DailySocial https://dailysocial.net Indonesian Tech-Startup Media Sat, 28 Mar 2015 02:00:10 +0000 en-US hourly 1 Sanny Gaddafi Berbisnis Sambil Membantu Kalangan Akar Rumput https://dailysocial.net/post/sanny-gaddafi/ https://dailysocial.net/post/sanny-gaddafi/#comments Sat, 28 Mar 2015 02:00:10 +0000 http://dailysocial.net/?p=55624

Sanny Gaddafi adalah satu dari sekian nama yang tidak asing di lanskap digital Indonesia. Ia dikenal sebagai entrepreneur sekaligus Direktur program inkubator Jakarta Founder Institute. Debut kewirausahaannya dimulai sejak dini. Saat masih duduk di bangku kuliah, ia membuat media sosial FUPEI (Friends Uniting Program Especially Indonesian) yang dirilis pada tahun 2004.

Kreasi awal ini dilakukan berdasarkan ketertarikannya terhadap media sosial. Ia bersemangat membuat tandingan media sosial yang sudah ada saat itu. “Saya tertarik dengan media sosial yang mampu menghubungkan banyak orang. Saat itu FUPEI cukup mendapat sambutan baik. Senang rasanya melihat, orang berteman, bahkan ada yang menikah bertemu di FUPEI,” ujarnya.

Ia menceritakan bahwa ia tak pernah lupa saat FUPEI berulang tahun, penggunanya di beberapa kota merayakan dengan membuat kue ulang tahun.

8Villages

Ketertarikan terhadap media sosial tidak pernah kandas. Itu sebabnya saat rekannya mengajak untuk membuat 8Villages, sebuah layanan untuk menghubungkan komunitas petani melalui perangkat mobile, termasuk terhubung dengan Internet, ia pun tertarik.

“Bagi kita informasi begitu deras, bahkan nyaris kesulitan memfilter. Sedangkan petani kekurangan informasi yang dibutuhkan untuk mereka. Itulah yang membuat saya tertarik untuk membuat 8Villages. Bagi saya pribadi juga merasa tantangan, apalagi sedikit sekali di antara kita yang mau melayani kebutuhan grassroots. Padahal mereka adalah mayoritas,” ujar lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Melalui 8Villages yang menggabungkan SMS, telepon, dan Internet ini, para petani bisa berkomunikasi dalam format mikroblogging. Petani dapat menerima informasi yang dibutuhkan tentang merawat lahan, pemberian pupuk, irigasi, masa tanam, bibit dan banyak lagi. Karena 8Villages juga merupakan jejaring sosial, petani juga bisa bertanya untuk konsultasi seputar permasalahannya dan akan dijawab oleh pakar pertanian.

8villages

Kegunaan 8Villages di setiap daerah di Indonesia bisa sangat berbeda. Menurut Sanny, layanan ini tidak hanya digunakan untuk petani, namun juga industri mikro, dan nelayan. Platformnya dapat digunakan masyarakat lapisan bawah secara luas.

Menurutnya, tak ada lagi yang lebih membahagiakan dan membakar semangat, dari ucapan terima kasih dari mereka. “Meski harus ‘berdarah-darah’ di awal dan gonta-ganti bisnis model, namun ketika melihat penghasilan mereka meningkat membuat saya makin semangat,” ujarnya.

Ia terharu ketika mengadakan pertemuan langsung dengan pengguna 8Villages. Mereka tidak hanya datang sebagai tamu, namun turun tangan membantu acara. “Mereka bantu pasang-pasang bendera 8Villages. Waktu kami bilang menyampaikan terima kasih, mereka justru bingung, sebab menurut mereka ini bentuk terima kasih mereka terhadap kami,” kenangnya.

Meski demikian, pria yang pernah masuk jajaran Top 100 Young Influencers in Indonesia oleh Marketeers Magazine ini menyadari bahwa untuk tetap bisa berjalan dan bertahan, upayanya harus kuat juga dari sisi bisnis.

Sanny menutup pembicaraan dengan mengatakan:

“Bisnis tetap bisnis, harus bisa menghasilkan uang agar bisa berjalan. Di sisi lain juga bisa membantu orang dan memiliki nilai sosial yang tinggi. Caranya yang paling gampang dimengerti adalah kita harus bisa menemukan perusahaan yang mau membantu kita, (dan) untuk membantu orang lain.”

]]>
https://dailysocial.net/post/sanny-gaddafi/feed/ 0
Teknologi Terbaru Autodesk Jamah Bisnis Manufaktur https://dailysocial.net/post/teknologi-terbaru-autodesk-jamah-bisnis-manufaktur/ https://dailysocial.net/post/teknologi-terbaru-autodesk-jamah-bisnis-manufaktur/#comments Fri, 27 Mar 2015 13:30:44 +0000 http://dailysocial.net/?p=55620 Kiri ke kanan:Achirul Djamal, Detlev Reicheneder, Chris Lee / DailySocial

Menurut Autodesk, masa depan bisnis manufaktur telah terdefinisikan ulang lantaran berkembangnya teknologi yang ada saat ini. Kemandirian tiap individu dalam memanfaatkan teknologi semakin mudah disesuaikan berdasarkan permintaan dan keinginan. Dalam diskusinya dengan DailySocial beberapa hari lalu (25/3), pihak Autodesk memperkenalkan solusi yang mampu membantu konsumen mereka mempercepat bisnis di era baru ini.

Autodesk sendiri dikenal sebagai sebuah aplikasi desain untuk profesional, mahasiswa, dan penggemar desain grafis untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka. Hadir sekitar 30 tahun lamanya di tengah masyarakat global, termasuk Indonesia, Autodesk melakukan ekspansi untuk melebarkan bisnis layanannya dalam industri yang lebih luas.

Jajaran solusi terbaru Autodesk menyediakan kumpulan tools dan layanan komputasi awan yang lengkap untuk para desainer dan engineers sehingga mengizinkan mereka untuk merancang sebuah desain, visualisasi, dan simulasi alur kerja sebuah produk secara mudah.

Country Manager Autodesk Indonesia Achirul Djamal mengakui bahwa teknologi tiga dimensi yang kerap didukung oleh Autodesk mampu membantu banyak orang mengkonsepkan rencana-rencana mereka dengan baik. Tidak cukup sampai di situ, peran 3D di pasar masa depan ialah mampu mengubah bisnis manufaktur tradisional.

“Saat ini kami bergerak cenderung bagaimana membantu bisnis manufaktur di masa depan. Merealisasikan konsep, lalu ke produksinya, hingga ke tingkat kustomisasi dari pelanggan kami,” paparnya.

Pemanfaatan teknologi dalam bisnis manufaktur, dalam kasus ini industri otomotif, dianggap Senior Industry Manager of Automotive Autodesk Detlev Reicheneder hal yang sangat positif . Ia berkata, “Anda (para perusahaan) memiliki kesempatan untuk melangkah ke depan dengan memanfaatkan teknologi.”

Solusi yang coba dihadirkan oleh Autodesk sendiri mudah dikembangkan dan disesuaikan oleh para penggunanya, terjangkau, dan memberikan kesempatan para konsumen mereka untuk mengkreasikan produk dengan lebih banyak cara lagi.

Hasil software Autodesk pada era ini bukannya hasil gambar atau model 3D, melainkan hasil bisnis yang lebih baik. Cukup jelas bahwa masa depan industri manufaktur akan ditandai dengan hal-hal yang kompleks, sistem multidisipliner, terhubung dengan satu dan yang lain serta mengubah kebiasaan konsumen yang membuat Autodesk menciptakan alat-alat besar dan kecil bagi industri manufaktur untuk terus maju.

]]>
https://dailysocial.net/post/teknologi-terbaru-autodesk-jamah-bisnis-manufaktur/feed/ 0
Ketika Era Inkubator dan Akselerator Startup Mungkin Hidup Kembali di Indonesia https://dailysocial.net/post/era-inkubator-akselerator-indonesia-2015/ https://dailysocial.net/post/era-inkubator-akselerator-indonesia-2015/#comments Fri, 27 Mar 2015 09:43:11 +0000 http://dailysocial.net/?p=55599 Kesempatan Hidupnya Kembali Akselerator dan Inkubator Startup / Shutterstock

Inkubator dan akselerator startup adalah bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem perkembangan startup itu sendiri. Peran keduanya bisa sangat membantu di masa-masa awal pertumbuhan startup dalam mengembangkan bisnisnya. Namun kini di Indonesia gaung keduanya seolah-olah redup. Apa yang menjadi penyebabnya? Akankah era inkubator dan akselerator startup hidup kembali di Indonesia?

Meski memiliki struktur yang berbeda, sebenarnya kedua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mempercepat perkembangan startup. Perbedaan mendasar pada kedua program ini berada pada tahap apa sebuah startup menghabiskan waktunya untuk mengembangkan bisnis saat mengikuti salah satu di antaranya.

Pada program inkubator, biasanya memakan waktu lebih lama, yakni sekitar enam bulan atau lebih. Ini disebabkan karena program inkubasi juga menerima ide yang masih mentah, tak hanya tim atau startup yang sudah memiliki produk jadi. Jadi waktu lebih banyak dihabiskan untuk proses validasi ide, produk, hingga proses validasi ke pasar.

Berbeda dengan inkubator, program akselerator dapat berlangsung lebih cepat, sekitar tiga bulan. Hal ini karena program akelerator cenderung meminta startup yang telah memiliki produk. Kemudian, selama startup mengikuti program ini, mereka akan dibantu dalam memaksimalkan produk yang ada untuk dapat masuk ke pasaran. Meskipun demikian, ada juga program akselerasi yang memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar delapan hingga 12 bulan seperti DDB Accelerator.

Sebenarnya di Indonesia sendiri saat ini sudah ada sejumlah program inkubator dan akselerator yang siap membantu perkembangan startup tanah air dan masih aktif. Beberapa pemain lama dalam program ini di antaranya adalah Indigo Inkubator, GEPI, Skystar Ventures, Binus Startup Accelerator, Jakarta Founder Institute, dan Ideabox. Selain itu masih ada pemain baru yang juga mulai bermunculan seperti KLN Play, Kolaborasi, dan Start Surabaya.

Namun, saat ini ada beberapa, saya tak dapat sebutkan namanya di sini, dari program inkubator atau akselerator yang mulai kehilangan gaungnya, tidak mengambil startup kembali untuk diinkubasi ataupun diakselerasi. Apa yang menjadi penyebabnya? Menurut hemat saya kendala utamanya justru terletak di startup itu sendiri.

Punya ide brilian, mencari co-founder, sukses memperoleh funding dari investor, diakuisisi oleh Google, dan menjadi kaya raya dengan reputasi luar biasa adalah mimpi dari setiap orang yang ingin terjun ke dunia startup. Kenyataannya tidak seindah itu. Banyak juga mimpi buruk yang menghancurkan startup-startup di Indonesia. Mengapa?

Mungkin ini isu lama, tapi saya rasa masih relevan dengan keadaan sekarang. Startup Indonesia masih berkutat pada lemahnya konsep yang dibuat, lemahnya diferensiasi dan inovasi, kurangnya kesiapan manajemen dan aspek legal, sampai ke valuasi yang membumbung tinggi dan tidak masuk perhitungan finansial dan ekonomi.

Belum lagi tingkat kesadaran beberapa founder yang masih rendah akan peran dari program inkubasi dan akselerasi yang ada. Banyak yang masih menyangsikan kedua program tersebut karena mereka lebih melihat pada hasil akhir yaitu saat startup mendapatkan investasi. Padahal dengan mengikuti salah satu dari kedua program yang ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh.

Tapi, saya juga tak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada startup yang baru memulai, karena industri ini masih hijau di Indonesia. Dan tentu saja tak semua startup Indonesia seperti ini, banyak juga yang benar-benar menjalankan startupnya dengan skill, knowledge dan passion mereka. Startup-startup inilah yang akan sukses dalam jangka panjang, bukan yang mengejar hype semata.

Kendala tersebut, hanyalah satu dari sekian banyak kendala yang harus dihadapi oleh mereka yang berada di balik layar program inkubator dan akselerator di Indonesia. Toh nyatanya Alexander Jarvis pun memprediksikan bahwa di tahun 2015 ini akan semakin banyak inkubator dan akselerator yang tumbuh di Indonesia.

Jika ingin mendapatkan ulasan lebih mendalam mengenai program akselerasi dan juga inkubasi di Indonesia, baik itu kendala, manfaat, juga peran mereka dalam membangun ekosistem startup Indonesia menjadi lebih baik, Anda dapat dapat ke ajang Echelon Indonesia 2015 yang akan diselenggarakan pada 14-15 April nanti di Balai Kartini.

Peter Goldsworthy (Ardent Labs), Aryo Ariotedjo (CEO and Founder Grupara), Nicko Widjaja (Director Indigo Incubator), dan Antonny Liem (CEO Merah Putih Inc) akan membahas mengenai kebangkitan program akselerasi dan inkubasi di Indonesia untuk startup.

]]>
https://dailysocial.net/post/era-inkubator-akselerator-indonesia-2015/feed/ 0
Adplus dan Wisebirds Kolaborasi Tawarkan Platform Adwitt untuk Beriklan di Facebook https://dailysocial.net/post/adplus-wisebirds-facebook/ https://dailysocial.net/post/adplus-wisebirds-facebook/#comments Fri, 27 Mar 2015 08:54:32 +0000 http://dailysocial.net/?p=55613 Adplus dan Wisebirds Tawarkan Platform Adwitt untuk Beriklan di Facebook / Shutterstock

Sebagai tindak lanjut akuisisi Yello Mobile Korea Selatan terhadap Adplus, Adplus mengumumkan kerja samanya dengan Wisebirds, yang juga adalah anak perusahaan Yello Mobile, untuk menawarkan platform Adwitt untuk solusi beriklan di Facebook. Wisebirds adalah salah satu Facebook Marketing Partner yang paling dikenal di Korea Selatan.

Latar belakang penawaran ini tentu saja adopsi Facebook yang tinggi di Indonesia. Brand akan berlomba-lomba beriklan di platform media sosial terpopuler ini untuk menjangkau pengguna Internet yang lebih luas. Data Facebook enam bulan yang lalu menunjukkan Indonesia memiliki 69 juta pengguna aktif Facebook.

Lebih lanjut, 92,4% di antaranya mengakses dari perangkat mobile yang membuat Indonesia adalah negara dengan persentase pengakses Facebook tertinggi di dunia dari perangkat mobile.

Potensi yang masif ini merupakan tambang emas bagi Adplus dan Wisebirds sebagai perusahaan teknologi periklanan. Membawa Adwitt milik Wisebirds sebagai platform periklanan digital yang sudah dioptimasi untuk Facebook, kolaborasi keduanya diharapkan mendapatkan sambutan dari brand dan pelaku pemasaran di Indonesia. Adplus sendiri sebelumnya juga memiliki unit bisnis Adplus Social Advertising yang menyasar pasar media sosial.

Co-Founder dan CEO Adplus Yazid Faizin dalam rilis persnya mengatakan, “Produk dan proses kerja yang mereka (Wisebirds) lakukan sangat menarik. Kerja sama ini menjadi kesempatan yang ideal bagi kami untuk berkolaborasi dalam mengembangkan network dan bisnis digital advertising, khususnya melalui Facebook. Tidak hanya di Indonesia, namun hingga Asia.”

Tentang keunggulan Adwitt sebagai platform beriklan di Facebook, Strategic Planning Director Wisebirds Jun Youl Shin menjelaskan, “Sebagai platform marketing Facebook, Adwitt memiliki banyak keunggulan dalam menjalankan kegiatan periklanan dari awal hingga akhir. Mulai dari riset, rekomendasi dan analisa target market secara detail dan luas untuk efektifitas kampanye, sistem yang membantu mengatur efektifitas iklan, serta fleksibilitas pengaturan jangka waktu iklan.

“Singkatnya, Adwitt membantu para pelaku marketing untuk menemukan dan menggapai target baru, dan memanfaatkan media Facebook dengan cara yang efektif dengan mengesampingkan hal-hal kompleks yang tidak diperlukan dalam sebuah kampanye. Serta manfaat yang paling penting adalah dapat memberikan hasil report dan analisa yang sangat lengkap, yang dapat digunakan dalam membantu mengambil keputusan kampanye, kapanpun dibutuhkan,” tambahnya.

]]>
https://dailysocial.net/post/adplus-wisebirds-facebook/feed/ 0
Indosat dan Tata Communications Sinergikan Layanan Korporasi https://dailysocial.net/post/indosat-tata-communications/ https://dailysocial.net/post/indosat-tata-communications/#comments Fri, 27 Mar 2015 06:07:24 +0000 http://dailysocial.net/?p=55600 Ilustrasi Teknologi Jaringan / Shutterstock

Mematangkan bisnisnya di lingkup korporasi, Indosat menggandeng Tata Communications untuk mensinergikan layanan kedua belah pihak demi memenuhi berbagai kebutuhan lokal untuk tetap kompetitif di industri teknologi saat ini. Kerja sama strategis ini diharapkan mampu merancang portofolio seperti  Global Network, Value Added Services, Unified Communications dan solusi khusus untuk berbagai industri.

Tata Communications ialah salah satu penyedia layanan ICT kelas dunia yang telah berpengalaman dalam layanan global connectivity dan managed services. Kemitraannya dengan Indosat, dinilai mampu menyediakan beragam  layanan ICT melalui peningkatkan kapabilititas cakupan  jaringan global untuk memenuhi kebutuhan layanan ICT bagi korporasi global yang semakin meningkat dan saat ini sedang melakukan terobosan bisnis di regional  Asia tidak terbatas di Indonesia.

“Kami sangat antusias atas munculnya berbagai peluang–peluang bisnis yang menantang melalui kerja sama Indosat dengan Tata Communications yang akan memberikan nilai lebih bagi pelanggan-pelanggan bisnis di regional Asia. Tata Communications merupakan pilihan kami untuk bekerja sama karena pengalaman dan keahliannya dalam menggarap pasar yang sedang berkembang dan cakupan jaringan luas yang melayani berbagai industri,” papar CEO Indosat  Alexander Rusli dalam siaran pers yang kami terima (26/3).

Ia melanjutkan, “Semua ini akan memudahkan kami dalam menawarkan berbagai solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan bisnis di era yang kompetitif saat ini. Dari solusi layanan ini, pelanggan bisnis akan memiliki akses untuk mencoba dan menguji solusi tersebut  untuk kemudian disesuaikan dengan berbagai variasi kebutuhan lokal  yang akan memastikan performansi yang tinggi, aktivasi layanan yang cepat dan dukungan layanan bagi pelanggan korporasi yang terbaik.”

Kolaborasi ini secara resmi disahkan pada akhir bulan Januari 2015 lalu. Indosat mengharapkan peran serta Tata Communications dalam menawarkan kesempatan yang lebih luas bagi pelanggan korporasi dari berbagai industri di regional untuk mendapatkan solusi layanan ICT  end-to-end. Skema ini dinilai dapat menurunkan biaya maupun kompleksitas pada saat membangun portofolio bisnis pelanggan korporasi di Indonesia mapun di regional bagi kedua belah pihak.

“Kerjasama Indosat dengan Tata Communications menandai  tonggak penting bagi yang akan memperluas  cakupan bisnis kami di wilayah ini. Kekuatan ekonomi digital Indonesia  berkembang sangat pesat melalui  budaya start-up yang sangat kuat  menghasilkan berbagai inovasi di perdagangan, mobilitas, media sosial dan konten digital,” ujar Senior Vice President Sales Europe, Asia and America Tata Communications Connor Caroll.

]]>
https://dailysocial.net/post/indosat-tata-communications/feed/ 0
MatahariMall Siapkan Fasilitas Pergudangan Seluas Satu Hektar di Kawasan Halim https://dailysocial.net/post/mataharimall-siapkan-fasilitas-pergudangan-seluas-satu-hektar-di-kawasan-halim/ https://dailysocial.net/post/mataharimall-siapkan-fasilitas-pergudangan-seluas-satu-hektar-di-kawasan-halim/#comments Fri, 27 Mar 2015 04:04:50 +0000 http://dailysocial.net/?p=55598 MatahariMall Siapkan Fasilitas Pergudangan Seluas Satu Hektar / Shutterstock

Layanan E-Commerce milik Lippo Group MatahariMall belum resmi beroperasi, tetapi mereka telah mempersiapkan diri untuk mengurus fulfillment dengan membangun kompleks pergudangan seluas satu hektar (10 ribu meter persegi) di kawasan Halim, Jakarta Timur, yang menjadi hub pengiriman utama dan memiliki lebih dari 200 pekerja. Dalam membangun layanan e-commerce online-to-offline (O2O) ini MatahariMall dibantu oleh e-commerce enabler aCommerce.

Dalam rilis persnya, perwakilan Lippo Group John Riady mengatakan, “Ada begitu banyak komponen yang harus dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Kami percaya bahwa kami harus mengambil pendekatan yang tidak bisa negosiasi dengan melengkapi MatahariMall dengan fasilitas dan sumber daya manusia terbaik yang dibutuhkan untuk menjadi layanan yang terbaik dan menjadi perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia.”

Fasilitas pergudangan ini dapat menyimpan ratusan ribu produk dan menjadi pusat pengiriman MatahariMall yang memiliki lini masuk, lini keluar, lini QA dan pengukuran, stasiun pengembalian barang, area karantina, penyimpanan beku (cold storage), dan penyimpanan yang aman (secure storage). Ada 200 pekerja yang akan terlibat dalam fasilitas ini.

Selain fasilitas pergudangan, MatahariMall disebutkan didukung oleh pusat perkantoran seluas 1600 meter persegi di Lippo Kuningan Building untuk mendukung operasional sehari-hari layanan yang mengetengahkan konsep O2O sebagai unggulannya.

Photo 2

Lippo Group menyiapkan investasi $500 juta hingga 2-3 tahun ke depan untuk membangun layanan yang memungkinkan para pelanggan untuk membeli dan membayar secara online, kemudian mengambil dan mengembalikan produk di 131 cabang Matahari Department Store di seluruh Indonesia. Mereka berambisi meraup pendapatan sekitar $1 miliar dalam waktu dua tahun ke depan.

Terkait penunjukan aCommerce sebagai konsultan untuk membantu MatahariMall membangun strategi pemasaran digital dan operasional sendiri, Co-CEO aCommerce Indonesia Adrian Suherman mengatakan, “Kami percaya Matahari adalah satu-satunya pemain e-commerce yang benar-benar dapat memanfaatkan proses O2O. Tidak ada yang bisa menirunya sejauh ini. Ketika konsep e-commerce bukan merupakan hal baru di kawasan ini, hal yang unik adalah kehadiran offline yang masif yang dimiliki oleh Lippo Group.”

“Dengan sekitar 60% orang Indonesia masih berbelanja secara offline, MatahariMall bakal membentuk jembatan yang dibutuhkan untuk mendorong perubahan perilaku konsumen,” tambahnya.

]]>
https://dailysocial.net/post/mataharimall-siapkan-fasilitas-pergudangan-seluas-satu-hektar-di-kawasan-halim/feed/ 0
Perusahaan Teknologi Periklanan Criteo Fokuskan Berinvestasi di Pasar Indonesia Tahun Ini https://dailysocial.net/post/criteo-indonesia-2015/ https://dailysocial.net/post/criteo-indonesia-2015/#comments Fri, 27 Mar 2015 03:36:41 +0000 http://dailysocial.net/?p=55500 Human Resources on Advertising Company / Shutterstock

Perkembangan e-commerce yang semakin pesat pun menjadi salah satu daya tarik sendiri, termasuk Criteo yang merupakan salah satu pemain terdepan global dalam performance display ads. Meskipun beroperasi di Singapura untuk pasar Asia Tenggara, Criteo akan mencoba berinvestasi di Sumber Daya Manusia (SDM) tahun ini dengan mencari talenta lokal Indonesia, karena kini Indonesia telah menjadi salah satu pasar terpenting Criteo di Asia Tenggara.

Fokus di pasar Indonesia

Managing Director Criteo for Southeast Asia Yuko Saito mengatakan, “Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami. Beberapa bulan yang lalu sebenarnya tidak seperti ini. Tapi kini, Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesar kami dari sembilan negara yang kami cover (di Asia Tenggara).”

Yuko menambahkan:

“Oleh karena itu kami banyak habiskan waktu dan fokus untuk Indonesia dan juga kami mulai mempekerjakan staf lokal di sini untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. […] Jadi tahun ini pasar Indonesia adalah fokus utama kami dan kami akan berinvestasi untuk memperkerjakan orang lebih banyak lagi untuk pasar ini.”

Yuko melihat Indonesia sebagai pasar yang penting bukan tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui, saat ini sedang terjadi pergeseran behavior di tengah-tengah masyarakat Indonesia, dari offline ke online, dengan semakin bertambahnya pengguna Internet di Indonesia. Sesungguhnya Criteo sudah menaruh perhatian terhadap Indonesia sejak Desember 2013 lalu, saat Criteo membuka kantor di Singapura sebagai pusat operasinya untuk Asia Tenggara dengan fokus kunci di mobile advertising.

Potensi besar untuk industri e-commerce  ($3.56 billion di 2015) dan penetrasi perangkat mobile yang terus meningkat adalah alasan lain Criteo dalam melirik Indonesia sebagai pasar pentingnya. Juga dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam dengan perangkatnya. Meskipun demikian, Yuko juga mengakui potensi besar tersebut bukan tanpa hambatan.

Tantangan layanan periklanan mobile

Menurut Yuko setidaknya ada dua tantangan, dari sisi teknis, dalam dunia mobile untuk menyediakan solusi performance display ads yang tertarget. Pertama yaitu dunia mobile yang berbeda-beda. Dari sisi platform saja sudah ada Android dan iOS (juga Windows). Sedangkan dari sisi aplikasinya ada mobile browser untuk mengakses Internet dan ada aplikasi yang dibuat para pengembang.

Tantangan lainnya adalah tak ada standar bagi aplikasi dalam menampilkan iklan, seperti bagaimana mengakomodasi teknologi flash dan tautan URL dengan cookies.

Menurut Yuko, tantangan dari sisi teknis ini sudah dapat teratasi dengan hadirnya HTML 5 dan juga Deep Linking. Jadi tantangan yang tersisa adalah bagaimana memberikan iklan kepada konsumen secara tepat sasaran.

Solusi Criteo

Terkait hal tersebut, Yuko menjelaskan bahwa Criteo melalukannya secara bertahap, sejak tahun 2008 dimulai dari desktop hingga April 2014 ketika Criteo meluncurkan solusi full mobile web-nya, termasuk untuk platform iOS.

Criteo juga membangun teknologi Big Data Analytics-nya sendiri yang dapat memprediksi perilaku konsumen saat menjelajah Internet sehingga dapat menghasilkan consumer insight yang memungkinkan Criteo menyajikan iklan dengan tepat sasaran, baik itu produknya, orangnya, dan juga waktunya.

Saat ini, Criteo juga sudah memiliki 20 partner lokal di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu rekan kerjanya di Indonesia adalah Traveloka. Yuko menyebutkan bahwa di sektor travel digital banner advertising menjadi favorit untuk diklik hingga berhasil melakukan transaksi.

“Tren ini sebenarnya terlihat hampir di setiap pasar (termasuk Indonesia). Kategori pertama yang orang cenderung mengkonversi (hingga transaksi akhir) lebih banyak berada di travel. Hal ini terjadi karena travel tidak menawarkan produk nyata (yang dapat dilihat dan disentuh). Anda hanya melakuan transaksi dan selesai. Tak ada masalah logistik, hanya pembayaran. Jadi orang lebih nyaman,” ujarnya.

]]>
https://dailysocial.net/post/criteo-indonesia-2015/feed/ 0
Zalora Manfaatkan Big Data untuk Prediksi Barang yang Dibeli Pelanggan https://dailysocial.net/post/zalora-big-data/ https://dailysocial.net/post/zalora-big-data/#comments Fri, 27 Mar 2015 02:56:53 +0000 http://dailysocial.net/?p=55564 Layanan E-Commerce Zalora Manfaatkan Big Data untuk Memprediksi Barang yang Diminati dan Memberikan Rekomendasi kepada Konsumen / Shutterstock

Penggunaan teknologi big data dalam keperluan bisnis terbukti membawa banyak sekali manfaat. Insight yang didapat mampu membawa warna yang berbeda bagi bisnis. Layanan e-commerce fashion Zalora memanfaatkan teknologi big data untuk memprediksi barang-barang yang dicari oleh pelanggan dan kemudian memberikan pilihan alternatif.

Teknologi big data tentu didukung ledakan data yang terjadi beberapa tahun terakhir. Menurut Regional Associate Director Business Intelligence & Payments Zalora Group Abhishek Vats, 90% data yang ada di dunia saat ini adalah data yang diproduksi selama dua tahun terakhir.

“Kita hidup dalam dunia data (baik terstruktur maupun tidak terstruktur), di mana semuanya telah dicatat dan dikodifikasi ke dalam data set yang menciptakan sesuatu yang berarti bagi hidup kita. Data memberikan kita kenyamanan, menghemat tenaga, dan mengoptimalkan proses,” ujar Abhishek.

Bagi Zalora, data tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan marketing di media sosial, tapi juga dimanfaatkan untuk tracking pembelian yang dilakukan oleh pelanggan.

Lebih jauh Abhisek menjelaskan bagaimana teknologi big data mampu mengubah bisnis ritel. Menurutnya teknologi yang mulai menjadi bagian dari hidup masyarakat mendorong perubahan budaya dalam budaya bisnis ritel. Data mengungkapkan 40% pengunjung Zalora memanfaatkan jalur mobile untuk mengakses Zalora. Hal ini yang membuat Zalora benar-benar ingin memaksimalkan data.

Big data bagi Zalora adalah salah satu kunci utama dalam menggaet pelanggan. Pemahaman yang baik terhadap ketertarikan pelanggan dapat menghasilkan alternatif pilihan yang akan memberikan sebuah pengalaman yang berbeda bagi pelanggan. Sebaliknya, jika gagal memahami, mereka akan kehilangan pelanggan.

“Oleh karena itu kami perlu memanfaatkan data pelanggan yang ada di dalam dan di luar organisasi. Misalnya, kita ingin strategi pemasaran tunggal yang khusus untuk pelanggan, bukan dua atau lebih strategi yang berbeda untuk pelanggan yang sama, “ kata Abhishek.

]]>
https://dailysocial.net/post/zalora-big-data/feed/ 0
Alix, Dodo Project, dan Urban Studio adalah Pemenang Kompetisi Imagine Cup Indonesia 2015 https://dailysocial.net/post/pemenang-imagine-cup-indonesia-2015/ https://dailysocial.net/post/pemenang-imagine-cup-indonesia-2015/#comments Fri, 27 Mar 2015 01:26:28 +0000 http://dailysocial.net/?p=55571 Para pemenang Imagine Cup 2015 Indonesia yang akan mewakili Indonesia ke babak Worldwide Semifinal / DailySocial

Ajang kompetisi Imagine Cup Indonesia 2015 telah usai. Kini perhelatan tahunan kesepuluh yang digagas oleh Microsoft untuk mahasiswa dan pelajar tersebut telah resmi memiliki tiga jawara baru yang terpilih dari sembilan finalis yang beraksi di final. Diumumkan pada kamis malam (26/3), tepatnya pukul 21.00, Alix, Urban Studio, dan Dodo Project akan memangku nama Indonesia dalam kompetisi online babak Worldwide Semifinal Imagine Cup 2015 yang diadakan pada bulan April 2015 nanti.

Imagine Cup sebenarnya merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat global yang digagas oleh Microsoft.Melalui kompetisi ini, Microsoft mencoba untuk mencari solusi dan inovasi yang tidak hanya berbasiskan teknologi, tetapi menekankan pula pada asas manfaat dari teknologi tersebut demi lingkungan sekitar. Pada kompetisi kali ini, Microsoft didukung oleh Telkom yang memfasilitasi infrastruktur teknologi kompetisi dan juga USAID sebagai sponsor kategori World Citizenship.

Kompetisi kali ini menurut pihak Microsoft cukup unik karena tidak didominasi oleh satu universitas terentu.  Setelah para finalis melalui seluruh proses dari rangkaian babak final Imagine Cup 2015 tingkat nasional, baik presentasi maupun penjurian, akhirnya tim juri memutuskan para pemenang untuk ajang Imagine Cup Indonesia tahun ini. Siapa saja mereka? Berikut adalah daftar lengkap pemenang pada masing-masing kategori.

Kategori World Citizenship

Tim ALIX dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), pemenang kompetisi World Citizenship Imagine Cup 2015 Indonesia

Pada kategori World Citizenship, tim Alix dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung berhasil menjadi juara dengan aplikasi Solidare atau disebut juga aplikasi Bantu Anak Asuh (BAA) mereka. Aplikasi berbasis Windows Phone tersebut dapat memberikan kemudahan berdonasi untuk anak yatim piatu dan juga anak tidak mampu secara ekonomi yang terancam putus sekolah. Sebagai pemenang, tim Alix berhak membawa pulang hadiah uang sebesar 100 juta Rupiah.

Dapat dikatakan, aplikasi ini berperan sebagai media baru untuk memberikan sumbangan berupa dana pendidikan kepada anak yatim piatu dan anak yang tidak mampu dengan melibatkan berbagai pihak. Pihak yang terlibat dalam aplikasi ini meliputi, donatur, lembaga amal yang sudah mempunyai legalitas secara hukum, komunitas social/gerakan anak putus sekolah, masyarakat, pemerintah, dan juga pihak sekolah yang secara berhubungan langsung dengan anak-anak. Tim Alix berharap melalui aplikasi ini mereka dapat membantu mengurangi jumlah anak yang putus sekolah di dunia, khususnya di Indonesia.

Kategori Innovation

Tim Dodo Project dari Universitas Komputer Indonesia, pemenang kompetisi Innovation Imagine Cup 2015 Indonesia

Kategori Innovation dimenangkan oleh tim Dodo Project yang juga merupakan perwakilan UNIKOM Bandung dengan Dodo Kids Browser. Aplikasi ini merupakn inovasi yang baik karena dapat membantu orang tua dalam mengontrol dan mengawasi aktifitas anak-anak mereka saat bermain internet. Sehingga para orang tua tak perlu lagi merasa khawatir terhadap bahaya penggunaan internet saat anak-anak mereka menjelajahinya. Sebagai pemenang pada kategori Innovation, tim Dodo Project berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 50 juta rupiah.

Ada tiga fitur menarik yang disediakan oleh aplikasi ini, yaitu Savior, Notifior, dan Reportior. Savior dapat menyaring dan memberikan konten yang sesuai dengan anak-anak. Notifior memberikan notifikasi ketika anak-anak membuka konten yang tidak sesuai dan para orang tua dapat memberikan tindakan di manapun mereka berada. Sedangkan Reportior bertugas untuk memberikan laporan aktifitas pengguna internet yang dilakukan anak dalam bentuk tabel dan grafik.

Kategori Games

Pemenang yang berhak membawa pulang uang tunai sebesar 50 juta Rupiah pada kategori ini adalah tim Urban Studio. Tim Urban Studio adalah perwakilan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. Mereka memenangkan kategori ini dengan aplikasi permainan Help Me Up yang dibuatnya. Pada dasarnya Help Me Up adalah sebuah permainan dengan genre Adventure Puzzle yang bercerita tentang seekor induk laba-laba yang ingin memberikan makan pada anaknya yang sedang kelaparan.

Dalam permaian ini, pengguna akan ditantang untuk membawa makanan dari sebuah box yang dijatuhkan oleh UFO dengan menggunakan jaring se-efisien mungkin agar si induk laba-laba dapat kembali ke sarangnya. Pengguna akan melewati setidaknya 12 stage dengan beberapa rintangan yang berbeda pada tiap stage-nya. Selain itu juga terdapat fitur Shop yang dapat digunakan untuk membeli beberapa kostum menari dan aksesoris bagi si karakter laba-laba dengan menggunakan koin yang telah dikumpulkan dalam permainan.

Meskipun demikan, masih ada satu stage yang masih dalam pengerjaan yaitu stage Satur Candy, di mana pemain akan di bawa ke sebuah planet yang menjadi tujuan akhir dari UFO yang ditumpangi pada stage 2. Tim Urban Studio berjanji untuk memberikan sensasi yang berbeda pada stage ini.

]]>
https://dailysocial.net/post/pemenang-imagine-cup-indonesia-2015/feed/ 0
Indigo Apprentice Awards 2015 Mencari Startup yang Siap Diakselerasi https://dailysocial.net/post/indigo-apprentice-awards-2015-mencari-startup-yang-siap-diakselerasi/ https://dailysocial.net/post/indigo-apprentice-awards-2015-mencari-startup-yang-siap-diakselerasi/#comments Thu, 26 Mar 2015 14:40:07 +0000 http://dailysocial.net/?p=55579 Telkom Siap Akselerasi Startup dengan Indigo Apprentice Awards 2015 / Shutterstock

Setelah sebelumnya beberapa kali mencoba menjaring startup dalam program Indigo Incubator, kali ini Telkom mencoba pendekatan lain. Tahun ini mereka memulai Indigo Apprentice Awards (IAA) yang akan dibuka dua kali dalam setahun. IAA diharapkan bisa membantu Telkom menemukan startup potensial untuk diakselerasi.

Tentang Indigo Apprentice Awards

Kami berbincang dengan Dewi Juwita dari Divisi Digital Business Telkom tentang IAA 2015. Menurut Dewi ada perbedaan mendasar antara Indigo Incubator dan IAA. Jika Indigo Incubator memiliki fokus utama untuk menjaring startup yang masih dalam tahap ide, prototipe, atau baru melewati tahap pematangan model bisnis, IAA sudah melangkah lebih jauh untuk mendapatkan startup dengan produk yang lebih matang, sudah memiliki pengguna, dan siap diakselerasi.

Executive General Manager Telkom Divisi Digital Business Achmad Sugiarto mengatakan:

“Peserta (IAA) adalah pemuda pemudi usia 15-30 tahun. Bentuk akselerasi yang akan kami berikan untuk para startup adalah funding dan mentorship untuk pengembangan produk. Ada rekomendasi dan bimbingan mulai delapan bulan hingga satu tahun.”

Setiap batch disiapkan pendanaan akselerasi dengan nilai total sekitar dua miliar Rupiah berbentuk kerja sama pemasaran, kesempatan untuk berkolaborasi dengan layanan Telkom Group, akses ke pelanggan Telkom Group, dan mentoring.

Meskipun startup lazimnya didirikan oleh beberapa orang, perorangan yang menurut hukum Indonesia dapat melakukan penandatanganan kontrak kerja sama atau kesepakatan bisnis dapat menjadi peserta IAA.

Kegiatan setelah terpilih

Untuk startup terpilih, Dewi memastikan bahwa selama melama masa akselerasi semua startup harus berada di Jakarta untuk melakukan review dan koordinasi yang membutuhkan kehadiran fisik, dan hal ini sifatnya temporer dan sesekali waktu. Selebihnya peserta dapat tetap berada di lokasi yang dikehendaki oleh masing-masing startup selama startup dapat menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Biaya hidup dan operasional untuk menjalankan bisnis telah diperhitungkan dalam kesepakatan kerja sama program akselerasi.

Meskipun banyak mengeluarkan investasi dalam program ini, Telkom tidak mengharuskan adanya kepemilikan mereka di startup peserta. Sesuai dengan kesepakatan sebelum program akselerasi dijalankan, Telkom dan startup terkait bisa menjalankan skema revenue sharing atau melakukan sinergi dengan produk Telkom yang sudah ada.

Yang diharapkan dari program IAA

Dewi mengatakan, “Harapan kami startup dapat eksis di pasar, baik menjadi salah satu perusahaan yang akan melakukan joint venture dengan Telkom Group maupun bekerja sama dengan perusahaan global agar mereka dapat berekspansi ke pasar global sehingga membawa nama harum Indonesia.”

Mereka berharap bisa menjaring setidaknya tiga startup untuk setiap batch, meskipun tidak tertutup kemungkinan untuk mengakomodasi lebih banyak startup jika memang memenuhi syarat. Lulusan program IAA juga berpeluang untuk memperoleh pendanaan lanjutan dari VC-nya Telkom, MDI Ventures.

Pendaftaran

Siap untuk diakselerasi? Cek tautan http://apprentice.ddbaccelerator.com/ untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut.


Disclosure: DailySocial adalah media partner Indigo Apprentice Awards 2015

]]>
https://dailysocial.net/post/indigo-apprentice-awards-2015-mencari-startup-yang-siap-diakselerasi/feed/ 0