Dark
Light

Haisurvey Tawarkan Layanan Riset Pasar yang Mudah dan Terjangkau

2 mins read
September 27, 2013

Riset atau pengumpulan data untuk memelajari pola konsumen sudah ada sejak lama dan telah menjadi salah satu tools penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi pemasarannya. Layanan riset pasar yang paling umum dan terkenal adalah Focus Group Discussion secara offline. Seiring perkembangan teknologi  Internet, teori-teori dan metodologi riset yang pada dasarnya merupakan gabungan atau implementasi sendiri dari metode penelitian sosial juga ikut mengalami perkembangan.

Metode sebuah riset pada dasarnya terbagi menjadi tiga kelompok pendekatan  besar yakni: kualitatif, kuantitatif dan metode campuran. Intinya sebuah metode penelitian sosial dibangun dan tergantung pada konteks dan saat ini masyarakat makin akrab dengan teknologi harus  diakui metode riset online merupakan wajah penelitian di masa depan. Sistem riset online menawarkan keuntungan seperti proses yang relatif lebih cepat dan biaya lebih relatif lebih rendah.

Di Indonesia sudah tersedia perusahaan riset pasar konvensional dan perusahaan konsultan, tetapi masih sedikit perusahan riset pasar online. Salah satu situs panel pasar online yang Juli lalu resmi dibuka adalah Nusaresearch yang merupakan bagian dari W&S Grup Jepang. Di Indonesia, Nusaresearch  meluncurkan sebuah sistem survei berbasis Internet bernama HaiSurvey. Dengan menggunakan sistem survei ini, siapapun dapat dengan mudah mengakses HaiSurvey dan membuat survei sendiri, baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris.

Sebagai metode eksklusif untuk riset online, HaiSurvey menjalankan riset pasar untuk memenuhi standar permintaan dari perusahaan market research. Fitur-fitur utama HaiSurvey adalah kuesioner yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan periset, sistem kontrol jawaban untuk meningkatkan akurasi dari data responden dan fitur pendukung bilingual agar sesuai dengan permintaan perusahaan market research. Sebagai tambahan, fitur Rate Plan dapat digunakan untuk mengurangi biaya riset secara signifikan.

Melakukan studi riset pasar dengan target responden atau konsumen menjadi lebih mudah. Layanan Free Basic Survey Plan dapat melakukan survei dengan 15 pertanyaan untuk maksimal 150 responden per kuesionernya. Pembuatan survei dapat menggunakan gambar dan video dengan sepuluh tipe pertanyaan, memilih jumlah limit yang ditentukan, randomisasi jawaban, percabangan pertanyaan, peringatan pilihan jawaban dan pengaturan logika pada pertanyaan.

Pengguna juga bisa menggunakan layanan membuat pesan teks (web link) darilink kuesioner serta memiliki kebebasan untuk mengirim link ke daftar alamat email responden atau customer. Tersedia pula email pengingat untuk mengaktifkan kembali permintaan pengisian kuesioner sekaligus mengkonfirmasi jawaban responden di menu HaiSurvey. Raw data hasil survei dapat diunduh dengan gratis, sedangkan untuk pengolahan data lebih lanjut yang  berbentuk grafis dan double-triple cross tabulation hanya bisa digunakan pada paket berbayar. Penggantian logo juga hanya bisa dilakukan di paket berbayar.

Saat Dailysocial membuka situs ini dengan skema basic plan, kesan pertama yang muncul adalah situs ini simple dan mudah digunakan. Di halaman mukaaccount akan ditampilkan survey list milik pengguna dan tombol pembuatan survei berada di tempat yang strategis.

Pembuatan survei juga cukup mudah. Yang perlu dilakukan adalah mengklik tombol create survei, mengisi nama survei, memasukkan welcome message danthank you message. Berikutnya pengguna tinggal menentukan valid date,maximum response, dan menyusun daftar pertanyaan sesuai yang diinginkan. Setelah survei berjalan, pengguna bisa memantau hasilnya secara real time di menu collected result.

“Untuk panel pengguna yang mengisi survei, hingga Agustus 2013 total panelonline kami secara global sudah mencapai 162.000 orang. Kami juga sedang mempersiapkan tipe riset Direct Haisurvey yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat,” jelas Indra Kusuma, Research and Digital Marketing Nusaresearch.

Survei online Haisurvey bisa digunakan oleh perusahaan swasta, perusahaan manufaktur, perusahaan media onlinee-commerce, maupun institusi riset seperti universitas dan program pascasarjana.

[ilustrasi foto: Shutterstock]

Artikel sindikasi ini pertama kali dimuat di DailySocial dan ditulis oleh Hesti Pratiwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Dukung Pencegahan AIDS, Apple Sudah Kucurkan $65 Juta Bersama Bono dari Band U2

Next Story

Indonesia Peringkat Pertama Pengguna Twitter via iPhone Versi Onavo

Latest from Blog

Don't Miss

Facebook Bakal Suguhkan Lebih Banyak Berita Lokal

Media sosial sebagai sumber berita sudah bukan ide yang asing

Demi Picu Semangat Creativepreneur Indonesia, Line Gelar Creative Day 2015

Digagas oleh 15 teknisi NHN Japan kurang dari lima tahun