Dark
Light

Bisa Melesat Hingga 650 Km/h, Mobil Konsep SRT Tomahawk Ditenagai ‘Udara’

1 min read
June 10, 2015

“Kecepatan tidak pernah membunuh siapapun. Berhenti tiba-tiba, itulah penyebabnya,” begitu kata mantan presenter Top Gear, Jeremy Clarkson. Meski demikian, upaya perusahaan otomotif untuk menciptakan alat transportasi tercepat di darat tidak kunjung berhenti. Kali ini tim Fiat Chrysler SRT mencoba memberi gambaran kira-kira seperti apa kendaraan balap 20 tahun lagi.

Sang pencipta mobil berbasis Amerika-Italia itu memperkenalkan rancangan konsep SRT Tomahawk VGT. Penampilannya cantik dan furistik, dijanjikan menyimpan segala macam kemampuan yang memastikannya layak jadi kendaraan roda empat kelas hypercar masa depan. Tubuhnya melengkung tajam mirip bumerang, sanggup melesat sangat cepat. Beda dari biasanya, ia memanfaatkan udara sebagai bahan bakar.

Sebelum Anda semua heboh, sekali lagi perlu diingat bahwa Tomahawk hanyalah konsep, sebuah visi hypercar di tahun 2035. Menariknya, Anda dapat menjajalnya sekarang dalam permainan Gran Turismo 6 di PlayStation 3 via update 1.20. SRT Tomahawk terdiri dari tiga buah versi: S, GTS-R, dan X. Tomahawk X sendiri mempunyai teknologi yang belum ditemukan, dan merupakan tipe tercepat di antara saudara-saudaranya.

SRT Tomahawk 02

Fiat Chrysler Tomahawk adalah monster berpenampilan anggun. Cuma tersedia satu kursi, di mana roda belakang dipersenjatai mesin V-10 tujuh-liter 2.168 tenaga kuda serta drive pneumatic bertekanan udara di depan. Ketika keduanya dijumlahkan, Anda memperoleh tenaga 2.590 horse power, membawa pengendara menyentuh kecepatan 650 kilometer per jam. Di level itu, kita diwajibkan mengenakan pakaian G-suit khusus.

Info menarik: Toyota Berencana Memakai Platform Connected Car Milik Ford, SmartDeviceLink

Tubuh diracik supaya aerodimanis, ramping di bagian samping ditambah sisi lekukan berlubang yang mengarah ke ventilasi belakang. Desain ini dimaksudkan agar kombinasi tekanan ke bawah, daya seret, serta yaw tersaji seimbang. Dan dengan mengusung komposisi material karbon berserat nano dan micro-lattice graphene, SRT Tomahawk cuma berbobot 752 kilogram.

Lalu apa maksudnya bertenaga udara? Hal itu terkait sistem kendali pneumatic. Udara bertekanan dipakai buat menyesuaikan sembilan panel aerodinamis untuk meningkatkan traksi, rem dan performa tikungan. Kecanggihannya tidak berhenti di sana, terdapat pemindai laser, gunanya ialah menganalisis jalan di depan mobil. Lewat teknologi pneumatic, pengemudi juga bisa mengakses tekanan ban, setting per, sudut kemiringan, hingga meniup angin ke dalam baju G-suit.

Tangki udara dan selang diintegrasikan dalam konstruksi chassis. Konten diisi secara otomatis lewat tenaga berlebih yang dikeluarkan mesin V-10 dan output daya saat Tomahawk tergelincir di lintasan.

Masih terdengar terlalu fiksi ilmiah? Semoga saja tim teknisi Street & Racing Technology Fiat Chrysler mampu merealisasikan ide radikal mereka dua dekade lagi.

Via Gizmag & Daily Mail. Sumber tambahan: Gran-Turismo.com.

Previous Story

Jongla Messenger Luncurkan Fitur Baru Untuk Tetap di Jalur Kompetisi

Next Story

Odin: Pasar Cloud UKM Indonesia Tahun Ini Capai 15 Triliun Rupiah

Latest from Blog

Don't Miss

Pengguna X Premium Kini Bisa Gunakan Grok AI

Secara global, Elon Musk mengumumkan peluncuran Grok 1.5 pada akhir
Twitter X

Setelah Twitter Ganti Nama, Merek Dagang “X” Ternyata Dipegang oleh Meta

Pada 23 Juli 2023, Elon Musk secara terbuka mengumumkan perubahan