Opini 

Koprol vs Urbanesia? (Updated)

Beberapa hari belakangan memang banyak pihak yang lumayan khawatir dengan isu yang menimpa Koprol dan Urbanesia. Dua startup kebanggaan Indonesia ini dikabarkan sedang bekerjasama dengan Nexian sebagai salah satu saluran distribusi untuk aplikasi mobile dari Koprol dan Urbanesia. Dan menyeruak kabar tidak enak yang menyatakan bahwa Yahoo! kurang setuju dengan adanya aplikasi Urbanesia di perangkat Nexian yang saat ini memegang hampir 25% market share di Indonesia.

Sepertinya pihak dari Yahoo! sedikit kecewa karena sebelumnya Nexian telah melakukan deal untuk aplikasi Location Based Service dengan Koprol dan keberadaan Urbanesia tentu akan menjadi halangan tersendiri. Keduanya memang secara tidak langsung sedang mengincar pasar yang sama, dan sayangnya fitur dari kedua layanan tersebut yang sekarang makin mirip. Beberapa waktu lalu Koprol merilis fitur Kurator dimana segelintir pengguna dimampukan untuk memoderasi tambahan venue dari user, sedangkan Urbanesia juga telah memiliki fitur tersebut sejak lama. Tampaknya, kedua startup tersebut bersaing di area venue dan reviews, dimana sepertinya user tidak akan memasukkan venue/reviews di kedua layanan tersebut. Mereka akan memilih salah satu.

Sebelumnya Koprol dan Urbanesia sempat menjalin partnership di bidang ini, dimana review dari user Koprol di sebuah venue tertentu akan muncul di halaman venue tersebut di website Urbanesia. Nampaknya partnership ini-pun telah berakhir dan tidak dilanjutkan oleh kedua belah pihak.

Kalau dilihat secara sekilas oleh pengguna, kedua layanan tersebut memang berbeda. Koprol menawarkan interaktivitas dan kegiatan bersosialisasi, sedangkan Urbanesia lebih berupa direktori tempat. Namun Koprol juga harus memperbanyak database venue di layanannya secara organik dan user generated, sedangkan Urbanesia juga harus menambah fitur sosial agar penggunanya betah berada di situsnya. That’s where things get ugly.

Terlepas dari deal antara Koprol-Nexian dan Nexian-Urbanesia, saya pikir kedua startup tersebut bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera di handset Nexian kalau saja keduanya bisa fokus ke core layanan masing2. Koprol dengan social networkingnya dan Urbanesia dengan venues and reviewsnya, tapi sepertinya “persaingan”nya akan jadi makin menarik.

Bagaimana menurut anda, Koprol? Urbanesia? Ditunggu komentarnya dibawah.

UPDATE from Selina Limman (CEO Urbanesia)

Sebetulnya Urbanesia dan Koprol itu beda sekali yah.. Kalau Urbanesia fokusnya adalah memberikan info tentang penyedia produk dan servis di Jakarta yang kontennya bisa dikontribusi oleh user. Kalau Koprol strength-nya di location based social network yang meng-capture real time comments and conversation di venues. Dalam bentuk aplikasi pun pasti akan berbeda sekali, karena banyak feature yg harus dipangkas.

We like Koprol and working with Koprol, karena itu sempat kerjasama dengan implementasi API koprol di Urbanesia. To show our support ke sesama startup lokal. Tetapi akhirnya terhenti karena ada perubahan di API koprol. Tapi kita selalu terbuka untuk kerja sama lagi kok ke depan ;)

Discussions

  

Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×