Berita 

Sophos: Indonesia Termasuk Top 10 Penyebar Spam di Dunia

Sophos: Indonesia Termasuk Top 10 Penyebar Spam di Dunia

Posted by
Amir Karimuddin

November 1, 2011

Ini memang bukan berita baik, tapi lebih baik semua orang aware terhadap hal ini. Perusahaan keamanan IT dan proteksi data, Sophos, baru-baru mempublikasikan temuannya tentang penyebar spam di dunia — yang didistribusikan melalui email. Meskipun Amerika Serikat masih merupakan negara tempat para penyebar spam terbesar di dunia, ternyata negara-negara Asia “berhasil” menempatkan dirinya untuk menguasai top 10 daftar ini. Sayangnya, Indonesia juga termasuk di dalamnya dan berada di urutan ke-8 dengan besaran 3.3% dari total spam seluruh dunia.

Di dalam daftar ini, negara-negara Asia lain yang juga masuk adalah Korea Selatan, India, Taiwan, dan Vietnam — semuanya termasuk negara-negara yang sedang sangat berkembang dalam penetrasi Internet dan infrastruktur Teknologi Informasi, di mana Korea Selatan adalah salah satu negara dengan penetrasi broadband terbesar di dunia. Di Q3 2010, Asia “hanya” bertanggung jawab terhadap 30% spam di dunia, tetapi di Q3 2011 ini, 50% spam berasal dari Asia.

Menurut Sophos, kebanyakan dari email spam ini didistribusikan menggunakan “botnet” — suatu “jaringan” yang terdiri dari komputer yang terinfeksi (zombie) yang dikontrol oleh spammer. Biasanya infeksi terjadi jika pengguna komputer mengklik tautan ataupun attachment yang terdapat dalam email spam — apalagi jika komputer korban ini tidak memiliki antivirus yang up-to-date.

Saya pribadi akhir-akhir ini makin sering menemukan email dari teman yang nampaknya telah ter-hack tanpa sepengetahuan si pemilik dan mengirimkan email spam berisi tautan-tautan yang berbahaya. Sayangnya kebanyakan dari mereka unaware dengan kondisi ini dan kita yang mendapatkan email seperti ini seharusnya pro-aktif untuk memberitahukan problem yang telah terjadi.

Di satu sisi, masuknya Indonesia ke daftar ini memang menunjukkan pengguna Internet di Indonesia semakin memahami soal Internet dan bahayanya — bahkan cenderung lebih ahli ketimbang pengguna Internet di negara lain, sayangnya pengetahuan tersebut tidak dimanfaatkan ke arah positif dan malah cenderung digunakan untuk hal yang tidak semestinya.

 



Discussions

Advertisement

Advertise with us!

  

 


Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×