DailySocial
Berita IT, Teknologi Web dan Internet
Berita IT, Teknologi Web dan Internet
Feb 3rd
Berita tentang rencana Google untuk mendirikan their own app store, bagi saya merupakan sebuah berita yang mesti dipantau terus, bukan hanya karena trend aplication store sendiri yang mulai bermunculan, tapi membayangkannya Google App Store-nya saja membuat saya penasaran.
May 26th
Ovi Store melalui sebuah blog post kemarin secara resmi diluncurkan ke publik. Ovi Store ini adalah sebuah toko online khusus aplikasi dengan konsep mirip Apple App Store namun untuk aplikasi Symbian. Ovi Store ini memiliki basis pengembang aplikasi yang cukup besar karena perhitungan pembagian keuntungan 70/30 yang menarik untuk banyak pengembang aplikasi. Sampai sekarang di Ovi Store sudah terdapat ratusan aplikasi yang dirancang khusus untuk 50 perangkat Nokia yang berbeda.

Platform Symbian sendiri sudah ada jauh lebih lama daripada platform iPhone sehingga meskipun terlambat merilis app store masih banyak pengembang dan pengguna yang tertarik untuk mencari aplikasi untuk handheld Nokia mereka. Bahkan respon pengunjung di hari pertama launch jauh melebihi pengharapan Ovi, sampai-sampai server mereka beberapa kali mengalami peak-traffic dan down untuk beberapa menit sampai akhirnya mampu online kembali tanpa masalah.
Sebagai pengguna handheld Nokia (E63) saya sudah lama sekali menantikan Ovi Store ini, meskipun sebelumnya Nokia sudah menyediakan platform Ovi untuk email dan online storage khusus untuk pengguna handheld Nokia. Yang pasti saya akan menantikan beragam aplikasi yang bisa saya beli disini untuk handheld saya. Daftar aplikasi yang sudah ada sekarang-pun terbilang cukup lengkap mulai dari aplikasi video, images, email, social network (friendster), peta online, kamus, dan tools-tools lainnya.
May 14th
Vodafone dalam usahanya untuk terus menguntit Apple di bidang teknologi mobile kali ini membuka sebuah toko online miliknya yang khusus menjual aplikasi-aplikasi mobile. Yap, seperti iPhone App Store. Vodafone adalah operator terbesar di dunia dengan 289 juta pelanggan, dan sepertinya dengan jumlah pelanggan yang begitu besar Vodafone tetap menganggap Apple sebagai kompetitor.
Yang sedikit berbeda dari toko aplikasi milik Vodafone ini adalah adanya sistem billing yang bisa men-charge langsung ke customer tanpa harus melalui SMS premium dan lain-lain. Fitur ini tentu sangat disukai oleh pengembang aplikasi karena mereka bisa men-charge langsung ke customer.
Vodafone sendiri mengambil 30% dari hasil penjualan aplikasi, jumlah yang sama seperti Apple dan Google. Dan persaingan di toko aplikasi online ini akan kian memanas dengan makin menjamurnya toko aplikasiyang didirikan oleh masing-masing vendor. Apple punya iPhone App Store, Nokia punya Ovi Store,T-Mobile punya Web2Go, Google punya Android App Store, Microsoft punya Marketplace. Siapa yang akan menang? Biar waktu yang membuktikan.
sumber:venturebeat
Recent Comments