DailySocial
Berita IT, Teknologi Web dan Internet
Berita IT, Teknologi Web dan Internet
Aug 11th
Hari ini berita yang cukup menghebohkan adalah proses akuisisi yang dilakukan Facebook terhadap Friendfeed. Friendfeed yang merupakan layanan life-streaming real-time yang cukup populer disebut-sebut menjadi kiblat baik untuk Facebook maupun Twitter. Friendfeed merupakan layanan yang sangat inovatif, dan salah satu layanan kesukaan saya. Banyak pihak yang setuju dengan anggapan bahwa Friendfeed adalah web service yang sangat keren, saking kerennya tidak akan dipakai banyak orang.
Kesepakatan antara Facebook dan Friendfeed-pun terbilang cukup mencengangkan, 50 juta dollar. 15 Juta dollar dalam bentuk cash, sisanya dalam bentuk saham kepemilikan di Facebook. Pemberian saham kepada Friendfeed ini meletakkan valuasi Facebook sekitar 6.5 milyar dollar secara keseluruhan, valuasi yang sama yang diberikan Facebook kepada setiap karyawannya.

Kenapa mengakuisisi Friendfeed? Ada beberapa hipotesis yang ada di kepala saya, yang pertama tentu saja untuk meningkatkan persaingan dengan Twitter. Facebook yang selama ini mencoba membuat para pengguna memberikan data real-time yang relevan, masih saja kalah jauh jika dibandingkan dengan Twitter yang saat ini menjadi search engine real-time yang paling maju. Facebook mungkin akan mengintegrasikan beberapa fitur real-time milik Friendfeed ke dalam Facebook.
Atau hipotesis lain yang saya pikirkan adalah mengenai keuntungan memiliki para founder dari Friendfeed. Satu hal yang saya salut dari tim pengembang Friendfeed adalah inovasi yang selalu kreatif dan biasanya fitur-fitur mereka sering diadopsi oleh Facebook dan juga Twitter. Seperti fitur “Like” yang diadopsi Facebook, fitur real-time search yang kemudian diadopsi oleh Twitter (dikembangkan lebih lanjut, lebih advance daripada fitur realtime di Friendfeed). Kemungkinan Facebook ingin memiliki staf yang lebih kreatif dan inovatif, dan pastinya tim pengembang Friendfeed ini orang yang tepat untuk Facebook dalam mengembangkan fitur-fiturnya lebih lanjut. Daripada terus mencontek dan mengamati pergeraka Friendfeed, tentu lebih mudah akuisisi sekaligus saja toh?
Lalu soal angka 50 juta dollar yang diberikan kepada Friendfeed, jujur saya sama sekali tidak terkejut. Zuckerberg, founder dan CEO Facebook yang bernegosiasi dengan pihak Friendfeed memang terkenal dengan sikapnya yang memberikan overvaluation, baik untuk valuasi Facebook sendiri maupun untuk perusahaan yang diakuisisi (Parakey).
Yang pasti, akan sangat menarik melihat fitur-fitur baru yang akan dirilis oleh Facebook setelah fitur real-time search yang juga diluncurkan belum lama ini. Menurut anda mampukah koalisi Facebook dan Friendfeed membunuh Twitter? Sampaikan pendapat anda di kolom komentar.
May 27th
Setelah terlalu lama menjauhi investor yang ingin berinvestasi di Facebook, akhirnya Mark Zuckerberg (CEO) memutuskan untuk menerima investasi sebesar 200 juta dollar AS dari Digital Sky Technologies (DST) dan DST mendapatkan 1.96% saham di Facebook. Dengan nilai investasi sebesar ini, DST menghargai Facebook dengan total 10 Milyar dollar AS. Jumlah ini tentu jauh lebih besar dari pada investor kebanyakan yang menaksir Facebook dengan harga sekitar 2 – 6 milyar dollar AS.
Co-founder Digital Sky Technology Yuri Milner menyatakan bahwa proses investasi dan pembelian saham Facebook oleh DST adalah 2 proses yang terpisah. Facebook dan DST sendiri sedang dalam proses persiapan untuk merilis rincian dari perjanjian ini dalam beberapa bulan mendatang.
Sheryl Sandberg (COO) bulan April lalu mengklaim bahwa Facebook belum membutuhkan dana tambahan dalam waktu dekat. Faktor inilah yang mungkin menyebabkan Zuckerberg cenderung malas dan tidak terlalu ngotot untuk mendapatkan funding dan benar-benar memilih investor yang mau menghargai Facebook seperti dirinya. Zuckerberg sendiri mengklaim bahwa investasi ini tidak merubah strategi apapun yang sedang berjalan, bahkan dirinya sangat percaya kepada Milner yang memang sudah berpengalaman dalam mensukseskan situs-situs jejaring sosial di Eropa. Salah satu kesuksesan Milner antara lain Vkontakte.ru sebuah jejaring sosial yang berbasis di Rusia.
Berikut video wawancara Milner dan Zuckerberg (via Techcrunch)
Zuckerberg sendiri terlihat cukup antusias dengan adanya Milner yang membantu jejaring sosial terbesar di dunia itu untuk menemukan revenue model yang cocok, meskipun tidak ada satupun orang dari DST termasuk Milner yang masuk ke dalam jajaran eksekutif di Facebook. Revenue model apakah yang sedang digarap oleh Zuckerberg dan Milner? Apakah bisnis mobile? Atau bisnis online currency? Atau ada model lain yang bisa diadopsi oleh Facebook untuk mendatangkan revenue? Apa ide anda?
Recent Comments