru LINE Perkuat Fakta Indonesia adalah Salah Satu Pasar Terpenting https://dailysocial.net/post/laporan-keuangan-terbaru-line-perkuat-fakta-indonesia-adalah-salah-satu-pasar-terpenting/ https://dailysocial.net/post/laporan-keuangan-terbaru-line-perkuat-fakta-indonesia-adalah-salah-satu-pasar-terpenting/#comments Fri, 31 Jul 2015 11:17:27 +0000 http://dailysocial.net/?p=60463 Laporan keuangan terakhir LINE memperkuat fakta Indonesia adalah pasar penting / Shutterstock

Platform messaging LINE baru saja mengumumkan laporan keuangannya untuk kuartal kedua 2015. Hal yang menarik adalah betapa pentingnya Indonesia bagi LINE. Empat kali “Indonesia” disebut di laporan tersebut, CEO LINE Corp Takeshi Idezawa sampai menyebutkan “usaha lokalisasi dengan skala besar yang kami lakukan telah menunjukkan kesuksesan luar biasa di Indonesia”.

Kami membicarakan hal ini dengan Team Leader PR LINE Indonesia Teddy Arifianto. Teddy menyebutkan, “Sejak LINE memasuki pasar Indonesia, kami menyadari Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan potensial sekaligus memiliki keunikan tersendiri. Untuk dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, kami berupaya untuk selalu menghadirkan kegiatan dan kampanye yang bersifat lokal, yang dekat dengan tradisi dan keseharian orang-orang di Indonesia.”

“Seperti yang telah diketahui, LINE telah melakukan banyak kampanye lokal, mulai dari donasi stiker WWF (tahun 2013 lalu), kampanye Ramadhan & Lebaran (2014 & 2015), LINE Find Alumni dengan tema AADC (2014), dan LINE Mini Drama perdana ‘Nic &Mar’ (2015),” lanjutnya.

LINE menganggap kegiatan kampanye yang bersifat lokal tersebut sukses dalam hal peningkatan kesadaran tentang brand, meningkatkan jumlah pengguna, dan meningkatkan pengalaman berkomunikasi saat berada dalam ekosistem LINE.

Teddy sendiri memastikan fokus LINE di Indonesia bukan soal pendapatan, melainkan perluasan adopsi penggunaan. Ia mengatakan, “Untuk Indonesia, saat ini kami masih berkonsentrasi untuk memperluas jumlah pengguna dengan memberikan pengguna kami kualitas layanan dan fitur LINE terbaik. Saat ini sambil memperkenalkan layanan aplikasi pesan dan telepon/video call gratis, model bisnis kami juga mencakup in-app purchase, B2B (melalui Official Account), e-commerce, Lisensi/Merchandising (untuk karakter LINE Friends) dan lainnya.”

Saat ditanya soal informasi terbaru pengguna di Indonesia, Teddy mengatakan pihaknya tidak secara spesifik mengungkapkan data per negara secara rinci. Secara global LINE per bulan Juni lalu memiliki 211 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Informasi terakhir yang diperoleh di bulan September 2014 menyebutkan LINE memiliki 30 juta pengguna terdaftar di Indonesia dan seharusnya setelah setahun jumlahnya sudah berlipat.

Khusus untuk layanan LINE Creators Market di Indonesia yang membolehkan desainer menjual stiker buatannya, Teddy menyebutkan dari lebih dari 135 ribu stiker yang dijual, 800 stiker di antaranya berasal atau dibuat oleh kreator Indonesia. Tak hanya berbahasa Indonesia, varian stiker untuk Indonesia bahkan memuat stiker dengan dialek khas daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, atau dialek Hokkian untuk suku Tionghoa Medan. Ia memastikan pencapaian ini membuat LINE Creators Market (LCM) telah menjadi salah satu penyumpang penting kesuksesan LINE di Indonesia.

]]>
https://dailysocial.net/post/laporan-keuangan-terbaru-line-perkuat-fakta-indonesia-adalah-salah-satu-pasar-terpenting/feed/ 0
Industri E-Commerce Indonesia Tiga Tahun Mendatang Masih Berjibaku Membangun Ekosistem https://dailysocial.net/post/prediksi-e-commerce-indonesia-tiga-tahun/ https://dailysocial.net/post/prediksi-e-commerce-indonesia-tiga-tahun/#comments Fri, 31 Jul 2015 10:00:23 +0000 http://dailysocial.net/?p=60432 20150730_152217

Dengan penetrasi internet yang diprediksi terus meningkat, peluang industri e-commerce untuk tumbuh pun rasanya masih terbuka lebar. Di tahun 2016 ini, nilai pasar e-commerce di Indonesia juga diprediksikan akan naik tiga kali lipat menjadi 25 miliar Dollar (295 triliun Rupiah). Dengan pesatnya pertumbuhan tersebut, tak sedikit yang mempertanyakan sejauh mana industri e-commerce Indonesia dapat berkembang.

Dalam forum diskusi yang diadakan MarkPlus kemarin (30/7), beberapa pemain e-commerce tanah air mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

CEO QuezMedia Jose Vasquez dalam tulisannya di Huffington Post menyebutkan bahwa masa depan e-commerce akan mengerucut menjadi sosial. Meskipun demikian, tak tepat rasanya jika prediksinya diterapkan untuk industri e-commerce Indonesia. Kondisnya masih belum jauh dari garis start. Lalu akan seperti apa lanskap e-commerce di Indonesia, setidaknya untuk tiga hingga lima tahun mendatang?

Berjibaku dengan pembentukan ekosistem

Tak jauh berbeda dengan pendapat sebelumnya, Vice President Marketing Elevenia Madeleine Ong De Guzman, yang akrab dipanggil Mads, menyebutkan bahwa dalam tiga tahun ke depan industri e-commerce masih akan berjibaku dalam membentuk ekosistem. Investasi akan banyak keluar dalam tiga tahun tersebut untuk membentuk ekosistemnya. Baru dua tahun setelahnya proses untuk memperkuat ekosistem tersebut akan dijalani.

Mads mengatakan, “Dalam tiga tahun ke depan akan menjadi tahun pembentukan ekosistem. Setiap pihak terkait akan banyak mengeluarkan dana investasi dalam satu atau dua cara. […] Investasi akan digunakan untuk edukasi orang-orang, untuk membentuk kepercayaan terhadap brand. […] Kami ingin menjadi besar dan orang ingat dengan kami. Dua tahun setelahnya, akan menjadi tahun di mana proses memperkuat ekosistem itu dijalani.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Head of Communication Bukalapak Yusi H. Obon yang menyebutkan bahwa pembentukan ekosistem akan menjadi fokus para pemain e-commerce Indonesia. Senada dengan Mads, Yusi juga menyoroti mengenai trust dan edukasi terhadap pasar. Menurut Yusi, salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk edukasi dan membentuk trust pasar adalah dengan berkolaborasi  untuk mengadakan kampanye-kampanye, seperti Pesta Diskon Online dan Lebaran Belanja Online misalnya.

“Ekosistemnya dulu dibentuk, misalnya dengan mengajak elemen-elemen yang terlibat seperti UKM untuk mulai online. Baru setelahnya mau di tarik uang (pajak) dari kami berapapun kami tidak keberatan,” ujarnya.

Berorientasi pada data dan teknologi

Salah satu segmen dalam industri e-commerce yang beberapa tahun belakangan juga mengalami peningkatan adalah segmen travel. Salah satu pemainnya, EzyTravel, mencatat ada pertumbuhan transaksi hingga 200 persen dari Januari dan Mei 2015. Sementara di bulan Juni, selama Ramadhan dan lebaran, EzyTravel mengalami kenaikan transaksi hingga 500 persen.

Menghadapi peningkatan yang cukup fantastis tersebut, pihak EzyTravel juga memiliki strateginya sendiri. Menurut CTO EzyTravel Doddy Lukito, pihaknya akan fokus pada teknologi dan data. Doddy juga mengungkapkan bahwa data dan teknologi akan menjadi fokus penting yang menjadi perhatian pemain e-commerce setelah ekosistem dan trust terbentuk.

Doddy mengatakan, “Di sisi teknologi, kita sekarang sudah bisa diakses dari berbagai device. Rencananya dalam waktu dekat ini kita juga akan meluncurkan mobile app. Sedangkan data, sejak pertengahan tahun lalu, kita sudah ada divisi khusus untuk menganalisa data tersebut dan itu ternyata terbukti menjadi sangat penting karena banyak keputusan yang kita ambil berdasarkan data-data yang kita kumpulkan itu.”

Inovasi memang merupakan harga mati bagi setiap bisnis tak terkecuali e-commerce. Dalam kasus fleksibilitas mengambil keputusan, jumlah data yang besar dan bisa dimanfaatkan secara efisien akan memiliki peran yang tak kalah penting dalam menentukan langkah selanjutnya dari industri e-commerce itu sendiri, misalnya program retensi.

Bertahan dari pertumbuhan ekonomi yang melambat

Indonesia saat ini sebenarnya sedang mengalami laju pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam lima tahun terakhir. Buktinya nilai Dollar kian menguat. Namun, hal tersebut rasanya tak dapat dilihat pada laju pertumbuhan industri e-commerce Indonesia yang kian pesat.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Faktor pertama yaitu penetrasi internet itu sendiri di Indonesia yang angkanya terus meningkat. Faktor kedua adalah pengetahuan ekonomi bisnis dari pemain e-commerce di Indonesia.

Menurut pemberitaan The Jakarta Globe, jumlah investasi yang mengalir ke pemain e-commerce pemula di Indonesia tidak sejalan dengan laju perputaran roda ekonomi secara umum yang sedang berada di kondisi paling lambat. Hal ini tak lepas dari faktor basis pengguna Internet di Indonesia yang terus berkembang, setidaknya itu lah yang diungkapkan oleh Gary Khoeng dari Convergence Ventures.

Menurut data McKinsey yang dikutip The Jakarta Globe, masyarakat kelas menengah Indonesia diperkirakan akan mencapai 90 juta di tahun 2030. Hal ini menegaskan target pasar yang dibidik oleh salah satu pemain e-commerce Indonesia yakni HijUp.

Sementara menurut Managing Director Tiket Gaery Undarsa, sejatinya perlambatan ekonomi ini sedikit banyak dapat berpengaruh terhadap industri e-commerce. Namun, Gaery optimis bahwa pemain e-commerce dapat bertahan, khususnya, ia yakin Tiket bisa tetap berjalan jika terjadi sesuatu pada perekonomian.

Gaery mengatakan, “Dua tahun lalu, industri ini cepat tumbuh dan sekarang justru melambat. Tapi, kita tidak kaget karena kita sudah pelajari ini sebelumnya. […] Kuncinya kita juga pelajari industri mikro, karena perubahan yang terjadi di sana itu juga akan berpengaruh ke kita.”

“Sekarang kasarnya gini, kalau terjadi krisis ekonomi lagi seperti yang sudah-sudah, kita yakin bisa bertahan. […] Mau bagaimanapun ini bisnis, kita harus pelajari fundamentalnya, jangan mimpi berlebihan. There’s nothing magical about e-commerce, this is pure business,” tutup Gaery.

]]>
https://dailysocial.net/post/prediksi-e-commerce-indonesia-tiga-tahun/feed/ 0
Pemerintah Amerika Serikat Siap Bantu Percepat Penetrasi Internet Indonesia https://dailysocial.net/post/pemerintah-amerika-serikat-bantu-penetrasi-internet-indonesia/ https://dailysocial.net/post/pemerintah-amerika-serikat-bantu-penetrasi-internet-indonesia/#comments Fri, 31 Jul 2015 08:43:12 +0000 http://dailysocial.net/?p=60444

Lambatnya koneksi internet di Indonesia membuat pemerintah Amerika Serikat siap turun tangan membantu percepatan ketersediaan jaringan internet di wilayah terpencil di Indonesia. Salah satu pilot project yang sudah dilakukan adalah TV White Space yang memanfaatkan jaringan broadband berfrekuensi rendah.

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Asisten Deputi Biro Hubungan Bisnis dan Ekonomi Amerika Serikat Daniel Sepulveda dalam acara yang bertajuk Expanding Intenet Access to Support Economic Growth, hari Rabu (29/7). Acara yang mengupas potensi pertumbuhan Internet di Indonesia juga dihadiri oleh Ilham Habibie, Alvin Sheng Hui Tan (Facebook), Head of Public Policy and Government Relation Google Indonesia Shinto Nugroho, dan Director of Corporate Affairs Microsoft Indonesia Ruben Hattari.

Dalam kunjungannya ke Indonesia Sepulveda mengundang para investor dan para stakeholder bekerjasama dengan pemerintah Indonesia demi menciptakan koneksi internet yang baik di Indonesia.

“Kecepatan koneksi Internet bukan hanya bermanfaat untuk pendidikan, pemerintah, dan politik saja, namun juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan yang sampai saat ini masih belum mendapatkan fasilitas Internet di Indonesia,” ucapnya.

Sepulveda juga menambahkan Indonesia seharusnya bisa tampil sebagai negara terdepan di Asia yang mengalami pertumbuhan ekonomi cepat dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT). ICT, menurutnya, merupakan salah faktor yang dapat mendongkrak perekonomian negara. Di masa mendatang Internet bakal berfungsi sebagai kebutuhan primer, layaknya listrik dan air bersih.

Sebelumnya USAID bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Microsoft, Hitachi, dan Jogja Medianet melakukan proyek TV White Space (TVWS), yang memanfaatkan broadband frekuensi rendah, untuk membantu beberapa wilayah terpencil di Indonesia menikmati koneksi internet.

Dalam kesempatan tersebut Daniel Sepulveda juga menegaskan akan turut membantu pemerintah Indonesia dalam proses spectrum management, regulatory system, dan legal framework untuk mengadopsi koneksi broadband.

]]>
https://dailysocial.net/post/pemerintah-amerika-serikat-bantu-penetrasi-internet-indonesia/feed/ 0
Tanpa Koneksi Internet Google Translate Dapat Diakses secara Real-time https://dailysocial.net/post/google-translate-offline-indonesia/ https://dailysocial.net/post/google-translate-offline-indonesia/#comments Fri, 31 Jul 2015 06:16:02 +0000 http://dailysocial.net/?p=60437 Aplikasi Google Translate pada perangkat berbasis Android / Google Indonesia

Google menyematkan teknologi visual untuk aplikasi Google Translate untuk Bahasa Indonesia. Implementasi ini sebelumnya juga berlaku pada 26 bahasa sebelumnya. Aplikasi yang telah tersedia di platform Android dan iOS ini nantinya pengguna bisa menerjemahkan teks tanpa harus mengetiknya, juga tanpa akses Internet.

“Kami sadar kalau pengguna paling membutuhkan alat penerjemah saat mereka jauh dari komputer, atau saat mereka tidak terhubung pada Internet, misalnya saat berwisata atau memesan makanan di restoran. Kami bekerja keras untuk terus memberi pengalaman baru sesuai kebutuhan pengguna, maka kami senang sekali bisa menyediakannya bagi pengguna di Indonesia,” kata Google Translate Product Manager Julie Catteau, pada siaran pers yang kami terima (30/7).

Pengguna cukup mengakses aplikasi Google Translate di ponsel Android dan iOS, kemudian tekan ikon kamera lantas mengarahkannya pada teks Bahasa Inggris yang ingin diterjemahkan, misalnya rambu jalan, menu restoran, atau resep. Secara langsung hasil kalimat akan bertransformasi ke Bahasa Indonesia di layar ponsel.

Namun perlu diperhatikan, ketika tim kami melakukan percobaan terhadap aplikasinya, Google Translate mewajibkan pengguna untuk mengunduh paket Bahasa Indonesia terlebih dahulu dengan ukuran sekitar 250 MB. Jumlah yang cukup besar dan jelas akan memotong banyak kuota data seluler jika Anda tidak sedang terhubung pada koneksi Wi-Fi. Setelah mengunduh offline package Bahasa Indonesia, Anda bisa memanfaatkannya tanpa koneksi Internet. Skema yang menurut Google dapat dimanfaatkan ketika berada di daerah asing dan koneksi Internet kurang stabil.

“Setengah dari konten Internet tersedia dalam Bahasa Inggris, tapi hanya 20% dari populasi dunia yang fasih berbahasa Inggris,” tambah Julie. Ia melanjutkan, “Semoga usaha kami ini bisa membantu Anda berkomunikasi dan menemukan informasi yang Anda butuhkan, di mana pun dan kapan pun Anda membutuhkannya.”

Bagi yang kurang nyaman menggunakan kamera dari fitur visual, Google Translate turut menyempurnakan fitur mode percakapan menjadi lebih lancar dan netral pada koneksi Internet yang kurang baik. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam dua bahasa yang berbeda, yang nantinya akan diterjemahkan oleh Google Translate secara real-time.

]]>
https://dailysocial.net/post/google-translate-offline-indonesia/feed/ 0
Terima Pendanaan Seri C, Startup Vietnam Foody Segera Ekspansi ke Indonesia https://dailysocial.net/post/foody-indonesia/ https://dailysocial.net/post/foody-indonesia/#comments Thu, 30 Jul 2015 11:18:42 +0000 http://dailysocial.net/?p=60334 Foody segera menambah ramai segmen resturant listing di Indonesia / Shutterstock

Foody merupakan startup asal Vietnam berbasis media kuliner dan restaurant listing. Seperti yang diberitakan oleh DealStreetAsia, Foody Coorporation baru saja mendapatkan pendanaan Seri C dari venture capital asal Amerika Serikat, Tiger Global Management. Setelah pendanaan tersebut, Foody bersiap berekspansi ke negara-negara Asia Tenggara dan Indonesia menjadi destinasi pertama.

Ini merupakan pertama kalinya Tiger Global Management berinvestasi di startup asal Vietnam, pendanaan Seri C ini nantinya akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan startup, menambah jumlah pengguna dan mengisi lebih banyak konten. Foody juga berencana untuk menambah fitur table booking dan layanan pesan antar yang baru saja diluncurkan.

Salah satu rencana ekspansi yang akan dilakukan oleh Foody adalah membuka layanan di Indonesia. Dipilihnya Indonesia sebagai pasar Asia pertama karena selama ini Foody melihat pasar Indonesia sudah siap menerima layanan yang ada di Foody.

Indonesia, seperti halnya Vietnam, memiliki potensi yang sangat tinggi dan akan menjadi pasar yang sangat diperlukan bagi setiap perusahaan yang memiliki strategi regional. Foody.id akan resmi beroperasi pada tanggal 10 Agustus 2015, bersamaan dengan diluncurkannya aplikasi Foody di Google Play dan Appstore.

Di Vietnam sendiri Foody merupakan startup nomor satu di segmen yang menyediakan informasi tentang restoran dan hiburan.

Seperti yang ditegaskan oleh Head CyberAgent Ventures Wilayah Vietnam & Thailand Dzung Nguyen, dalam hal traffic dan pengguna, Foody unggul di kawasan Asia Tenggara. Data terbaru menunjukkan bahwa Foody.vn telah memiliki 122.000 POI (point of interest), 297.000 ulasan restoran, 650.000 unduham, dan sekitar 9,1 juta pengunjung setiap bulannya. Hampir 65% traffic berasal dari sektor mobile.

Foody.id meramaikan pasar restaurant listing Indonesia yang sudah mulai penuh

Berdiri tahun 2012 silam, Foody hadir sebagai startup berbasis penyedia informasi tempat makan lengkap dengan rekomendasi restoran, ulasan restoran, artikel, hingga restaurant cloud management system.

Saat ini Foody sudah berkembang menjadi situs lengkap yang bukan hanya menghadirkan informasi seputar restoran, namun juga informasi tempat wisata, kecantikan hingga layanan untuk pesta perkawinan.

Kehadiran Foody di tanah air menambah semarak segmen restaurant listing yang telah dihuni oleh Abraresto, Pergikuliner, Zomato, Qraved, hingga OpenRice.

Setelah sukses di Vietnam, Foody hadir di tanah air menawarkan konsep lengkap lebih dari sekedar restaurant listing. Foody hadir di Indonesia menawarkan ragam pilihan rekomendasi tempat makan mewah, kaki lima dan masih banyak lagi. Di setiap kolomnya juga dilengkapi dengan fitur seperti koleksi restoran, ulasan favorit hingga informasi restoran dan tempat makan yang baru.

Lantas apa yang membedakan Foody dengan restaurant listing lainnya seperti Zomato, Qraved, atau OpenRice?

Tampilan desktop Foody sekilas nampak sama. Meskipun demikian, selain makanan terdapat pilihan lainnya seperti tempat wisata hingga hiburan. Meskipun sampai saat ini data yang tersedia di Foody.id masih belum lengkap, informasi yang ditawarkan sedikit mirip dengan Jktgo yang secara komprehensif menghadirkan informasi lengkap seputar rekomendasi restoran dan tempat makan, hotel booking, informasi event terkini.

]]>
https://dailysocial.net/post/foody-indonesia/feed/ 0
Travelio Luncurkan Dua Aplikasi Android Sekaligus https://dailysocial.net/post/travelio-hellolio-android/ https://dailysocial.net/post/travelio-hellolio-android/#comments Thu, 30 Jul 2015 10:45:41 +0000 http://dailysocial.net/?p=60424 CEO Travelio Hendry Rusli / Travelio

Setelah lima bulan beroperasi, Travelio akhirnya merilis aplikasi mobile berbasis Android. Klaim sepuluh ribu pengguna, pihaknya menelurkan dua aplikasi sekaligus yang dipercaya bisa mendongkrak layanannya. Kedua aplikasi yang bernama “Travelio” dan “HelloLio” diperkenalkan oleh CEO Travelio Hendry Rusli kemarin malam (29/7).

“Tujuan kami ialah ingin memberikan segala layanan Travelio menjadi seamless. Kedua aplikasi ini diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan para traveler yang ingin melakukan pemesanan kamar hotel, yang tentunya dengan cara tawar-menawar seperti tagline ‘Your Trip, Your Price’ kami,” papar Hendry.

Sebelumnya, Travelio telah menyempurnakan responsivitas layanan mereka pada mobile web. Sesuai janjinya, kini aplikasi mobile berbasis Android resmi diperkenalkan untuk publik. Serupa dengan layanan di website, Hendry mengungkapkan bahwa pengguna tetap melakukan self-service untuk menawar harga hotel yang diminati.

Sementara itu, Travelio menawarkan aplikasi HelloLio yang merupakan sebuah aplikasi chat untuk para pelanggan yang ingin melakukan pemesanan kamar hotel, termasuk menyediakan rekomendasi sesuai kriteria yang dibutuhkan.

Segala variabel pencarian akan dimudahkan melalui HelloLio yang fiturnya disebut sebagai pionir di Indonesia. Travelio memiliki jajaran tim customer service dengan nilai kompetensi yang telah terlatih untuk membantu pelanggan yang sibuk atau malas melakukan riset demi mendapatkan hotel terbaik. Tanpa menghilangkan unsur tawar-menawar sebagai ciri khasnya, pengguna dapat menawar lebih dari enam ribu hotel terdaftar di wilayah Asia-Pasifik dengan para customer service Travelio.

“Menggunakan layanan kami, pengguna dapat menawar harga hingga rata-rata sekitar 10 hingga 15 persen lebih terjangkau daripada layanan lain. Namun untuk beberapa kasus mungkin angka tersebut bisa menjadi semakin lebih murah lagi. […] Perihal statistik, situs kami telah memiliki 10 ribu pengguna dan 100 ribu kunjungan tiap bulannya,” papar Hendry.

Sepuluh ribu pengguna Travelio dapat langsung menggunakan aplikasi Travelio untuk Android. Sementara untuk aplikasi HelloLio, kini masih dalam fase private beta. Pengguna harus meminta atau menunggu undangan dari pihak Travelio terlebih dahulu. Kedua aplikasi Travelio dan HelloLio juga akan tersedia di platform iOS dalam beberapa bulan ke depan.

]]>
https://dailysocial.net/post/travelio-hellolio-android/feed/ 0
Jadi CEO PT Ansvia, Abang Edwin Lanjutkan Peran Penting Mindtalk https://dailysocial.net/post/abang-edwin-ceo-mindtalk/ https://dailysocial.net/post/abang-edwin-ceo-mindtalk/#comments Thu, 30 Jul 2015 10:03:45 +0000 http://dailysocial.net/?p=60420 CEO Ansvia Abang Edwin / Mindtalk

Kurang dari setahun yang lalu Abang Edwin Syarif Agustin resmi menduduki posisi Vice President of Operations Mindtalk. Kini Bangwin, demikian sapaannya, ditunjuk sebagai CEO PT Ansvia yang menaungi Mindtalk sebagai salah satu produk unggulannya. Menarik untuk disimak bagaimana peran Bangwin selaku pemerhati media sosial kawakan membawa Mindtalk sebagai platform media sosial terbesar di Indonesia.

Mindtalk dibangun berdasarkan sebuah social networking engine yang diberi nama Digaku sejak tahun 2012 silam. Menggunakan engine hasil olahan anak negeri tersebut, Co-Founder Robin Marufi dan Danny Oei Wirianto mengizinkan korporasi mengoptimalisasi pola komunikasi internalnya tanpa mengandalkan email, telepon, instant messenger, dan sebagainya.

Sejauh ini Mindtalk berhasil mengakuisisi sekitar 700.000 pengguna dan terus meningkat yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Di bawah kepemimpinan Bangwin, PT Ansvia akan fokus ke segmen enterprise seperti enterprise social network, dan banyak modular produk lainnya yang akan ditawarkan berdasarkan pengembangan model bisnis B2B (business-to-business).

Mindtalk sendiri akan tetap beroperasi dan memiliki fungsi yang krusial. Bukan tidak mungkin nantinya akan digandrungi oleh para penggiat dari kalangan korporasi yang terintegrasi dengan layanan lainnya, tak hanya dari komunitas saja.

Karena seperti yang kita ketahui, pihaknya gencar menyasar segmen komunitas dan anak muda dari berbagai interest yang berbeda. Sebut saja Soccertalk, aplikasi media sosial unik yang yang didesain khusus untuk penggemar sepakbola dan komunitas setiap klubnya, layanan tersebut menyajikan konten-konten sepakbola. Danny Wirianto kala itu turut memaparkan rencananya untuk meluncurkan sejumlah media sosial dengan niche serupa seperti Woman Talk atau Bandung Talk.


Disclosure: DailySocial dan Ansvia berada di bawah naungan induk perusahaan yang sama

]]>
https://dailysocial.net/post/abang-edwin-ceo-mindtalk/feed/ 0