Opini 

[Simply Business] Kurasi Konten akan Mengambil Alih Web

[Simply Business] Kurasi Konten akan Mengambil Alih Web

Posted by
Aria Rajasa Masna

February 22, 2012

Aria Rajasa adalah CEO dari GantiBaju.com, startup di bidang busana yang tidak berbeda dengan Threadless tetapi dengan sentuhan lokal Indonesia, GantiBaju juga memiliki komunitas desain yang sangat kuat. Semangat Aria di dunia wirausaha membuatnya mendirikan beberapa perusahaan setelah lulus kuliah.

Konten sering kali menjadi elemen yang paling diabaikan dari sebuah startup. Hal ini biasanya terjadi karena para founder dari startup adalah orang teknis dan orang teknis akan lebih berkonsentrasi pada keahlian mereka, yaitu: Teknologi. Mereka bisa ‘bermain-main’ selama beberapa hari bahkan bulan untuk menyempurnakan kode pemrograman mereka, ‘bermain’ dengan melakukan test dan melakukan scaling server secara gila-gilaan. Ya, ‘bermain’ dengan teknologi itu hebat, tetapi konten adalah Raja.

Content is where I expect much of the real money will be made on the Internet, just as it was in broadcasting. ~ Bill Gates

Tetapi konten itu sendiri tidak akan menjadi berharga jika ia tidak menambah nilai. Tanpa nilai, konten hanya berupa kebisingan, dan internet sudah penuh oleh kebisingan. Orang tidak perlu lagi menambahkan kebisingan dalam kehidupan mereka yang juga sudah rumit. Untuk membuat konten yang hebat, dibutuhkan kurasi. Kurasi diperlukan untuk membedakan antara kebisingan dengan konten yang bagus. Kurasi akan menambahkan nilai dan memilih hanya konten yang paling relevan untuk pengguna spesifik.

Fab, sebuah startup yang mengkurasi dan menjual produk desain melalui newsletter harian mengklaim bahwa mereka mendapatkan profit dengan pendapatan sebesar $1,3 juta hanya dalam 30 hari. Groupon adalah perusahaan dengan pertumbuhan paling cepat di dunia, meski dari sisi teknologi entry barrier untuk layanan model ini sangat rendah, keduanya melakukan kurasi atas konten mereka secara mandiri.

Sedangkan untuk contoh layanan lokal, ada Fokado.com. Konsep dari layanan ini sangat sederhana, namun cara mereka mengemas paket layanan yang ditawarkan sangat menarik. Fokado memungkinkan kita untuk memberikan hadiah berupa pengalaman dari aktivitas yang menyenangkan, seperti DJ Lesson untuk pasangan, atau latihan anggar (ingatkan saya untuk mengambil latihan ini). Fokado menghadirkan pendekatan yang fresh dari berbagai layanan sejenis Groupon.

Kurasi yang dilakukan secara mandiri memang tidak lepas dari masalah, Fab.com memperkerjakan lebih dari 90 orang untuk memastikan konten yang ada berjalan secara normal. Groupon memiliki sekitar 10.000 pegawai di seluruh dunia, Melakukan kurasi konten membutuhkan waktu dan sumber daya.

Proses kurasi bekerja juga untuk konten UGD. Pinterest hadir sebagai contoh atas hal ini. Pinterest menjadi sangat populer karena layanan ini menyediakan konten visual yang bermacam-macam, dari produk desain, fashion, tempat yang indah sampai gambar visual menarik lainnya yang dibagikan oleh jutaan anggota layanan mereka. Pinterest mengkurasi konten yang bagus dengan sistem featured user, namun proses kurasi utama dilakukan oleh diri kita sendiri. Kita memilih apa yang kita ingin lihat dengan mengikuti orang lain yang kita anggap tertarik.

Zite juga adalah layanan lain yang bagus sebagai contoh kurasi-mandiri. Aplikasi majalah personal untuk perangkat iOS ini dapat mempelajari bagaimana kita – sebagai pengguna membaca dengan menganalisis bagaimana cara kita berinteraksi dengan berbagai artikel yang kita baca. Mulai dari waktu yang kita gunakan dalam membaca artikel sampai dengan topik dan penulis yang ingin kita lihat serta yang kita suka atau tidak kita sukai. Cara Zite melakukan kurasi akan semakin pintar seiring dengan seberapa sering Anda menggunakannya. Zite melakukan penilaian konten bagus dan yang paling relevan khusus untuk Anda pribadi.

Anda juga bisa menggabungkan kurasi-mandiri dengan kurasi yang dikontrol oleh pengguna untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Threadless, sebagai contoh, melakukan moderasi dari semua desain yang dikirimkan untuk menjaga kualitas dari desain yang masuk. Setelah proses moderasi awal ini, mereka mempersilahkan anggota layanannya untuk melakukan pilihan, melalui sistem voting, desain mana yang akan dicetak.

Lookbook memiliki pembatasan yang sangat teliti ketika akan mem-posting Look, dan mereka secara periodik akan mengapus semua Look yang tidak mengikuti aturan. Mereka juga mempersilahkan orang untuk menentukan Look paling populer dengan sistem ‘Hype” dari Look yang disukai oleh pengguna. Hanya Look yang mendapatkan penilaian paling tinggi dan paling menarik yang akan muncul di halaman muka.

9gag, situs humor kesukaan saya, menggunakan pendekatan yang lebih fokus ke pengguna dan membagi konten menjadi 3 level berbeda, Vote, Trending dan Hot. Halaman Vote adalah halaman dimana konten baru muncul, di sini pembaca bisa melakukan proses vote untuk konten yang menurut mereka layak untuk naik tingkat ke Trending. Trending adalah dimana konten menarik berada dengan vote yang cukup banyak, namun halaman paling berharga adalah halaman Hot, dimana hanya konten yang paling banyak di-vote yang akan muncul di sini. Proses ini membentuk komunitas kurasi-mandiri 9gag, meski proses ini pun tidak luput dari masalah.

Lalu, cara apa yang paling baik untuk melakukan kurasi konten? Well, tidak ada cara yang paling tepat untuk hal ini. Anda harus belajar dari contoh yang sudah ada dan bereksperimen untuk menemukan keseimbangan dalam hal kurasi. Anda punya pendapat tentang cara kurasi apa yang akan cocok untuk Anda? Kolom komentar terbuka untuk pendapat.

 

Terbaru di DailySocial



Discussions

Advertisement

Advertise with us!

  

 



Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×