1. Startup

Jarvis Store Permudah UKM Buka dan Kelola Toko Online

Ekspansi besar-besaran smartphone diimbangi oleh kemajuan layanan paket data dari provider jaringan internet, membuat yang tadinya orang mengakses internet dari desktop beralih ke ponsel dan tablet. Hal ini juga mendorong fenomena unik dengan banyaknya masyarakat yang menjadikan ponsel pintar sebagai media wirausahanya. Belakangan yang sempat menjadi tren adalah banyaknya masyarakat yang menjadikan layanan BBM sebagai tempat mempromosikan dagangannya. Selain itu ada jejaring sosial yang juga memungkinkan orang berjualan dan mempromosikan barang dagangannya.

Meski awalnya kedua hal tersebut tidak diperuntukkan sebagai media wirausaha, pada perkembangannya menjadi tools penting yang membuka peluang bisnis bagi semua orang. Timbullah toko-toko online kecil yang tersebar di seluruh daerah. Ini yang kemudian membuat timbulnya online marketplace untuk memberikan wadah bagi wirausaha kecil ini agar dapat menjangkau khalayak lebih luas.

Hal ini juga yang medorong terbentuknya Jarvis-Store, layanan pembuatan situs bagi e-commerce kecil dan menengah. Berawal dari web developer yang mengerjakan website berdasarkan permintaan, CV Svarga, perusahaan  di Bali yang menaungi Jarvis-Store, pun ingin menghadirkan sebuah layanan pembuatan  situs yang terjangkau bagi semua kalangan.

“Kami berpikir bagaimana agar bisa membuat toko online dengan cepat namun dengan kualitas cms yang mudah.  Selain itu juga murah karena banyaknya  klien kami  dari UMKM dengan modal terbatas,” ujar R. Frianto Moerdowo, founder.

Frianto, bersama dua orang rekannya yakni Kadek Agus Yusida (co-founder) dan Putu Gusindra Divanatha (co-founder), tak berhenti hanya sampai pembuatan situs. Berdasarkan pengalaman bebelanja melalui ponsel yang dinilai kurang nyaman, mereka sepakat untuk membuat web responsif yang juga bisa dikelola langsung melalui ponsel Anda.

“Berasal dari pengalaman berbelanja di sebuah toko online yang tidak memiliki desain responsif, proses pemesanan barang menjadi ribet dan susah. Sebab melalui ponsel, webnya menjadi terlihat kecil dan tampilannya berantakan. Akhirnya kami tidak jadi berbelanja dari toko online tersebut. Dari sanalah pemikiran dibuatnya Jarvis Store yang mengutamakan desain untuk semua perangkat seperti desktop, tablet, dan smartphone. Pun mengutamakan kecepatan pembuatan toko dan kemudahan dalam penggunaannya,” tutur Frianto panjang lebar.

Pengerjaan Jarvis Store sendiri diakui hanya memakan waktu selama 3 bulan. Namun  konsep dan desainnya sudah dikerjakan sejak awal tahun 2013 oleh Frianto. Pada 2 Agustus 2013 yang lalu, Jarvis Store pun menggelar soft launch  di Denpasar Junction Mall.

“Kami memilih layanan ini karena ingin membantu para UMKM yang ingin memiliki toko online profesional yang bisa dikelola dari mana saja dengan menggunakan smartphone. Sebab kami tahu kebanyakan UMKM tidak mahir menggunakan komputer atau notebook. Alasan lainnya lebih karena mobilitas dan aksesibilitas.”

Menurut Frianto dan timnya, “Web responsif merupakan keharusan bagi sebuah toko online sebab  menurut penelitian dan data, pada tahun 2014 nanti jumlah pengguna internet yang mengakses dari mobile device seperti tablet dan smartphone akan lebih banyak dari para pengguna yang mengakses dari PC.”

Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pengalaman berbelanja yang lebih baik, yang berujung pada pembelian dan akhirnya profit itu sendiri.

Upaya membantu UKM dalam memasarkan produknya lebih luas, pun bukan pekerjaan yang mudah. Frianto sendiri mengakui bahwa masih banyak UKM yang belum menyadari pentingnya web responsif bagi kemajuan usahanya.

Mengedukasi masyarakat daerah dilakukan dengan cara hard sell ke komunitas ukm. Cara lain yang ditempuh dengan sosial media campaign dan email marketingcampaign. Agar UKM di daerah teredukasi dengan gencar memberikan informasi dan tip melalui sosial pentingya memiliki media pemasaran online yang lebih profesional. Pun bisa sebagai aplikasi pembukuan sederhana. Karena Frianto selama ini melihat, kebanyakan usaha kecil dan menengah masih banyak yang bertransaksi melalui Blackberry Mesennger atau Facebook belum memiliki pembukuan untuk bisnisnya.

“Untuk saat ini, kami aktif mendekatkan diri pada ukm, distro, butik, dan penyedia oleh-oleh khas daerah.”

Ke depannya ia berharap dapat membuka banyak lapangan pekerjaan dari Jarvis Store, baik itu untuk online seller profesional maupun untuk ibu rumah tangga dan karyawan yang menjadikan usaha ini sebagai sampingan. Serta bagi mereka yang ingin berbisnis namun tidak mampu menyewa toko fisik.

Dengan maraknya juga online marketplace yang membuka jaringanya di Indonesia Jarvis Store akan berhadapan dengan pemain besar seperti Shopify. Frianto mengangagp hal tersebut biasa dalam dunia bisnis dan tetap optimis karena Jarvis membidik segmen pasar yang berbeda.

“Sebagai pembeda adalah bahwa admin kami responsif dan dioptimasi untuk mobile. Dan tentu saja dari segi harga kami jauh lebih bersahabat dibanding Shopify dan Bigcommerce yang notabene merupakan produk luar.”

Malah ia berharap kalau nanti Jarvis Store dapat bermain juga di pasar Internasional.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again