DailySocial https://dailysocial.net Indonesian Tech-Startup Media Sat, 25 Apr 2015 03:01:17 +0000 en-US hourly 1 Sales1CRM Sediakan Layanan Cloud Kelas Enterprise untuk Perusahaan di Indonesia https://dailysocial.net/post/sales1crm-sediakan-layanan-cloud-kelas-enterprise-untuk-perusahaan-di-indonesia/ https://dailysocial.net/post/sales1crm-sediakan-layanan-cloud-kelas-enterprise-untuk-perusahaan-di-indonesia/#comments Sat, 25 Apr 2015 03:01:17 +0000 http://dailysocial.net/?p=56833 Sales1CRM Hadir dengan Layanan Kelas Enterprise / Shutterstock

Dewasa ini perkembangan startup kian bervariasi dan mulai menjangkau ke berbagai permasalahan. Diluncurkan tahun lalu, Sales1CRM turut mencoba mewarnai geliat dunia startup tanah air dengan menyediakan layanan yang dikhususkan untuk kalangan enterprise. Startup yang mencoba menjadi pioner layanan cloud-based di Asia ini melalui layanannya mencoba membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia menjalankan tim penjualan mereka menjadi lebih efisien, kompetitif, dan produktif.

Dengan fokus di sektor korporasi, Sales1CRM sejauh ini telah berhasil menggaet pelanggan dari beberapa perusahaan multinasional seperti Telkomsel, Toshiba, dan Holcim Indonesia. Mereka juga telah memiliki beberapa pelanggan dari sesama startup.

Sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan layanan SaaS (Software as Services), Sales1CRM mencoba mendapat keuntungan dari dukungan yang diperoleh dari Sejahtera Group, sebuah kelompok perusahaan yang berdiri sejak tahun 1984. Hal tersebut memungkinkan Sales1CRM memanfaatkan akses ke data center Sejahtera Group, termasuk dengan jaringan dan infrastrukturnya untuk memberikan dukungan terbaik pada aplikasi mereka, baik web-based maupun mobile-based (Android).

Dengan jangkauan jaringan kemitraan yang luas. Sales1CRM hadir untuk membantu perusahaan di Indonesia yang sedang mengupayakan transformasi ke cloud. Secara head-to-head layanan Sales1CRM berhadapan langsung dengan sejumlah perusahaan ternama, seperti Salesforce dan ZohoCRM. Dengan pelokalan layanan, Sales1CRM menjadi berbeda untuk pasar Indonesia.

Sejauh ini Sales1CRM telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, dan Denpasar untuk menjadi mitra lokal.

“Manfaat dari menggunakan Sales1CRM adalah bahwa ada tidak ada belanja modal. Semuanya dikenai biaya secara bulanan dan perusahaan tidak perlu untuk berinvestasi dalam jumlah besar. Kita mengubah bagaimana perusahaan dapat menggunakan perangkat lunak enterprise-based,” ungkap VP Marketing Sales1CRM Joseph Simbar.

Joseph menambahkan bahwa selama ini hambatan terbesar setiap perusahaan untuk menggunakan sistem baru adalah budaya dan biaya. Dengan menghadirkan layanan dengan biaya bulanan, itu menjadi salah satu daya tarik dari Sales1CRM.

Untuk dapat memanfaatkan layanan dari Sales1CRM, umumnya perusahaan hanya membutuhkan tiga hal yakni kartu SIM, perangkat mobile, dan komputer. Dengan menjadi partner dari Telkomsel dan Samsung, Sales1CRM menjadi penyedia solusi komplet dengan menyediakan pula ponsel dan kartu SIM yang dibutuhkan untuk kegiatan staf operasional dan penjualan.

]]>
https://dailysocial.net/post/sales1crm-sediakan-layanan-cloud-kelas-enterprise-untuk-perusahaan-di-indonesia/feed/ 0
Peran Maybank di Ranah Teknologi Melalui Inisiasi Fintech https://dailysocial.net/post/peran-maybank-di-ranah-teknologi-melalui-inisiasi-fintech/ https://dailysocial.net/post/peran-maybank-di-ranah-teknologi-melalui-inisiasi-fintech/#comments Fri, 24 Apr 2015 11:52:17 +0000 http://dailysocial.net/?p=56824 Aktivitas Tech Workshop / Shutterstock

Penyedia jasa keuangan sekaligus salah satu bank terbesar di Asia Tenggara, Maybank, menyelenggarakan inisiatif Teknologi Jasa Keuangan (Financial Services Technology- Fintech) berkolaborasi dengan 1337 Ventures. Gagasan ini dituangkan berupa serangkaian program Maybank Fintech untuk memilih ide terbaik di bidang ini dari empat negara, termasuk Indonesia.

“Maybank sangat gembira menyelenggarakan inisiatif ini. Kami ingin berperan penting di tengah komunitas fintech di regional, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan wirausaha dengan menyediakan platform yang terhubung secara langsung dengan industri keuangan. Dengan inisiatif ini, kami berharap dapat menciptakan kemitraan secara berkelanjutan di industri keuangan bersama para wirausahawan. Mereka dapat saling belajar dan berbagi satu sama lain,” ucap Corporate Development & Innovation Maybank Amran Hassan (22/4).

Guna menarik lebih banyak partisipan yang akan menyukseskan program ini, pihak Maybank menggelar roadshow di empat negara tempat berlangsungnya Maybank Fintech akan diselenggarakan yaitu Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, dan berakhir di Jakarta pada hari Rabu kemarin (22/4).

Dalam roadshow tersebut telah dipaparkan maksud dan tujuan Maybank yang berkolaborasi bersama 1337 Ventures mengenai program Maybank Fintech. Para hadirin turut dibekali dengan pemahaman mengenai ide seperti apa yang nantinya diharapkan dari tim juri. Ide dan konsep akhir setiap tim startup dapat di-submit paling lambat 29 Mei dengan format video berdurasi maksimal satu menit.

Pihak juri akan melakukan penilaian dari peserta terbaik di tiap-tiap negara untuk nantinya mengikuti masa bootcamp selama tiga bulan pada Juni 2015. 20 aplikasi startup terbaik akan dipilih untuk mengikuti idea validation bootcamp di Kuala Lumpur. Maybank akan mensponsori akomodasi dan tiket pesawat bagi startup terpilih yang berasal dari Asia Tenggara. Aplikasi startup terbaik berpotensi digunakan oleh Maybank.

Maybank akan memilih startup dari seluruh regional berdasarkan tujuh prinsip utama: Saluran, Digital & Mobile, Pembayaran, Keunggulan Operasional, Model Bisnis & Operasional, Tanggung Jawab Perbankan, dan Keefektifan Penjualan. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan merujuk ke situs Maybank Fintech.

]]>
https://dailysocial.net/post/peran-maybank-di-ranah-teknologi-melalui-inisiasi-fintech/feed/ 0
Layanan Marketplace Batik SanubariBatik Segera Hadir https://dailysocial.net/post/layanan-marketplace-batik-sanubaribatik-segera-hadir/ https://dailysocial.net/post/layanan-marketplace-batik-sanubaribatik-segera-hadir/#comments Fri, 24 Apr 2015 11:18:10 +0000 http://dailysocial.net/?p=56779 SanubariBatik Screenshot

Layanan marketplace pertama yang menyasar produk-produk batik di Indonesia SanubariBatik akan segera diluncurkan 15 Mei 2015 mendatang. SanubariBatik akan menjual busana batik yang lebih bergaya modern dengan harga yang terjangkau, tidak seperti batik yang umumnya formal, monoton, dan kaku. Dalam pengerjaan sistem e-commerce-nya, SanubariBatik dibantu oleh aCommerce.

Pendiri SanubariBatik adalah Head of Sales aCommerce Albert Palit bersama rekannya Farell Sutantio. Albert mengatakan kepada DailySocial latar belakang didirikannya adalah keinginan untuk membuat batik lebih dikenal lagi, khususnya di kalangan anak muda.

“Banyak orang muda termasuk saya tidak suka mengenakan batik dikarenakan terlalu tradisional dan monoton. Batik yang saya suka dan terkesan modern cenderung harganya mahal. Hingga saat ini tidak ada pemain di industri ini atau brand yang secara profesional masuk ke online business. Jadi, SanubariBatik akan menjadi situs pertama untuk batik dan akan menjadi one stop destination untuk orang yang mencari produk otentik dengan harga terjangkau,” jelasnya panjang lebar.

Ambisi lain yang diusung kedua pendiri ini adalah membawa produk Indonesia melalang buana melalui sebuah saluran pemasaran online.

Berada di bawah bendera PT. Sanubari Mitra Nusantara, layanan e-commerce ini ingin menjadi  mitra brand Indonesia yang fokusnya ingin serius menggarap kekayaan Indonesia, khususnya di sektor tekstil atau pakaian jadi.

Peta rencananya SanubariBatik akan melakukan soft launching situsnya 15 Mei mendatang, berbarengan dengan grand opening toko offline-nya di Cimory Riverside, Puncak, Jawa Barat.

SanubariStore

Menurut Albert, strategi e-commerce-nya juga akan mengadopsi strategi O2O (Online to Offline). Cara yang ditempuh adalah dengan memaksimalkan traffic yang ada di toko. Target yang dicapai adalah 5,000 kunjungan per hari dan juga dari semua outlet Cimory. Mereka akan menggunakan strategi online marketing, baik secara organik maupun melalui platform iklan berbayar seperti yang disediakan Facebook dan Google.

Target selama satu tahun yang dipatok SanubariBatik adalah menjadi pusat batik online dan produk tradisional terbesar di Indonesia. “Lebih spesifik untuk offline-nya tentu saja membuka Sanubari Concept Store akan dibuka lebih banyak lagi. Saya akan menargetkan untuk membuka tiga store untuk tahun pertama. Untuk online-nya, harus tembus di angka 1,000 transaction per day,” pungkas Albert.

]]>
https://dailysocial.net/post/layanan-marketplace-batik-sanubaribatik-segera-hadir/feed/ 0
Ruma Menjadi Perwakilan Indonesia Berkolaborasi Dengan Yayasan Non-Profit RippleWorks https://dailysocial.net/post/ruma-menjadi-perwakilan-indonesia-berkolaborasi-dengan-yayasan-non-profit-rippleworks/ https://dailysocial.net/post/ruma-menjadi-perwakilan-indonesia-berkolaborasi-dengan-yayasan-non-profit-rippleworks/#comments Fri, 24 Apr 2015 10:31:32 +0000 http://dailysocial.net/?p=56788 Ruma menjadi perwakilan Indonesia yang tergabung dengan yayasan RippleWorks / Shutterstock

Kemarin (23/4), CEO RippleLabs Chris Larsen dan Doug Galen secara resmi meluncurkan sebuah yayasan non-profit yang bertujuan untuk membantu tumbuh kembang startup yang fokus bergerak di sektor sosial, yakni RippleWorks. Sederhananya, yayasan ini membuat sebuah program yang memasangkan para ahli Sillicon Valley dengan perusahaan menjanjikan yang berada di negara-negara berkembang yang memiliki visi untuk membangun jalan keluar dari kemiskinan melalui inovasi teknologi. Dalam proses pencariannya, salah satu startup Indonesia yang berfokus pada pasar “bottom of pyramidsRuma terpilih mengikuti program ini.

Didirikan tahun 2009, Ruma memulai dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Bagaimana mobile internet dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat dengan kurangnya akses keuangan tradisional?”

Kebanyakan masyarakat Indonesia sendiri sebenarnya tidak memiliki rekening bank, hanya sepertiga dari saja yang punya rekening bank, namun 90 persen memiliki ponsel. Melihat hal tersebut, Ruma pun mulai memanfaatkan penggunaan teknologi mobile untuk meningkatkan pendapatan dari UKM, yang kebanyakan berada di bawah piramida sosial-ekonomi.

Co-Founder dan CEO Ruma Aldi Haryopratomo menyatakan bahwa alasannya bergabung dengan program dari RippleWorks ini adalah ia ingin dapat bekerja sama dengan para ahli di bidangnya. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini dalam membangun kembali pipeline yang ada untuk memperluas penggunaan produk dan mengembangkan tim internal.

Seperti dikutip dari Blog Ripple, Aldi mengatakan, “Di Sillicon Valley, standing coffee meeting itu bisa sangat khas, tapi bisa jadi sulit untuk mendeskripsikan dan menjelaskan solusi bisnis. Kami siap untuk mengembangkan perusahaan kami di bidang utama kami, sehingga kami dapat membantu pemilik usaha kecil di Indonesia membangun jalan keluar mereka dari kemiskinan.”

Selain dari Indonesia, RippleWorks juga menyertakan perusahaan-perusahaan lain dari Afrika Selatan, Kenya, Tanzania, Inggris, and Amerika Serikat. Mereka adalah Kopo-Kopo, MicroEnsure, OffGrid: Electric, dan Zoona. Perusahan-perusahaan tersebut, termasuk Ruma dari Indonesia, akan dipasangkan ahli dari RippleWorks, seperti CTO Clinton Health Access Initiative Geoffrey Weber, yang akan membantu mereka dalam memecahkan tantangan di skala tertentu. RippleWorks sendiri telah menggelontorkan dana awal sebesar $60 juta, yang digalang dari para investor Silicon Valley, untuk mendukung entrepreneur global membangun jalan keluar kemiskinan di berbagai negara berkembang.

Melalui rilis persnya, Co-Founder dan CEO RippleWorks Doug Galen mengatakan, “Kami percaya bahwa memasangkan teknologi dan ahli bisnis dengan entrepreneur menjanjikan secara global dapat menciptakan efek riak jangka panjang , baik itu secara ekonomi maupun sosial. Sebagai timbal baliknya, memberdayakan para ahli di bidangnya ini untuk mengatasi tantangan bisnis melalui pengalaman mendalam di dalam negeri dapat membuka mata dan hati para ahli untuk menciptakan generasi baru dari warga dunia yang terlibat.”

]]>
https://dailysocial.net/post/ruma-menjadi-perwakilan-indonesia-berkolaborasi-dengan-yayasan-non-profit-rippleworks/feed/ 0
Pemanfaatan Internet di Indonesia Berdasarkan Data APJII Tahun 2014 https://dailysocial.net/post/pengguna-internet-indonesia/ https://dailysocial.net/post/pengguna-internet-indonesia/#comments Fri, 24 Apr 2015 10:00:47 +0000 http://dailysocial.net/?p=56791 Internet Menggerakan Berbagai Kebutuhan Masyarakat Indonesia / Shutterstock

Seberapa tahan Anda untuk menahan diri tidak menyentuh perangkat komputasi yang dimiliki untuk mengakses internet? Mungkin akan banyak orang yang menyetujui, jika  saat ini konektivitas internet sudah bergeser, dari yang tadinya masuk ke dalam kebutuhan tersier ke kategori kebutuhan sekunder. APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dalam publikasi risetnya yang merangkum lanskap pengguna teknologi di tahun 2014 mengatakan bahwa 84 persen dari responden setiap hari mengakses internet, dan kebanyakan darinya mengakses internet antara 3 hingga 5 jam per hari.

Screen Shot 2015-04-24 at 15.24.55

Menjadi fakta yang menarik bagi sebuah negara berkembang dengan jumlah penduduk melebihi 250 juta orang. Tak mengherankan jika banyak berbagai penyedia layanan teknologi yang memperhitungkan pangsa pasar di Indonesia, sebut saja beberapa media sosial seperti Facebook, Path ataupun perusahaan internet raksasa ala Google. Masih masuk di dalam kategori negara berkembang, tak dipungkiri bahwa persentase tertinggi pengguna teknologi adalah segmentasi konsumen. Mereka menggunakan atau menyewa layanan yang ada untuk memenuhi kebutuhannya.

Didominasi Konsumen, Indonesia Sebagai Penghasil Data Digital

Perhatikan timeline media sosial yang Anda gunakan. Butuh berapa lama informasi yang ada untuk bisa berubah? Apakah 15 menit, 5 menit atau bahkan dalam hitungan detik? Ya, itu adalah salah satu dari fakta melimpahnya data digital yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia setiap harinya. Dan bagi berbagai pihak, data tersebut merupakan komponen berharga yang dapat dikonversi menjadi berbagai hal. Mulai dari analisis pasar, memproyeksi peluang bisnis, hingga untuk menganalisis demografi penduduk secara mendetil. Apakah bisa data yang demikian digunakan untuk kebutuhan tersebut? Jawabannya, sangat mungkin.

Sudah banyak kita dengar tentang konsep big data, data mining, data warehouse dan sebagainya, yang pada intinya memiliki misi untuk mengubah sekumpulan data menjadi sebuah informasi yang lebih penting, atau disebut dengan insight. Mulai banyak pihak yang kini sadar tentang potensi tersebut, hingga banyak yang mulai mengupayakan untuk mengelola melimpahnya data yang dimiliki dan dihasilkan oleh masyarakat Indonesia.

Kesempatan Untuk Bertumbuh

Tingginya penetrasi pengakses internet di Indoneisa menjadi salah satu indikasi transformasi kebiasaan masyarakat di Indoensia. Apakah ini bisa dipandang sebagai sebuah peluang untuk bisa memacu pertumbuhan menuju negara yang lebih maju? Faktanya banyak hal menjadi lebih luas dan lebih efisien dengan pemanfaatan teknologi. Sebut saja sistem komunikasi, yang jelas-jelas sudah membuktikan, bahwa peran serta teknologi meberikan banyak keuntungan dalam hal efisiensi dan efektivitas.

Sektor lain seperti pendidikan juga akan memilki peluang yang besar dengan diinfusnya unsur-unsur teknologi ke dalam aktivitas pendidikan. Pendidikan jarak jauh yang dapat didukung teknologi dapat menjadi salah satu arena siswa untuk berkembang. Dengan teknologi konferensi, kelas jarak jauh dapat dibentuk, siswa dan guru sangat mungkin untuk dapat berkolaborasi dengan civitas akademika dari seluruh penjuru dunia untuk saling berbagi dan bertukar ide.

Di sektor lain, industri pariwisata yang menjadi salah satu penyumbang devisa besar bagi Indonesia. Keberadaan teknologi memungkinkan cara-cara baru untuk memaksimalkan potensi yang ada. Dari sisi persebaran informasi, hingga cara-cara baru yang disuguhkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, terutama wisatawan asing yang persentase kunjungannya terus bertumbuh.

Sebagai Medium Pemerataan

Dalam publikasi riset yang sama, APJII mengungkapkan, bahwa pengguna internet di Indonesia di tahun 2014 mencapai 88 juta orang. Jumlah pengguna terbesar masih di area Jawa-Bali, namun yang paling menarik di daerah lain juga berangsur bertumbuh. Sumatera tercatat memiliki 18,5 juta pengguna, Kalimantan 4,2 juta pengguna, Sulawesi 7,3 juta pengguna dan Papua 5,9 juta pengguna.

Screen Shot 2015-04-24 at 15.29.32

Selama ini kita masih terus memikirkan upaya penyelesaian isu pemerataan. Ntah itu terkait dengan persebaran infrastruktur, perhatian pemerintah, persebaran barang/jasa dan sebagainya. Tersebarnya internet ke berbagai penjuru Indonesia memungkinkan mengurangi gap yang ada tersebut. Komunikasi dan kolaborasi yang apik memungkinkan masyarakat di daerah untuk mudah mendapatkan akses untuk senantiasa terhubung dengan kebijakan di pusat.

Terlebih tren persebaran internet tergolong makin mencerdaskan masyarakat. LIhat saja, kini lebih banyak yang berani mengungkapkan pendapatnya, dalam sebuah kritik atuapun opini. Lihat saja keramaian yang terjadi pada pemilu lalu. Keterbukaan informasi dan kemudahan dalam mengaksesnya memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk bersuara lebih lantang.

Kreativitas Yang Terwadahi

Menariknya kini tren tech-startup di Indonesia saat ini juga terlihat bertumbuh signifikan. Beberapa bahkan sudah menunjukkan kepiawaiannya di ranah Internasional. Artinya lambat laun karya lokal akan bertumbuh, tidak saja kuat sebagai konsumen, namun juga mefasilitasi kebutuhan konsumen tersebut sebagai produsen atau pengembang layanan.

Semangat masyarakat Indonesia, terutama pemuda, yang sedang menggelora ini penting untuk diperhatikan oleh pemangku kebijakan. Dlama hal ini pemerintah harus mau memproteksi industri dalam negeri. Dengan memberikan berbagai dukungan dan kemudahan dalam berbagai perijian, dan tidak membebani tuntutan pajak yang terlalu membebani menjadi cara yang cukup efektif bisa dilakukan, di samping dengan terus mengembangkan infrastruktur dan memastikan hadir di berbagai penjuru negeri.

Lalu apa risiko yang ditimbulkan?

Ada keuntungan, dibaliknya seringkali dibarengi dengan sebuah dampak yang kurang menguntungkan. Arus informasi dan data yang begitu besar di internet menjadikan konten yang ada seringkali tidak dapat terfilter. Dan seringkali kita menyadari dampak tersebut saat sudah menelan korban. Terlihat berdampak baru bertindak. Kemudahan persebaran informasi di internet nyata-nyata menggiurkan banyak pihak yang tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya. Sebut saja gerakan radikal yang terus menjaring masa melalui medium internet.

Memperkuat tim keamanan cyber adalah jawaban yang paling masuk akal. Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah konsumen internet yang juga terus bertumbuh. Penting untuk selalu menanamkan kepada masyarakat tentang bagaimana menyikapi berbagai hal yang mungkin terjadi sebagai dampak persebaran informasi di internet. Sekolah adalah medium yang paling memungkinkan untuk melakukan edukasi tersebut, dan untuk ini tranformasi kurikulum terkait tata krama yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat saat ini sangat penting untuk kembali diwajibkan di setiap sekolah. Agar generasi yang terus lahir dapat menjadi generasi yang benar-benar tau bagaimana memanfaatkan fasilitas yang ada sebagamana mestinya.

]]>
https://dailysocial.net/post/pengguna-internet-indonesia/feed/ 0
Aplikasi KCJ Train Berikan Kemudahan Pengguna Commuter Line Untuk Ketahui Rute dan Posisi Kereta https://dailysocial.net/post/kcj-train/ https://dailysocial.net/post/kcj-train/#comments Fri, 24 Apr 2015 09:30:37 +0000 http://dailysocial.net/?p=56806 KCJ Train Berikan Kemudahan Masyarakan Mendapatkan Informasi Rute dan Posisi Kereta / Shutterstock

Universitas Indonesia (UI) dan PT KRL Communter Jabodetabek (KCJ) baru saja melakukan soft launching sebuah aplikasi mobile yang dinamai dengan KCJ Train. Aplikasi berplatform Android tersebut dikembangkan untuk dapat mendampingi pengguna kereta commuter line, dengan menampilkan informasi terkati dengan rute serta posisi kereta.

Selain memberikan informasi tentang keberadaan kereta yang sedang ditunggu atau digunakan, melalui KCJ Train masyarakat sebagai pengguna layanan commuter line juga dapat menyampaikan kritik dan saran kepada PT KCJ, termasuk untuk mendapatkan update terbaru seputar layanan commuter line.

KCJ-Train

Nadia Novita, Himawan Pratama, dan Tridianto Subagia dari UI sebagai inovator aplikasi tersebut mendasari pengembangan dan konsep yang ditanamkan di aplikasi pada penelitian ilmiah yang telah dilaukan selama dua tahun belakang, yaitu seputar kultur pengguna transporatsi umum di Jepang dan di Indonesia.

Penelitian yang dialkukan di dua negara dengan lanskap sistem transportasi yang berbanding terbalik tersebut, tim peneliti fokus pada pembandingkan tipkal masyarakat yang ada di Jepang dan di Indonesia dan berusaha mencari korelasi dari pola yang dihasilkan keduanya untuk dijadikan acuan pengembangan sebuah sistem komputasi untuk layanan transportasi.

Secara umum kesimpulan yang didapat dari penelitian tersebut adalah bahwa tingkat kepuasan pelanggan kereta sangat dipengaruhi oleh keberhasilan operator kereta dalam memberikan keterbukaan informasi bagi pelanggannya. Simpulan tersebut yang didapatkan dari konsumen transportasi di Jepang dan di Indonesia.

Tidak hanya bagi PT KCJ, simpulan tersebut nampaknya juga berlaku bagi para penyedia layanan transportasi lainnya. Keterbukaan dan kemudahan mendapatkan informasi merupakan salah satu hal yang melandasi kenyamanan publik sebagai konsumen.

Rencananya PT KCJ akan melakukan peluncurkan KCJ Train secara official (termasuk untuk publik) setelah tim peneliti menyerahkan lisensi sepenuhnya kepada PT untuk mengelola aplikasi tersebut. Dijadwalkan serah terima tersebut akan dilakukan setelah tanggal 30 April 2015.

Banyak yang berharap pada perbaikan sistem transportasi di Indonesia. Faktanya kelancaran sistem transportasi akan mempengaruhi banyak hal, salah satu yang paling esensial adalah mengurangi kemacetan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Makin banyak yang berinovasi di bidang transportasi diharapkan menjadi salah satu indikasi bahwa masyarakat juga mulai sadar dengan keadaan transportasi yang ada saat ini, dan mau ikut turun tangan untuk menjadi bagian dalam memperbaiki sistem yang sedang dalam kondisi semwarut ini.

]]>
https://dailysocial.net/post/kcj-train/feed/ 0
MediaCorp Beli 52% Saham KapanLagi Network https://dailysocial.net/post/mediacorp-beli-52-saham-kapanlagi-network/ https://dailysocial.net/post/mediacorp-beli-52-saham-kapanlagi-network/#comments Fri, 24 Apr 2015 08:46:55 +0000 http://dailysocial.net/?p=56790 Kerja sama Strategis / Shutterstock

Perusahaan media digital Indonesia KapanLagi Network (KLN) telah diakuisisi oleh perusahaan asal Singapura, MediaCorp. Dalam siaran pers yang kami terima hari ini (24/4), MediaCorp membeli 52% dari total saham yang dimiliki KLN, yang dikenal memiliki situs portal kapanlagi.com dan merdeka.com.

Proses akuisisi ini merupakan sebuah langkah masif bagi kedua belah pihak. MediaCorp sendiri merupakan media multi-platform dengan jangkauan hingga ke seluruh penjuru wilayah Asia, sementara KLN ialah salah satu pemain penting di industri media digital Tanah Air. Sangat masuk akal jika nantinya kemitraan ini turut memberikan nilai lebih bagi konsumen di kawasan Asia, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi pengiklan untuk melakukan pendekatan baru dalam menyasar konsumen dan calon pelanggan.

“Saya sangat bahagia dengan adanya terobosan dalam perjalanan KLN untuk menjadi perusahaan media digital terdepan di kawasan ini. Dalam tiga tahun terakhir, saya melihat KLN telah tumbuh dari sebuah startup menjadi salah satu platform online independen terdepan di Indonesia. Sejak awal, tujuan kami adalah menciptakan produk-produk yang dapat memberikan dampak bagi publik bahkan di luar pasar kami. Saya senang ambisi tersebut telah mengarahkan KLN ke dalam kemitraan strategis dengan MediaCorp ini. MediaCorp adalah mitra dengan konten dan kapasitas platform yang kuat, serta komitmen untuk terus berinovasi bagi konsumen dan masyarakat,” ujar CEO KLN Steve Christian dalam siaran pers yang kami terima.

Sejauh ini KLN memiliki total kunjungan hingga 40 juta pengunjung tiap bulannya, dan 450 juta kali jumlah konten video yang telah disaksikan dari keseluruhan layanannya seperti kapanlagi.com dan merdeka.com. Pencapaian yang dinilai cukup impresif bagi MediaCorp yang ingin memperkuat keberadaannya di industri dalam wilayah ini.

CEO MediaCorp Shaun Seow memaparkan pesatnya pertumbuhan dan potensi belanja digital di pasar Indonesia menciptakan banyak peluang baru yang sangat berharga. Tak lupa dirinya turut memuji KLN yang dinilai mampu membuat dan menyebarkan konten digital di Tanah Air.

Ia mengatakan, “Pengumuman hari ini memperkuat kemampuan MediaCorp untuk menjangkau kesempatan-kesempatan berharga di tengah industri media yang cepat berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah memposisikan MediaCorp sebagai perusahaan yang mengutamakan konsumen serta menyediakan akses terhadap konten yang berbeda, inovatif, dan menarik dalam bentuk platform yang beragam.”

“Pengguna media digital di Indonesia berkembang dengan pesat dan membuka peluang menggiurkan bagi KLN. Saya sangat terkesan dengan bagaimana perusahaan mengembangkan dan menyebarkan konten, serta mengembangkan bisnis dengan cepat,” tambah Seow.

]]>
https://dailysocial.net/post/mediacorp-beli-52-saham-kapanlagi-network/feed/ 0
HaloMoney Siap Tambahkan Produk dan Perluas Pasar https://dailysocial.net/post/halomoney-siap-tambahkan-produk-dan-perluas-pasar/ https://dailysocial.net/post/halomoney-siap-tambahkan-produk-dan-perluas-pasar/#comments Fri, 24 Apr 2015 07:41:00 +0000 http://dailysocial.net/?p=56776 Membandingkan Berbagai Produk Keuangan / Shuttestock

Setelah induk perusahaannya menerima pendanaan sebesar $40 juta dari beberapa investor ternama, Managing Director HaloMoney Indonesia Simon Costello mengatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan dana tersebut untuk melakukan ekspansi seperti sosialisasi, penambahan produk, dan beberapa strategi baru yang turut memperkuat eksistensi mereka.

“Skema ini bakal membantu memperluas layanan kami untuk membantu banyak rumah tangga di Indonesia. Seiring berjalannya waktu kami turut menghadirkan lebih banyak produk yang tersedia untuk dibandingkan di platform kami,” kata Simon dalam wawancara dengan tim DailySocial.

Simon sendiri tidak menyebutkan nominal yang nantinya akan digelontorkan oleh CompareAsia Group selaku induk perusahaan terhadap pasar Indonesia yang direpresentasikan oleh HaloMoney. Menurutnya yang terpenting ialah kini HaloMoney dapat melayani masyarakat Indonesia dengan jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan percaya diri Simon mengklaim bahwa pendanaan ini merupakan suatu bentuk kepercayaan investor atas keberlangsungan mereka di masa depan, sekaligus suatu tanggung jawab bahwa untuk menjaga pertumbuhan cepat mereka di pasar Tanah Air.

“Pendanaan kali ini juga membantu kami meningkatkan brand awareness dari masyarakat. Sejauh ini, banyak orang Indonesia memilih produk keuangan yang salah karena mereka tidak memiliki cukup wawasan ke pasar. Dengan strategi penjualan kami nanti, (harapannya) banyak orang akan menyadari bagaimana kami dapat membantu dan mencocokkan produk yang tepat untuk mereka,” tambah Simon.

Layanan HaloMoney sejatinya bisa dijadikan acuan masyarakat Indonesia yang merupakan negara dengan perekonomian yang bertumbuh pesat dan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara. Pihaknya mencoba mengakomodir dengan menawarkan 122 pilihan kartu kredit, 17 pilihan KTA (Kredit Tanpa Agunan), dan 35 pilihan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) untuk pasar Indonesia.

Belum ada informasi lebih lanjut perihal aplikasi mobile yang sedang dikembangkan oleh pihak HaloMoney. Namun satu hal yang pasti, Simon mempertimbangkan dengan serius hal tersebut.

]]>
https://dailysocial.net/post/halomoney-siap-tambahkan-produk-dan-perluas-pasar/feed/ 0
Layanan Uber Kini Bisa Diakses Konsumen Jakarta Melalui Aplikasi Zomato https://dailysocial.net/post/zomato-uber/ https://dailysocial.net/post/zomato-uber/#comments Fri, 24 Apr 2015 04:50:39 +0000 http://dailysocial.net/?p=56765 Layanan Uber Kini Bisa Diakses via Aplikasi Zomato / Uber

Zomato dan Uber secara resmi telah mengumumkan kemitraannya. Di sebanyak 27 kota di 13 negara, termasuk di Jakarta, layanan Uber kini bisa diakses melalui aplikasi Zomato. Integrasi layanan ini menawarkan pengalaman kepada pengguna untuk bisa melihat estimasi waktu jemput, waktu perjalanan dan ongkos perjalanan dengan Uber yang harus dikeluarkan ketika hendak mendatangi ke sebuah restoran yang direkomendasikan Zomato.

Ketika resmi diluncurkan per 23 April 2015, integrasi Uber di Zomato sudah efektif dapat berjalan di area yang telah ditunjuk untuk mendapatkan pembaruan tersebut, termasuk di Jakarta. Saat ini daftar restoran yang diindeks di Zomato untuk wilayah Jakarta juga sudah memilih tombol untuk menggunakan layanan Uber. Untuk menikmati layanan ini, pengguna Zomato harus memastikan aplikasi telah diperbarui ke versi terbaru.

Layanan Uber Bisa Diakses via Zomato / Uber

Menanggapi kerja sama ini, tim Zomato di Indonesia mengakatan:

“Bagi Zomato sendiri kerja sama ini dibangun untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna ketika menggunakan aplikasi Zomato. Ekpektasi yang diharapkan dari kerja sama ini agar pengguna Zomato mendapatkan pengalaman yang menyeluruh ketika pengguna berencana untuk datang ke suatu restoran, mulai dari memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran kemudian memilih untuk pergi dengan menggunakan layanan dari Uber dan hingga membagikan penggalaman kulinernya yang semuanya dapat dilakukan di aplikasi Zomato.”

Sesuai dengan yang ditargetkan Zomato di tahun 2015, setelah berhasil mendapatkan pendanaan $60 juta dari beberapa investor, Zomato ingin menggenjot penjualan, pengembangan aplikasi dan ekspansi ke wilayah yang lebih luas. Kerja sama dengan Uber dapat menjadi babak baru bagi layanan pencarian restoran online tersebut. Terlebih aplikasi Zomato for Business saat ini juga sedang terus dikembangkan, sehingga memungkinkan model bisnis baru dapat diterapkan.

Berbicara tentang Uber sendiri, meskipun sempat memiliki beberapa permasalahan, namun tampaknya secara perlahan penetrasinya juga terus meluas. Di Indonesia sendiri, sepak terjang terakhir yang cukup kencang didengar ialah kehadiran UberX/UberRakyat dan rencana ekspansi ke Surabaya. Kerja samanya dengan Zomato juga sepertinya tak lain karena Uber ingin mempertahankan dan meningkatkan jumlah penggunanya.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, layanan serupa dengan Uber, dalam berbagai jenis armada, sudah mulai bermunculan, dan beberapa di antaranya bahkan memiliki kelebihan yang banyak diidamkan pengguna, yaitu tidak harus membayar dengan kartu kredit. Dengan memanfaatkan Zomato, Uber akan mencoba keberuntungan menggiring pencari restoran untuk menggunakan layanannya. Meskipun secara kasat mata jika dilihat pengguna Zomato dan Uber sepertinya dari segmentasi yang sama, namun kita lihat saja ke depan, apakah benar-benar efektif untuk menumbuhkan minat pengguna di kedua layanan tersebut.

]]>
https://dailysocial.net/post/zomato-uber/feed/ 0
Tanggapan Pelaku Industri E-commerce Terhadap Pencabutan Dana Investasi Negatif https://dailysocial.net/post/tanggapan-pelaku-industri-e-commerce-terhadap-pencabutan-dana-investasi-negatif/ https://dailysocial.net/post/tanggapan-pelaku-industri-e-commerce-terhadap-pencabutan-dana-investasi-negatif/#comments Fri, 24 Apr 2015 04:00:55 +0000 http://dailysocial.net/?p=56759 shutterstock_199896194

Meski investasi asing mulai memasuki industri e-commerce Indonesia, dapat dikatakan bahwa saat ini industri jual-beli online masih seperti balita (infant industry). Masih butuh banyak sokongan untuk dapat tumbuh kembang sesuai dengan kemampuan potensialnya. Salah satu proteksi nyata adalah dengan tidak menjadikannya sebagai subjek kepada pajak. Selain itu terkait DNI (Dana Investasi Negatif) yang melarang investor asing di layanan e-commerce Indonesia, para pemain mengusulkan kepada pemerintah agar hal tersebut dihapuskan demi pengembangan industri e-commerce lokal.

Selain pembahasan revisi DNI, saat ini pemerintah juga  akan segera mengeluarkan aturan dan roadmap e-commerce. Seperti diketahui aturan yang digodok pemerintah soal e-commerce ini tak hanya jadi urusan Kementerian Kominfo. Pembahasan mengenai hal itu juga melibatkan instansi dan kementerian lainnya seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, hingga Badan Ekonomi Kreatif (BEK).

Usulan revisi Dana Investasi Negatif (DNI) oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang mengindikasikan kemungkinan terbukanya bisnis e-commerce untuk pemain asing,  mendatangkan beberapa tanggapan dari pelaku industri.

CEO MatahariMall Hadi Wenas berkomentar, “Secara garis besar, revisi DNI adalah positif, karena kami (pelaku e-commerce) terus terang masih membutuhkan investor asing karena keterbatasan-keterbatasan  dari investor lokal.”

Industri e-commerce membutuhkan modal yang besar. Di dalamnya terdapat pembangunan infrastruktur yang mendukung. Tak hanya bicara jaringan Internet, tetapi juga bisnis yang dari ujung ke ujung.  Dari urusan logistik, pergudangan, pembayaran, hingga edukasi pasar.

Selama ini dana-dana besar yang mengucur ke industri e-commerce masih didominasi oleh investor asing. Kekurangan investor lokal, menurut Hadi, ada tiga poin. Poin pertama investor lokal cenderung memberikan valuasi rendah dengan alasan risiko tinggi kalau dibandingkan dengan industri lain yang sudah mapan. Poin kedua,  industri yang masih “bayi” butuh waktu tumbuh. Industri ini tidak bisa mengandalkan investor yang mengharapkan retur dalam jangka pendek. Berbeda dengan investasi di bidang lain yang masih menggiurkan, seperti  properti.

Terakhir, kekurangannya ada di sisi pengetahuan. Untuk menjalankan industri ini diperlukan investor yang memiliki keahlian dalam bidang ini. Bila tidak, investor tak bisa memberikan kontribusi maksimal untuk industri ini. “Belakangan ini tentang valuasi dan retur yang cepat saya melihat sudah mulai berubah. Investor lokal sudah mulai mengerti hal ini,” ujar Hadi.

CEO Bilna Ferry Tenka melihat terkait investasi dari luar bukan hal yang masalah. Ia mengatakan, “Saat ini pun sudah banyak pemain e-commerce yang mendapatkan pendanaan dari asing. Bahkan menurut saya ini dapat meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan e-commerce di Indonesia.”

Investasi yang masuk dari pihak asing, disebutkan juga dibarengi dengan transfer ilmu untuk mendongkrak kualitas pemain di bisnis ini. Data yang dikumpulkan Veritrans memprediksikan tahun ini total transaksi online di Indonesia akan mencapai $3,56 miliar dan tahun depan meningkat menjadi $4,89 miliar, meskipun belum ada gambaran dan data berapa banyak modal baru yang dimasukkan untuk layanan e-commerce per tahunnya.

Pendiri dan CEO HijUp Diajeng Lestari juga menyinggung soal kompetisi dan ia melihat tidak perlu khawatir dengannya. Menurutnya bisnis ini pasti akan lebih kompetitif jika modal asing masuk, sehingga para pemain mau tidak mau harus lebih kreatif mencari strategi untuk bisa bertahan.

Melihat dari sisi perusahaan, Pendiri dan CEO BerryBenka Jason Lamuda mengganggap akan ada banyak kemudahan dengan penghapusan DNI, “Dampaknya pasti baik untuk startup Indonesia, karena lebih banyak e-commerce bisa menerima dana dari luar. Dan juga founder tidak sudah pusing tentang restructuring ke Singapura atau mencari cara lain,” ungkapnya.

Jason juga berharap bahwa peraturan baru nantinya akan lebih transparan dalam hal-hal  terkait dengan industri e-commerce, termasuk urusan perpajakan.

Hadi dan para pelaku industri e-commerce berharap obyektivitas pemerintah dalam memandang  bisnis ini. Menurut mereka, pola pikirnya harus diubah dari “keuntungan negara dalam jangka pendek” ke “keuntungan industri e-commerce dalam jangka panjang”.

]]>
https://dailysocial.net/post/tanggapan-pelaku-industri-e-commerce-terhadap-pencabutan-dana-investasi-negatif/feed/ 0