Dark
Light

Bosch Perlihatkan Seperti Apa Rasanya Berkendara di Masa Depan

1 min read
April 28, 2015

Sungguh menarik menyimak bagaimana interpretasi para pemain besar di industri teknologi terhadap kehidupan manusia di era selanjutnya. Visi mereka turut mendorong penemuan baru. Melihat perkembangannya saat ini, salah satu hal yang mungkin sedikit lagi akan tersedia secara umum adalah sistem transportasi otomatis tanpa pengemudi.

Dari mulai nama terkenal hingga startup baru, semua telah mengajukan konsep kendaraan driverless, bahkan beberapa sudah melewati tes dengan sukses. Kali ini giliran perusahaan elektronik dan engineering multinasional asal Jerman yang menjadi pemasok komponen otomotif terbesar dunia mengungkap ilustrasi sistem transportasi futuristik melalui sebuah video. Perusahaan tersebut bernama Bosch.

Meskipun Bosch menyajikannya se-kasual mungkin, pemerhati otomotif dapat mudah menebak jenis mobil yang mereka pamerkan berdasarkan bentuk interior dan eksterior, yaitu Tesla Model S. Video memperkenalkan Philip Warren, seorang profesional muda dalam perjalanan menuju airport, dimana interface kendaraan tersebut mampu menangani fase berbeda dalam mode manual maupun otomatis.

Info menarik: Microsoft Mengungkap Visi Mereka Akan Masa Depan

Pertama, Tesla Model S belajar dari rutinitas pengemudi dan bisa memprediksi tujuan. Dengan memilih destinasi, mobil akan menganalisis dan menyuguhkan info mengenai kapan sebaiknya Philip mengemudikan langsung dan kapan waktu tepat buat masuk ke mode otomatis, termasuk perkiraan waktu tempuh dan rute paling optimal.

Bosch Automatic Driving Vision 02

Proses keluar dari parkiran berjalan normal. Di pojok kiri atas pada display speedometer, kita bisa melihat estimasi dan indikator. Selain dari tampilan reguler, terdapat split display di tengah berisi navigasi GPS dan keseluruhan rute – memungkinkan kita melihat posisi dengan tepat. Beberapa fitur tambahan tersaji di menu. Memasuki jalan raya, salah satu peta beralih ke penampang top-down, memudahkan Philip mengawasi area di sekitar mobil.

Mode dapat diganti sewaktu berada di jalan bebas hambatan. Kendaraan akan memberitahu pengendara melalui sepasang tombol bahwa sistem otomatis telah tersedia. Kita tinggal mengaktifkannya dengan menekan kedua tombol selama tiga detik. Ketika mobil berjalan otomatis, kita tinggal bersantai atau mengecek email. Tentu saja membalas email di komputer lebih efektif, namun teknologi Bosch mendukung pengoperasian via suara.

Kendaraan secara inisiatif menyusul mobil yang lebih lambat sambil memberitahukannya pada Anda. Buat kembali ke kendali manual, cukup tekan lagi tombol di setir.

Bosch memperkirakan, sistem connected car akan jadi hal umum di tahun 2025. Dan 15 persen di antara model kendaraan sudah memanfaatkan jenis motor elektrik atau hybrid. Bosch memilih China sebagai tempat pertama untuk penerapannya.

Via Digital Trends.

Previous Story

[Review] Xiaomi Redmi 2

Next Story

aCommerce Menjadi Mitra Google AdWords Premier SMB

Latest from Blog

Don't Miss

Snack Video Punya 43 Juta Pengguna di Indonesia, Siap Ungguli para Pesaingnya

Siapa yang saat ini tidak mengakses aplikasi berbasis video pendek?
Pembaruan YouTube 1

YouTube Punya Desain Baru, Hadirkan Fitur Precise Seeking Dan Pinch To Zoom

Bagi sebagian orang, YouTube merupakan pusat hiburan dan edukasi. Hal