DailySocial https://dailysocial.net Indonesian Tech-Startup Media Fri, 04 Sep 2015 10:00:43 +0000 en-US hourly 1 Kasus Pencurian Informasi Kartu Kredit, Traveloka Berikan Klarifikasi https://dailysocial.net/post/kasus-pencurian-informasi-kartu-kredit-traveloka-berikan-klarifikasi/ https://dailysocial.net/post/kasus-pencurian-informasi-kartu-kredit-traveloka-berikan-klarifikasi/#comments Fri, 04 Sep 2015 10:00:43 +0000 http://dailysocial.net/?p=62056

Hari ini terdengar informasi bahwa ada informasi kartu kredit yang digunakan secara tidak bertanggung jawab di layanan travel online populer Traveloka. Dalam klarifikasinya, Traveloka mengklaim tidak menyimpan informasi kartu kredit konsumen dan siap membantu menyelesaikan kasus ini.

Travel blogger Muhammad Arif Rahman (@arievrahman) hari ini menuliskan tweet tentang aktivtas ilegal/tanpa sepengetahuan pemilik berupa empat transaksi yang terjadi di Traveloka (PT.Trinusa Travelindo) pada hari ini (04/09). Arif menuliskan secara total nilai transaksi tersebut mencapai mencapai tujuh juta Rupiah menggunakan kartu kreditnya.

Selain Arif, sejumlah pengguna Twitter lainnya mengaku mengalami kerugian serupa terkait transaksi menggunakan kartu kredit di Traveloka. Terhadap isu ini, Communications Executive Traveloka Busyra Oryza kepada DailySocial memberikan jawaban resminya:

“Mengenai kasus Muhammad Arif Rahman (@arievrahman), kami sangat kooperatif untuk membantu dalam hal investigasi dan penyediaan informasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Sebagai tambahan, Muhammad Arif Rahman tidak pernah menggunakan fitur Traveloka Quick, yang artinya data kartu kreditnya tidak tersimpan di CyberSource.”

Ditegaskan dalam pernyataan tersebut bahwa Traveloka bekerja sama dengan anak perusahaan penuh milik Visa, yakni CyberSource, sebagai payment gateway dengan standar keamanan transaksi bersertifikasi PCI DSS, yaitu standar keamanan brand global Visa, MasterCard, dan American Express.

Traveloka mengklaim data tersebut tidak (pernah) disimpan di sistem Traveloka dan tidak ada satupun staf Traveloka yang memiliki akses ke data kartu kredit konsumen.

Saat ini Traveloka dan bank terkait mengaku telah menghubungi Arif untuk menyelesaikan hal ini.

Lalu bagaimana caranya transaksi tersebut bisa masuk ke dalam billing kartu kredit milik Arif? Hal itu yang masih menjadi misteri. Arif sendiri mengaku belum mengetahui kebobolan kartu kreditnya ini akibat kelalaian bank penyedia kartu kredit, transaksi di Traveloka, atau transaksi di layanan online lainnya.

Masalah ini jelas menimbulkan kekhawatiran konsumen, apalagi Traveloka adalah layanan travel online yang sangat populer. Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan jika ada celah keamanan bisa segera ditambal untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Keamanan transaksi menggunakan kartu kredit

Masalah keamanan dan penyalahgunaan kartu kredit memang masih menjadi satu satu alasan utama kenapa penetrasi kartu kredit masih rendah di Indonesia. Menurut survei yang kami lakukan dengan JakPat, hanya 7% responden yang mengaku menggunakan kartu kredit dalam transaksi online-nya, padahal penggunaan kartu kredit adalah cara paling mudah dalam menyelesaikan sebuah transaksi.

Otentikasi dua langkah (2FA – Two Factor Authentication), yaitu melakukan otentikasi dengan dua komponen, seperti melalui email dan SMS, dipercaya dapat meminimalisir masalah inim, meskipun tidak tanpa celah. Setiap pengguna kartu kredit diharapkan harus tetap berhati-hati dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit, bahkan di tempat yang mengklaim aman sekalipun.

Kepada DailySocial, Co-Founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi bercerita banyak orang yang mencoba bertransaksi di Traveloka menggunakan kartu kredit curian. Untuk mengatasi hal ini, Ferry menjawab, “Kita ada fraud detection team dan system, dan untuk high risk transaction akan ada OTP [otentikasi via SMS]. Pattern fraud selalu berevolusi, sehingga kita selalu detect pattern secara cepat.”

]]>
https://dailysocial.net/post/kasus-pencurian-informasi-kartu-kredit-traveloka-berikan-klarifikasi/feed/ 0
Balkonie Ingin Jadi Tempat Inspirasi Bagi Pemilik Rumah Mencari Desain Rumah yang Lebih Baik https://dailysocial.net/post/balkonie/ https://dailysocial.net/post/balkonie/#comments Fri, 04 Sep 2015 09:03:45 +0000 http://dailysocial.net/?p=62013 / Shutterstock

Tahun 2015 tampaknya jadi awal di mana perancang desain interior rumah maupun arsitek mulai dapat memberdayakan keahliannya melalui platform online. Mulai dari marketplace seperti Livaza dan Fabelio, hingga platform yang mengutamakan fungsinya untuk mencari inspirasi desain seperti Griia dan Grya telah bermunculan di tahun ini. Kini, segmen ini tambah ramai dengan kehadiran Balkonie yang ingin menjadi tempat inspirasi untuk home improvement bagi pemilik rumah.

Di tengah hiruk pikuknya ride sharing, layanan yang membidik relung pasar home improvement, kini mulai naik ke permukaan. Dari marketplace yang menyediakan furniture seperti Livaza, Fabelio, Kikayu, hingga yang lebih mengunggulkan fungsi sebagai tempat mencari inspirasi dengan menghubungkan profesional dan pemilik rumah seperti Griia, Grya, dan yang sangat spesifik seperti DEUFS mulai menjamur.

Kini pasarnya semakin ramai dengan kehadiran Balkonie yang memiliki visi untuk membuat hidup masyarakat Indonesia jadi lebih mudah, utamanya untuk mencari inspirasi dalam urusan desain rumah. Seperti halnya Griia dan Grya, Balkonie juga memberikan akses mudah ke profesional terbaik dan berupaya membuat satu platform untuk semua layanan yang terkait dengan rumah layaknya Houzz.

CEO Balkonie Rasmus Rasmussen mengatakan, “Kami memecahkan masalah pemilik bisnis dan rumah yang berkaitan langsung dengan membangun, renovasi, atau proyek perbaikan rumah, sebelum mereka membeli majalah […] atau melalui kemacetan untuk menghadiri pameran untuk mendapatkan inspirasi. Sekarang mereka dapat menggunakan Balkonie untuk melakukan semua dalam satu tempat.”

Di balik layar Balkonie

Balkonie Markting Team

Balkonie didirikan oleh Rasmus yang berasal dari Denmark dan di sana ia terbiasa melakukan segala sesuatunya dengan online, termasuk dalam urusan mencari inspirasi untuk home improvement. Tapi segalanya berbeda ketika ia berada di Indonesia. Rasmus melihat bahwa masyarakat Indonesia masih mengandalkan majalah dan pameran untuk mencari inspirasi dan ia mencoba mengubah kebiasaan ini dengan tiga rekanannya asal Indonesia.

“Kami telah menciptakan sebuah platform dari bawah ke atas yang menggabungkan Pinterest, desain rumah, dengan direktori kontributor rumah profesional. Para profesional berkontribusi dengan inspirasi dan kami mencari mereka untuk memberikan saran lebih lanjut melalui blog kami di masa depan.”

Kini startup yang berbasis di Jakarta Selatan ini telah berkembang dan memiliki tim kecil berjumlah sepuluh orang yang fokus pada marketing. Balkonie sendiri kini diposisikan oleh Rasmus untuk menjadi tempat bagi pemilik rumah dalam mencari inspirasi, ide-ide dan menemukan profesional serta hal-hal lain yang berkaitan dengan rumah. Rasmus juga menegaskan Balkonie membedakan dirinya dari layanan yang lain dengan pendekatan kepada komunitas yang terus bertumbuh.

“Kami terus tumbuhkan komunitas kami dan dengan ini kami membedakan diri dari yang lain. Kami ingin orang-orang untuk pergi ke Balkonie untuk berinteraksi dengan profesional dan mendapatkan tips dan trik dari majalah online kami,” jelasnya.

Rasmus juga menjelaskan bahwa bagi para profesional yang ingin bergabung, tidak akan dipungut biaya apapun untuk mendaftar. Balkonie sendiri akan memberikan para profesional saluran yang baik untuk mempromosikan pekerjaan mereka dan mendapatkan kontak dengan pemilik rumah, yang membutuhkan bantuan mereka. Saat ini menurut Rasmus telah ada ratusan profesional yang bergabung dan ribuan user terdaftar yang diklaim Rasmus terus bertambah.

Rencana dan fokus Balkonie dalam jangka waktu dekat dan panjang

Balkonie-Homepage

Balkonie merupakan startup yang masih baru dan saat ini masih berada dalam fase beta meski telah dapat diakses secara publik. Menurut Rasmus, Balkonie direncanakan untuk meluncur pada pertengahan September nanti. Di samping fokusnya untuk melepas status beta, Balkonie juga terus berupaya mencari talenta terbaik untuk bergabung demi menumbuhkan tim yang sudah ada.

Rasmus juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini Balkonie berencana meluncurkan katalog produk untuk vendor produk rumah dan pemasok di Indonesia untuk menampilkan barang-barang mereka di situs Balkonie dan mempromosikannya untuk pemilik rumah.

“Kami percaya bahwa ini akan membantu pemilik rumah menemukan bahan yang tepat, dekorasi, perabotan, dan sebagainya yang mereka butuhkan untuk rumah mereka,” ujar Rasmus. “Dalam jangka panjang kami berencana untuk memperluas [cakupan] ke negara-negara Asia Tenggara lainnya dan pada saat yang sama terus meningkatkan layanan yang kami tawarkan pada pemilik rumah dan profesional yang menggunakan Balkonie.”

]]>
https://dailysocial.net/post/balkonie/feed/ 0
Lagidi Tempatkan Konten Sebagai Senjata Utama Dapatkan Pengguna https://dailysocial.net/post/lagidi-tempatkan-konten-sebagai-senjata-utama-dapatkan-pengguna/ https://dailysocial.net/post/lagidi-tempatkan-konten-sebagai-senjata-utama-dapatkan-pengguna/#comments Fri, 04 Sep 2015 08:23:40 +0000 http://dailysocial.net/?p=62012 Lagidi jadikan konten sebagai senjata utama gaet pengguna / Shutterstock

Kemarin DailySocial sempat me-review aplikasi yang menyajikan informasi event dan promo kartu kredit, Lagidi. Kali ini kami berkesempatan menanyakan langsung mengenai aplikasi ini ke Co-Founder Lagidi Deden Purnamahadi. Meski tidak banyak memiliki banyak budget untuk promosi, tim Lagidi tetap optimis untuk menyuguhkan konten up-to-date kepada penggunanya.

“Konten! Daya tarik kami ada di konten. Konten kami selalui diperbarui setiap harinya, 7 hari dalam seminggu sehingga selalu ada yang baru di aplikasi ini setiap anda membukanya,” ungkap Deden ketika ditanya apa yang menjadi strategi dan yang diunggulkan Lagidi untuk menarik pengguna.

Seperti kami tulis sebelumnya, aplikasi Lagidi ini memang dikemas dengan tampilan yang sederhana dengan menu-menu yang simple. Salah satu hal yang menarik adalah informasi event dan promosi kartu kredit yang terus diperbarui setiap hari. Hal yang menarik lainnya adalah aplikasi ini dapat diakses tanpa harus terdaftar di dalam sistem.

“Lagidi dapat diakses tanpa harus login atau mendaftar, tapi jika pengguna mendaftar maka mereka dapat melakukan kustomisasi atas informasi yang ingin mereka lihat, yakni acara berdasarkan minat dan promosi kartu berdasarkan kartu yang mereka miliki,” imbuh Deden yang lama malang melintang di dunia kehumasan dan saat ini tercatat masih bekerja di Mirum Jakarta.

Di balik pengembangan Lagidi

Menurut penuturan Deden, Lagidi dikembangkan berdasarkan pengamatan timnya atas kebutuhan masyarakat perkotaan akan informasi, terutama untuk informasi promo kartu kredit dan event-event. Deden pun mengakui bahwa meski informasi seperti ini sejatinya sudah banyak tersebar di beberapa media namun terkadang informasinya tidak sampai ke masyarkat.

“Informasi ini sebetulnya ada di sekitar kita tapi tersebar di koran, majalah, situs online atau newsletter komunitas. Lagidi mencoba mengkurasi informasi-informasi tersebut agar mereka mudah mencari acara-acara yang sesuai dengan minat mereka.” ungkap Deden.

Pada intinya Deden dan tim ingin mengembangkan aplikasi Lagidi sebagai aplikasi yang mengkurasikan informasi-informasi mengenai event dan promo kartu kredit agar memudahkan pengguna mendapatkan informasi.

Sementara itu ketika ditanya mengenai darimana proses pengumpulan informasi untuk Lagidi dan kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait Deden menjelaskan, “Kami secara independen melakukan kurasi informasi untuk acara dan promosi kartu kredit. Tentunya tidak tertutup kemungkinan untuk kerjasama khusus dengan bank-bank tersebut.”

Fokus dan target ke depan

Saat ini aplikasi Lagidi baru bisa dinikmati oleh pengguna smartphone yang berbasis Android, namun tim Lagidi sedang mengusahakan untuk mengembangkan Lagidi di platform iOS. Selain itu tim Lagidi juga terus berupaya menambah beberapa fitur lainnya untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Fokus saat ini adalah terus memperkaya konten dan menambah fitur-fitur. Pengguna adalah raja, kami memberikan informasi yang mereka butuhkan,” tegas Deden.

Deden melanjutkan bahwa dalam satu tahun ke depan pihaknya akan menambah fitur-fitur seperti reminder, notifikasi, integrasi dengan kalendar smartphone, integrasi dengan Google Map, dan banyak fitur lainnya. Sementara untuk jangka panjang selain ekspansi ke platform lain Lagidi menargetkan untuk dapat digunakan sebagai aplikasi pengajuan kartu kredit online, promo dari merchant-merchant yang bekerja sama dan lain sebagainya.

]]>
https://dailysocial.net/post/lagidi-tempatkan-konten-sebagai-senjata-utama-dapatkan-pengguna/feed/ 0
Google Maps Tambahkan Landmark dan Navigasi Lajur di Beberapa Kota di Indonesia https://dailysocial.net/post/google-maps-tambahkan-landmark-dan-navigasi-lajur-di-beberapa-kota-di-indonesia/ https://dailysocial.net/post/google-maps-tambahkan-landmark-dan-navigasi-lajur-di-beberapa-kota-di-indonesia/#comments Fri, 04 Sep 2015 07:54:06 +0000 http://dailysocial.net/?p=62027

Google kembali merilis pembaruan untuk Google Maps terkait landmark dan navigasi lajur. Pembaruan ini bertujuan untuk melokalisasi cara penggunaan peta yang disesuaikan dengan negara setempat. Saat ini pembaruan fitur tersebut sudah bisa digunakan di aplikasi Google Maps yang tersedia di platform iOS dan Android.

Pembaruan yang ada di Google Maps terbaru di antaranya adalah penambahan enam bahasa baru yang diantaranya adalah bahasa Indonesia, pencantuman logo Google yang baru, berbagi informasi atau komentar seputar lokasi yang dilewati, melihat peta yang telah dikustomisasi secara personal oleh pengguna melalui Google My Maps, dan melihat lebih awal sebelum berangkat arah atau situasi jalan yang akan dilalui dengan menggunakan fitur street view thumbnail.

Sementara itu layanan suara yang berfungsi untuk menunjukkan arah by default juga telah diperbarui menjadi lebih detil, yang disesuaikan dengan arah lajur dan landmark yang ada. Dengan dihadirkannya navigasi lajur dan landmark, Google ingin memudahkan pengendara yang kesulitan untuk menemukan petunjuk jalan dengan menunjukkan titik-titik tertentu di kawasan sekitar atau landmark.

Di Indonesia sendiri update terkini landmark dan navigasi lajur Google Map sudah dapat diakses di 12 kota, yaitu Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Badung, Jakarta, Malang, Semarang, Surabaya, Surakarta, Tangerang dan Yogyakarta.

Landmark atau tempat-tempat ternama seperti Patung Selamat Datang, Monas ataupun ATM yang berada di jalan utama sudah bisa menjadi penunjuk jalan baru. Kebiasaan masyarakat di Indonesia yang kerap menggunakan “patokan” atau landmark saat mencari lokasi atau jalan dijawab dengan pembaruan kali ini.

Inovasi kali ini memungkinkan pengguna untuk berkendara dengan lebih aman dengan mengetahui lajur mana yang paling tepat, sehingga tidak harus mengambil tindakan memotong jalur pengendara lainnya. Informasi mengenai jalur ini juga sangat berguna ketika sedang berada di jalan tol agar pengemudi tidak salah jalan ketika harus keluar gerbang tol.

]]>
https://dailysocial.net/post/google-maps-tambahkan-landmark-dan-navigasi-lajur-di-beberapa-kota-di-indonesia/feed/ 0
Layanan Loker Pintar PopBox dan Peluang di Sektor Logistik E-Commerce https://dailysocial.net/post/layanan-loker-pintar-popbox-dan-peluang-di-sektor-logistik-e-commerce/ https://dailysocial.net/post/layanan-loker-pintar-popbox-dan-peluang-di-sektor-logistik-e-commerce/#comments Fri, 04 Sep 2015 02:10:22 +0000 http://dailysocial.net/?p=61961 Kantor PopBox / DailySocial

Inovasi dengan campur tangan teknologi dewasa ini terbukti dapat menghadirkan solusi lebih baik bagi masyarakat. Lihat saja bagaiamana GoJek kini menjadi tren dan bagaimana e-commerce mengubah gaya hidup berbelanja konvesional masyarakat Indonesia dewasa ini. Tapi, tantangan juga tak pernah absen. Di sisi e-commerce, Indonesia masih mencari solusi terbaik untuk logistik dan startup PopBox hadir untuk coba memberi solusi alternatif, sekaligus coba mencicipi kue dari peluang yang masih belum digarap maksimal.

PopBox adalah startup yang didirikan oleh Adrian Lim dan Greta Bunawan yang menawarkan solusi teknologi platform loker otomatis untuk e-commerce. PopBox bisa dikatakan sebagai salah satu pioner di Indonesia yang menghadirkan layanan loker untuk e-commerce selain NEX-KITA yang merupakan hasil kerja sama antara Blibli dan NEX. Di ranah global, layanan serupa juga sudah ada, yakni Amazon Locker.

Pada dasarnya, PopBox adalah loker fisik yang dapat menjadi tempat akhir pengiriman paket dari layanan e-commerce. Lokasi di mana loker PopBox berada, dapat menjadi lokasi pengambilan, pengiriman, maupun pengembalian barang yang dilakukan sendiri.

Kisah di balik hadirnya layanan PopBox di Indonesia

Sedikit banyak, pengalaman Adrian yang tinggal di Tiongkok selama beberapa tahun telah menginspirasi kehadiran PopBox di Indonesia. Ketika di Tiongkok, Adrian melihat bagaimana e-commerce di sana tumbuh di masa-masa awalnya, bagaimana e-commerce menciptakan hambatannya sendiri di bidang logistik, dan bagaimana itu semua telah merubah gaya hidup masyarakatnya. Adrian melihat hal yang tak jauh berbeda juga ditunjukkan di Indonesia.

Adrian mengatakan, “Kita tinggal di Jakarta dan harus percaya bahwa e-commerce sedang tumbuh di Jakarta [layaknya di China]. Saya pernah tinggal di China dan melihat bagaimana e-commerce menciptakan masalah logistik. […] E-Commerce berkaitan erat dengan pengiriman paket. Jadi bila tidak percaya dengan logistik sama saja tidak percaya dengan [layanan] e-commerce.”

Segmen e-commerce di Indonesia saat ini memang masih hijau, tetapi tengah bergairah dan diprediksi pada tahun 2016 nilainya bisa mencapai $25 miliar. Dijelaskan Adrian bahwa seiring bertumbuhnya market, maka orang-orang akan butuh lebih banyak pilihan untuk mengambil, mengatur, ataupun mendapatkan paket ke tangan mereka.

“Dari sana [melihat pertumbuhan e-commerce di Indonesia] kami berpikir mengapa tidak mencoba menghadirkan solusi layanan titik akhir pengiriman paket. Di mana kami manifestikan dalam bentuk layanan loker pintar, sebuah layanan yang kami pahami bagaimana itu bekerja dan disesuaikan untuk pasar dan kebiasaan orang Indonesia,” ujarnya.

Cara PopBox bekerja dan mengelola bisnisnya di Indonesia

DSC_7099 copy

Pada dasarnya, ide dari layanan PopBox bukan hal yang baru, baik itu secara lokal maupun di internasional. Tapi, Adrian optimis layanannya tetap dapat tumbuh di Indonesia. Salah satu alasannya adalah bagaimana PopBox memposisikan dirinya sebagai layanan yang terbuka dan siapa saja, baik itu pemain e-commerce, jasa pengiriman, maupun perorangan, dapat menggunakan PopBox.

“Ini yang membuat kami berbeda. Kami open platform, siapa saja bisa menggunakan layanan kami, baik itu pemain e-commerce, jasa pengiriman, maupun perorangan […] kami rasa model kami akan mendorong penggunaan layanan lebih baik lagi. Akan ada lebih banyak orang menggunakan jasa kami, karena layanan kami terbuka.[…] Kami berada di posisi yang netral.” ujar Adrian.

Di masa awal kehadirannya ini, fokus pasar PopBox lebih pada model B2B di mana, menurut Adrian dan Greta, sejumlah toko online telah bekerja sama, Bilna adalah salah satu di antaranya. Selain itu PopBox juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan jasa pengiriman.

Untuk monetisasinya sendiri, PopBox mengadopsi sistem berlangganan, di mana ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan setiap menggunanakan layanan PopBox. Namun, Adrian menekankan bahwa hal tersebut bukan prioritas utama mereka saat ini, meski diakui uang itu juga penting. Adrian mengatakan:

Money is important. Tapi, itu bukan prioritas utama kami saat ini. Kami ingin memastikan dahulu para pemain e-commerce dapat menggunakan jasa kami dengan baik. Kami hadir di sini untuk tumbuh, membangun infrastruktur, dan membentuk ekosistem [e-commerce] bersama.”

Layanan loker PopBox sendiri dijanjikan untuk selalu online dalam 24 jam. Cara kerjanya pun sangat sederhana, yakni ketika transaksi antara konsumen dan merchant telah terjadi, merchant akan memproses barang untuk diletakan dalam loker terdekat konsumen. Setelahnya konsumen akan menerima kode rahasia, saat ini melalui sms atau email, yang digunakan untuk mengambil barang di loker. Demi menjamin keamanan, selain melalui kode rahasia, terdapat juga CCTV di loker PopBox untuk mengawasi aktivitas mencurigakan.

Fokus dan rencana PopBox di sisa tahun 2015

DSC_6957 copy

Sebagai layanan dengan konsep yang terbilang baru di Indonesia, salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana membuat layanan tersebut diterima oleh masyarat. Menanggapi hal tersebut, Adrian menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi faktor kunci agar PopBox dapat diterima oleh masyarakat, yaitu kemudahan layanan dan cakupan area layanan. Oleh sebab itu fokus area PopBox saat ini adalah lokasi yang sering di lewati sehari hari, seperti area perbelanjaan, perkantoran, apartemen, ataupun universitas.

Greta menjelaskan, “Ide dasarnya adalah suatu area yang sering dilewati setiap hari, sadar atau tidak, bukan area yang kita harus ke sana dulu ketika ada perlu. Di fase berikutnya, baru kita pertimbangkan tempat-tempat seperti itu, misalnya seperti toko-toko retail.”

Saat ini, loker otomatis PopBox sendiri telah tersedia di beberapa lokasi di Jakarta seperti Baywalk Mall, Grand Slipi Tower, Kalibata City Square, dan EV Hive. Dengan pendanaan awal dari East Ventures, salah satu rencana PopBox adalah dapat hadir di seluruh Jabodetabek di akhir tahun ini. Selain itu Adrian juga mengungkapkan bahwa ada rencana untuk meluncurkan mobile apps juga di akhir tahun nanti dan ke depannya model C2C juga akan diadopsi oleh PopBox.

Adrian mengungkapkan bahwa meski pasar e-commerce di Indonesia masih berkembang dan ada banyak peluang untuk tumbuh, termasuk dalam jasa logistik, namun pasarnya sendiri sudah cukup besar bagi sebagain orang untuk berpatisipasi. Kehadiran PopBox pun diposisiskan sebagai solusi alternatif untuk tantangan logistik, yang menurut Adrian merupakan salah satu tantangan utama e-commerce di Indonesia selain payment. Adrian mengatakan:

“Kami tahu apa yang kami lakukan [dengan baik]. Kami akan fokus dengan itu, sehingga kami dapat memberikan yang terbaik dari apa yang sedang kami lakukan. Bagi saya itu adalah hal terpenting.”

Logika layanan PopBox terdengar masuk akal bila diadopsi di kota besar, di mana masyarakatnya hidup sangat dinamis. Sebagai bentuk implementasi konsep O2O, di atas kertas masa depan PopBox pun terlihat cerah. Jika PopBox mampu membuktikan dirinya, bukan tidak mungkin layanan loker pintar dapat menjadi gaya hidup baru di masyarakat perkotaan.

]]>
https://dailysocial.net/post/layanan-loker-pintar-popbox-dan-peluang-di-sektor-logistik-e-commerce/feed/ 0
Layanan E-Commerce Tiongkok JD.com Sudah Siapkan Situs Lokal di Indonesia https://dailysocial.net/post/jd-id/ https://dailysocial.net/post/jd-id/#comments Fri, 04 Sep 2015 01:15:23 +0000 http://dailysocial.net/?p=62001 Raksasa e-commerce Tiongkok JD.com sudah menyiapkan situs lokal di Indonesia / DailySocial

Kami memperoleh tip bahwa salah satu layanan e-commerce raksasa Tiongkok JD.com bersiap untuk memasuki pasar Indonesia. Menggunakan nama domain JD.id, yang biaya domainnya saja mencapai Rp 500 juta, JD.com bakal menjadi layanan e-commerce berikutnya, setelah AliExpress, yang meluncurkan situs lokal.

Berdasarkan penelusuran di whois PANDI, JD.id dibeli per April lalu dan terakhir diperbarui bulan Agustus. Kontaknya mengarah langsung ke informasi JD.com. Rumahweb menjadi perantara pembelian domain ini.

Registrant Name:Domain Admin
Registrant Organization:BEIJING JINGDONG 360 DU E-COMMERCE LTD
Registrant Street1:Chaolin Square,Ronghua Road
Registrant Street2:E-town Development Area,Daxing District
Registrant City:Beijing
Registrant State/Province:Beijing
Registrant Postal Code:100176
Registrant Country:CN
Registrant Phone:+86.01050958005
Registrant FAX:+86.01050957958
Registrant Email:jdym[at]jd.com

Kami belum memiliki informasi kapan JD.id bakal meluncurkan layanan, tetapi dipastikan mereka bakal menyasar pasar consumer electronics, terutama gadget, yang menjadi bisnis intinya di Tiongkok. Pelambatan ekonomi yang dialami Tiongkok tahun ini bisa menjadi pendorong mereka untuk memulai bisnisnya di Indonesia tahun ini.

JD.com, yang juga dikenal sebagai Jingdong Mall, adalah layanan e-commerce yang sudah go public di bursa NASDAQ dan telah meluncurkan layanan internasional sejak tahun 2012. Didirikan oleh Richard Liu, JD.com adalah salah satu layanan e-commerce B2C terbesar di Tiongkok dari sisi volume penjualan.

Di tahun 2014 pendapatan mereka mencapai $18 miliar, sementara total pegawai yang dimilikinya mencapai lebih dari 62 ribu orang. Tencent memiliki 15% saham JD.com dan kehadirannya di sini bakal meramaikan pasar marketplace B2C Indonesia yang diprediksikan mencapai $25 miliar di tahun 2016.

]]>
https://dailysocial.net/post/jd-id/feed/ 0
Aplikasi Jakarta Smart City Apps Sajikan Timeline Berita Jakarta https://dailysocial.net/post/aplikasi-jakarta-smart-city-apps-sajikan-timeline-berita-jakarta/ https://dailysocial.net/post/aplikasi-jakarta-smart-city-apps-sajikan-timeline-berita-jakarta/#comments Thu, 03 Sep 2015 10:21:32 +0000 http://dailysocial.net/?p=61972 Jakarta Smart City Apps, aplikasi sederhana yang memberikan berita terupdate mengenai Jakarta / Shutterstock

Jakarta terus berbenah untuk menuju konsep smart city dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Pemerintah provinsi Jakarta secara berkala menyediakan fasilitas-fasilitas berupa web atau pun aplikasi mobile untuk memudahkan warga Jakarta mendapat informasi terkini seputar wilayahnya. Salah satunya adalah aplikasi Jakarta Smart City Apps yang baru saja meluncur di Google Play pertengahan bulan ini.

Sama seperti aplikasi Jakarta Smart City Portal, aplikasi ini pun hadir dengan semangat meyongsong smart city yang tengah diupayakan oleh pemerintah DKI Jakarta. Bedanya dengan Jakarta Smart City Portal masih belum bisa bekerja secara maksimal (setidaknya menurut penilaian tim kami), aplikasi Jakarta Smart City ini justru bisa berjalan dengan mulus di perangkat yang saya gunakan.

Hal ini tidak terlepas dari konten dan kegunaan aplikasi yang menurut saya terlalu sederhana. Dibalut dengan desain simpel yang cukup elegan, aplikasi Jakarta Smart City Apps seolah hadir untuk menjadi portal informasi berita bagi warga Jakarta.

Ketika pertama kali Anda menjalankan Aplikasi ini Anda akan menjumpai timeline berita yang diambil dari beberapa sumber seperti aplikasi Swakita, Berita Jakarta, iJakarta, dan Qraved. Menu yang disajikan pun sangat sederhana. Selain menu pencarian yang berada di kolom paling atas halaman utama, ada dua menu lain yakni menu filter yang ditempatkan melayang di sisi kanan bawah timeline berita dan menu informasi aplikasi yang ditempatkan di sebelah menu home di bagian kanan atas.

Screenshot_2015-09-03-10-37-20

Sejauh pengamatan saya tidak ada fasilitas lain yang disajikan aplikasi ini selain menampilkan timeline berita. Dua fitur atau menu lainnya yakni search dan filter saya anggap sebagai sesuatu yang wajib melengkapi fasilitas timeline berita. Salah satu nilai lebih dari aplikasi ini selain ringan dan desain yang simple adalah adanya fitur notifikasi setiap ada berita baru yang muncul.

Bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan informasi mengenai kota Jakarta aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi yang tepat. Namun sayangnya, menurut saya aplikasi ini terlalu sederhana untuk aplikasi dengan konsep smart city. Setidaknya aplikasi ini bisa menjadi pelengkap jika Anda gemar menggunakan produk smart city dari Pemrov Jakarta lainnya seperti Qlue dan Jakarta Smart City.

]]>
https://dailysocial.net/post/aplikasi-jakarta-smart-city-apps-sajikan-timeline-berita-jakarta/feed/ 0
Peran Google Search Menginisiasi Transaksi Online https://dailysocial.net/post/peran-google-search-menginisiasi-transaksi-online/ https://dailysocial.net/post/peran-google-search-menginisiasi-transaksi-online/#comments Thu, 03 Sep 2015 08:53:23 +0000 http://dailysocial.net/?p=61965

Lembaga survei GfK memaparkan bahwa Google sebagai mesin pencarian terpopuler berhasil mendefinisikan adanya perilaku baru yang disebut dengan “momen-mikro”. Industry Head Google Indonesia Henky Prihatna kerap menyebutkan bahwa momen ini ialah ketika konsumen menggunakan Internet melalui smartphone untuk dengan cepat memenuhi kebutuhan sehari-hari, contohnya berbelanja online.

“Yang ingin kami garis bawahi adalah bahwa semua journey diawali dari Google. (Pernyataan tersebut) kami dapatkan dari riset konsumen yang mengawali pencariannya dari Google kemudian mereka akan melakukan penjelajahan lebih detail lagi hingga proses transaksi dilakukan,” kata Henky.

Google menunjuk GfK untuk melakukan survei tatap muka dengan 2.500 responden di wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Pihak penyelenggara survei turut meminta izin kepada 600 peserta untuk melakukan riset lanjutan melalui aplikasi yang diunduh di ponsel. Riset telah dilakukan pada bulan November 2014 hingga Februari 2015 silam

Hasil survei dan riset terbaru ini menunjukkan pemahaman yang diperoleh dari pengguna aplikasi yang tinggal di Jakarta, Bodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya bahwa 61% masyarakat perkotaan memiliki smartphone dengan rata-rata penggunaan lima setengah jam per harinya, sementara waktu puncak penggunaan smartphone terjadi pada malam hari. Perihal frekuensi, konsumen dinilai mengakses hingga 16 aplikasi/situs berbeda sebanyak 46 kali per hari, dan mayoritas dari mereka mengakses aplikasi selama 26 hari setiap bulannya. Hasil riset cukup jelas memproyeksikan bahwa perilaku konsumen saat ini dan dalam waktu ke depan akan lebih banyak dilakukan secara mobile.

Survei ini juga menilai kebiasaan berbelanja online dalam kategori travel, pakaian, dan perawatan rambut. Dari hasil yang dikumpulkan, tercatat beberapa poin penting yakni pendekatan online dan offline yang dinilai memiliki peranan penting bagi konsumen perkotaan, kemudian kombinasi antara mesin pencari (search engine) dan situs ritel/agregator merupakan informasi terpenting dalam tiga kategori tersebut, yang terakhir yang harus diperhatikan adalah hasil survei membuktikan bahwa perjalanan konsumen dalam proses pembelian tidak sederhana atau linear.

“Idealnya adalah bisnis harus diciptakan semudah mungkin untuk konsumen antara online dan offline. Saat ini proses pembelian sangat kompleks, pastikan konsumen menikmati dan mendapatkan pengalaman dengan lancar mulai dari proses awal pencarian hingga pemesanan dan pembayaran,” kata Henky.

Elevenia sebagai partner dari Google turut merasakan manfaat mesin pencarian seperti Google untuk meningkatkan jumlah transaksi di situs online marketplace tersebut. Ditegaskan oleh Vice President Marketing Division Elevenia Madeleine Ong De Guzman, sebanyak 70% konsumen Elevenia merupakan kalangan urban yang telah memiliki penghasilan menengah hingga tinggi dan berasal dari kota Jakarta. Elevenia turut mencatatkan setiap harinya sekitar 40-50% pembelian terbanyak berasal dari kategori fashion saat ini sudah mencapai nilai 15 ribu kali.

“Behaviour dari konsumen di Indonesia saat ini adalah secara mobile diawali dengan mengumpulkan informasi, melakukan perbandingan dan lainnya, ketika sudah diyakinkan dengan data dan detail produk yang ada, mereka akan langsung menggunakan aplikasi untuk melakukan pemesanan,” kata Madeleine.

Situs mobile sebagai rujukan utama

Online marketplace seperti Elevenia saat ini masih menjadi favorit pengguna smartphone untuk sekedar mencari perbandingan harga, produk dan lainnya. Begitu juga dengan travel agregator yang saat ini semakin banyak digunakan oleh pengguna smartphone untuk mencari informasi hingga perbandingan harga seperti misalnya TripAdvisor.

Hal ini tentunya merupakan tantangan bagi para marketer yang ingin menjangkau masyarakat perkotaan dengan kondisi perekonomian yang lebih baik; bagaimana menjadikan sebuah iklan tetap relevan dan berguna untuk konsumen sehingga mereka dapat langsung menemukan jawaban atas kebutuhan setiap kali mereka mencari informasi di smartphone.

]]>
https://dailysocial.net/post/peran-google-search-menginisiasi-transaksi-online/feed/ 0
Lima Hal Non-Teknis Yang Penting Menjadi Perhatian Saat Menjalankan Bisnis Startup https://dailysocial.net/post/lima-hal-non-teknis-yang-penting-menjadi-perhatian-saat-menjalankan-bisnis-startup/ https://dailysocial.net/post/lima-hal-non-teknis-yang-penting-menjadi-perhatian-saat-menjalankan-bisnis-startup/#comments Thu, 03 Sep 2015 07:05:44 +0000 http://dailysocial.net/?p=61941 Berbagai aspek non-teknis yang dapat dioptimalkan untuk kesuksesan startup / Shutterstock

Untuk menyukseskan sebuah startup tak melulu unsur teknis yang penting untuk diperhatikan. Karena nyatanya startup adalah sebuah bisnis, maka banyak hal non-teknis yang juga perlu diperhatikan. Moiz Ali selaku CEO dan Co-Founder sebuah startup e-commerce bernama Caskers dalam blog pribadinya menceritakan beberapa pelajaran penting yang didapat kala Ia mengembangkan startup-nya sebagai orang yang tidak memiliki latar belakang teknis. Pelajaran yang disampaikan Moiz mengisyaratkan bahwa sebuah produk startup dengan teknologi sederhana pun bisa berjalan menghasilkan revenue yang besar, dengan kiat jitu orang-orang di dalamnya.

Berhemat menjadi pilihan terbaik dan mengantarkan bisnis pada kultur yang baik

Meski kebanyakan startup nampak begitu boros dalam pembelanjaan modal, terutama pasca memperoleh pendanaan, bagi Moiz berhemat adalah pilihan yang lebih baik. Caskers ia bangun dengan pengeluaran yang benar-benar efisien. Banyak hal yang didesain untuk tersedia secukupnya, seperti ruang kantor misalnya. Contoh lain Moiz menceritakan tentang kampanye iklan via email yang dilakukan melalui MailChimp. Ia mensiasati dengan mendaftar FoundersCard untuk mendapatkan dua bulan layanan MailChimp gratis untuk berhemat sekitar $400. Butuh effort lebih memang, namun perusahaan dapat menabung untuk hal lain.

“Tulang punggung layanan kami adalah plugin e-commerce untuk WordPress yang didapat secara gratis. Kami memodikasi template website yang dibeli $35, dan membayar pengembang asal India untuk membantu kami membangun apa yang tidak bisa kami lakukan. Biaya modal terbesar kami adalah untuk logo, untuk menjalankan tiga kontes logo yang menghabiskan $800. Secara total pengeluaran kami hanya $1.200 untuk mengembangakan seluruh komponen website sebelum kami resmi meluncurkannya.”

Berusaha selalu berhemat menjadi pelajaran terpenting bagi Moiz selama mengembangkan dan berbisnis bersama Caskers. Pengehatan membawa bisnis pada rasa nyaman tidak khawatir kehabisan uang, kultur hemat membangun pola ini. Dan yang terpenting menjadi hemat dari sisi proses produksi perusahaan akan memberikan keuntungan juga bagi pelanggan, karena produk dapat dijajarkan dengan harga yang lebih bersaing.

“Setelah kami meluncurkan website secara resmi, kami fokus pada pertumbuhan perusahaan dengan penghematan yang kami bisa lakukan.”

Industri stratup makin ramai, butuh ketangkasan untuk bisa survive

Di awal peluncuran Caskers tidak memiliki anggaran untuk pemasaran ataupun beriklan. Keadaan tersebut justru yang memicu sang pendiri untuk berpikir keras. Kala itu Moiz hanya dihadapkan pada dua to-do utama, yakni memastikan produknya dicintai oleh orang, sehingga orang merekomendiasikan kepada lingkungannya dan mencari cara agar penulis berita menerbitkan tentang layanannya di portal pemberitaan yang dimiliki.

Tanpa anggaran bukan berarti akan menciutkan aksi. Moiz membuat layanan pelanggan menjadi prioritas utama dalam sistem bisnisnya.

“Suatu ketika ada pelanggan kami di New Jersey sangat membutuhkan sebuah paket untuk perayaan pesta yang ia adakan, cukup mendadak, saya rela menyewa Zipcar dan mengantarkan barang tersebut meskipun harus mengerjakannya di Sabtu pagi. Beberapa hari sebelumnya, ia mengundang saya untuk melihat pertunjukan Broadway. Layanan pelanggan adalah hal esensial yang bisa dilakukan oleh sebuah startup, harus dilakukan dengan baik.”

Tanpa biaya untuk mengiklankan layanannya bukan berarti tak bisa memperkenalkan layanannya kepada masyarakat. Moiz menceritakan setiap kali ia pulang dari kantor, ia menyempatkan mampir ke Best Buy (semacam toko peralatan elektronik dan komputer). Ia sengaja mampir ke tempat tersebut untuk menempatkan situs layanannya ke komputer Apple yang ada di toko tersebut. Menurutnya ini adalah ajang promosi yang serius. Dan mengapa ia memprioritaskan memasangkan website layanannya ke seluruh komputer merk Apple? Karena menurutnya konsumen Apple lebih potensial ketimbang komputer lainnya.

Media sosial juga menjadi platform gratis untuk memasarkan produk. Namun agar tak terkesan terlalu “payah” dalam berkomunikasi dengan khalayak umum, Moiz selalu menekankan untuk lebih menonjolkan fitur produk yang ditawarkan ketimbang layanan yang dimiliki Caskers. Terkait dengan rilis di media, Moiz juga berusaha untuk selalu menyapa tim editorial, bukan dengan membayar agensi relasi publik.

“Pada akhirnya, kami mampu menghasilkan pendapatan jutaan dolar tanpa mengeluarkan sepeser pun pada akuisisi pelanggan.”

Menjalankan startup sarat dengan eksperimen bisnis dan produk

Sebuah bisnis harus memiliki fokus pada pertumbuhan masarakat yang begitu cepat. Ide-ide dihasilkan begitu banyak, dan saling mempengaruhi satu sama lain. Lakukan eksperimen, jika suatu hal yang dikerjakan berhasil, maka tekunilah. Jika gagal, segera tinggalkan dan cari ide baru. Untuk pelaku startup ini penting, konsep “jika harus gagal, secepatnya gagal” memang benar untuk diyakini.

Bagi sebuah stratup eksperimen ini bisa dilaksanakan di berbagai elemen bisnis. Dicontohkan oleh Moiz beberapa kesuksesan hasil ia berekspesimen dengan Caskers. Membawa produk mereka ke ranah pelanggan bisnis adalah salah satunya, yang memberikan pendapatan cukup berarti. Hal lain ialah menambahkan menu pencarian, hingga mengadakan pagelaran khusus untuk pecinta produk dan membuat penawaran produk antik khusus kepada pelanggan.

Jeli dan selalu berhati-hati dalam memutuskan

Pada dasarnya menjalankan sebuah startup akan bergantung pada inisiatif apa yang dilakukan orang-orang di dalamnya. Semakin banyak hal yang dilakukan, maka kapal bisnis yang ditunggangi juga akan berjalan, begitupun sebaliknya. Meskipun banyak hal yang harus dilakukan, namun sangat diperlukan ketelitian dan harus hati-hati dalam menentukan keputusan. Dicontohkan seperti pada saat menentukan produk unggulan untuk menjadi featured post, merekrut pegawai hingga berhubungan dengan investor.

“Menjadi pendiri startup membutuhkan nyali untuk menentukan keputusan yang akan berpengaruh pada hidup atau matinya bisnis dengan informasi yang terbatas dan sumber daya yang terbatas dan di bawah tekanan kuat. Membuat keputusan dengan cepat adalah penting, tetapi gegabah dalam menentukan keputusan adalah sebuah kesalahan.”

Kubur kekurangan dengan kekuatan yang dimiliki

Setiap startup pada dasarnya unik dan memiliki cara terbaiknya sendiri untuk mengantarkan pada kesuksesannya, yakni dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk menutup kelemahan yang ada.

“Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi sebagai pendiri startup adalah untuk mengabaikan kebisingan yang ada di lingkungan startup (diketahui saat ini tech-startup populasinya makin ramai). Sementara startup lain begitu mudah mendapatkan putaran pendanaan, bahkan perusahaan kami tidak menerima sepeser pun pendanaan dan tidak mempekerjakan orang lain, selain saya dan satu rekan saya untuk selaku pendiri. Bisa saja kami berbangga, tapi justru kami merasa gagal.”

Diketahui Caskers selama menjalankan operasional dan mengeruk revenue yang begitu besar sama sekali tidak pernah menerima suntikan pendanaan investor. Beberapa kali ada kesempatan untuk itu, hanya saja Moiz memilih berjalan dengan apa yang dimiliki dan berhemat, ia hanya menginginkan idealisme dan visi bisnisnya tidak terganggu. Hingga akhirnya kini Caskers telah diakuisisi dalam nominal jutaan dolar, dan Moiz menganggap ini sebagai investasi pertama yang akan membawa Caskers pada akselerasi bisnis yang lebih baik.

Saat ini Moiz telah melepaskan jabatan CEO, dan menjadi Board Advisor memantau laju bisnis Caskers. Ia kini menjalani bisnis barunya bersama Native. Sebuah startup e-commerce baru dengan produk vertikal berbeda.

]]>
https://dailysocial.net/post/lima-hal-non-teknis-yang-penting-menjadi-perhatian-saat-menjalankan-bisnis-startup/feed/ 0
Fitur Kartu Kredit Virtual Octopay Bisa Menjadi Solusi Pembayaran Transaksi Online yang Nyaman https://dailysocial.net/post/octopay-vcc/ https://dailysocial.net/post/octopay-vcc/#comments Thu, 03 Sep 2015 05:05:58 +0000 http://dailysocial.net/?p=61768 Virtual Credit Card menawarkan kemudahan kartu kredit  dalam melakukan transaksi secara online / Shutterstock

CIMB Niaga berusaha mendorong solusi virtual credit card Octopay sebagai alternatif solusi alat pembayaran layanan e-commerce. Mulai resmi diluncurkan per Oktober mendatang, mereka berharap ada sekitar 50 ribu nasabah, baik lama maupun baru, yang memanfaatkan solusi Octopay ini. Hal kontradiktif yang menjadi perhatian adalah CIMB Bank Malaysia, sebagai induk perusahaan CIMB Niaga, telah menutup layanan serupa per akhir Maret lalu.

Penetrasi kartu kredit yang rendah membuat kalangan perbankan berupaya memutar otak untuk mendorong adopsi alat pembayaran yang sesungguhnya ideal untuk transaksi e-commerce ini. Salah satu solusi yang hadir adalah virtual credit card ini. Menggunakan Octopay, nasabah CIMB Niaga bisa men-generate nomor kartu kredit secara virtual yang valid digunakan sebanyak dua kali selama 24 jam. Nantinya semua biaya akan langsung dipotong dari rekening bank yang terkoneksi dengan akun Octopay.

Kepada Bisnis.com, Group Head Branch & Branchless Banking Bank CIMB Niaga Melati Salim mengatakan, “Melalui OctoPay, nasabah akan memiliki nomor seri kartu kredit sekali pakai yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Dananya dipotong dari tabungan milik nasabah.”

Untuk menggunakan layanan ini, mereka harus menghubungkan dahulu akun Facebook mereka karena Octopay dibangun di atas platfrom Facebook. Setiap transaksi akan dibatasi dengan nilai antara Rp 10 ribu hingga Rp 10 juta. Melati memastikan layanan ini sudah memperoleh izin dari OJK.

Selain digunakan untuk membuat virtual credit card, Octopay juga bisa digunakan untuk membayar berbagai iuran, pembayaran tiket pesawat, pembelian pulsa telepon, atau kebutuhan hiburan.

Angka target 50 ribu pengguna sesungguhnya cukup realistis jika promosi yang dilakukan tepat sasaran. Kebanyakan nasabah memiliki tabungan dan kartu debit, tapi kartu debit di Indonesia tidak bisa digunakan untuk langsung bertransaksi secara online. Octopay bisa menjadi jembatan untuk menciptakan angka yang seolah-olah merupakan nomor kartu kredit, padahal akun tersebut terhubung dengan rekening tabungan.

Yang agak kontradiktif adalah ternyata CIMB Niaga Malaysia telah menutup layanan Octopay di negaranya per akhir Maret lalu. Mungkin di Malaysia kepemilikan kartu kredit sudah sangat tinggi, sehingga fitur virtual credit card tidak laku. Menurut data bank sentral Malaysia, ada sekitar 5,5 juta kartu kredit aktif di tahun 2014, atau sekitar seperempat dari total kepemilikan kartu debit. Kondisi berbeda jelas terjadi di Indonesia yang persentase kepemilikan kartu kreditnya kurang dari 10%.

Sebelumya BCA telah menghadirkan Klikpay yang memungkinkan nasabah tabungan membuat akun online virtual, sehingga setiap kali transaksi, sistem Klikpay akan menyelesaikan semuanya. Tentu saja penggunaan Klikpay hanya terbatas pada layanan e-commerce yang sudah bekerja sama.

Solusi virtual credit card aplikasinya jelas lebih luas ketimbang Klikpay, karena bisa dibilang semua layanan e-commerce besar sudah mengakomodasinya. Hambatannya terletak di pengusungnya, CIMB Niaga, yang operasionalnya masih terbatas, terutama untuk nasabah di luar k0ta-kota besar Indonesia, sehingga bakal menyulitkan mereka yang tidak tinggal atau bekerja dengan jaringan bank yang merupakan hasil merger Niaga dan Lippo Bank ini.

Berdasarkan studi yang pernah dilakukan, pembayaran sebuah transaksi online menggunakan kartu kredit, termasuk virtual credit card, memiliki langkah-langkah yang jauh lebih singkat ketimbang diproses melalui cara lain. Kita tunggu apakah solusi seperti ini bakal mendapatkan sambutan hangat di masyarakat.

]]>
https://dailysocial.net/post/octopay-vcc/feed/ 0