Opini 

Berkunjung ke desaVIRTUAL

Berkunjung ke desaVIRTUAL

Posted by
Yoga Nandiwardhana

January 31, 2010

desavirtualhomeKonsep online shopping mungkin sudah berumur sama tuanya dengan modem Robotics 14.4k gue, tapi bukan berarti para pelakunya udah jenuh. Khususnya di dunia lokal, geliat membuka toko di internet masih terus terlihat. Salah satu yang tampaknya mau ikutan dan berusaha membawa konsep segar adalah desaVIRTUAL.

Sedikit pendahuluan bahwa sepertinya situs ini belum selesai dikembangkan, tapi karena aksesnya sudah dibuka untuk umum, kita coba-coba aja berkunjung.

Pada halaman mukanya kita disodori sebuah gambar bukit kartun yang berisikan desa-desa. Visualisasi yang menarik, dan ditambah bumbu kalau kita datang siang hari, maka latar belakangnya pun akan jadi siang, dan sebaliknya kalau malam hari.

Ada tujuh desa yang bisa dikunjungi: Fashion Village, Digital Village, Food Village, Electronic Village, Game Village, Sport Village, Miscellaneous Village. Entah apa yang membuat desa-desanya bernama Inggris padahal nama site-nya udah bener desaVIRTUAL.

Ngintip sedikit dari halaman About mereka:

..DesaVirtual.com provides an amazing online platform for consumers, enabling multiple browsing options, an integrated shopping basket and checkout (on the mall itself only) and creating an experience that would otherwise be out of reach for individual stores.

… Anyone that shops on desavirtual.com will automatically accumulate token that will be able to redeemed for any downloading content you choose from our digital village

Lagi-lagi berbahasa Inggris, jadi kalau gue ngga salah tangkep berarti mereka nyediain semacam mal virtual yang berisikan berbagai merchant, baik yang berjualan barang nyata maupun digital.

Tapi begitu scroll layar ke bawah, ada penjelasan “How to use desaVIRTUAL,” yang menjelaskan bagaimana cara posting di stream dan mengirim pesan ke pengguna lainnya. Hmm jadi sepertinya desaVIRTUAL ingin menggabungkan konsep online shopping dengan jejaring sosial? Bukan hal yang baru, tapi uniknya mereka mengambil sudut terbalik. Kalau biasanya toko-toko online muncul dari dalam jejaring sosial seperti Multiply dan Facebook, ini (sepertinya) mengharapkan pertemanan akan muncul dari hasil nongkrong-nongkrong di toko-toko online. Terlepas dari akan berhasil atau tidak, ini satu usaha yang patut dicoba. Cara-cara postingnya pun sangat familiar, kalau ngga mau dibilang persis sama dengan Twitter. Setidaknya penggunanya jadi ngga harus belajar banyak lagi kan.

Masuk ke beberapa desa, yang paling banyak muncul adalah papan pengumuman “For Rent.” Ada beberapa yang sudah ada merchant dan item yang dijual, tapi ngga ada keterangan harga maupun cara beli-nya. Sepertinya sih mereka bakal punya mata uang sendiri berupa token yang bisa dibeli (hasil nemu dari link “demo”)

desavirtualMusicpayment

Dari logonya disebutkan bahwa desaVIRTUAL saat ini masih dalam tahap beta. Tapi kalau ngeliat dalemnya sih, kayaknya lebih cocok versi alpha. Banyak desa-desa yang isinya masih kosong, begitu juga dengan tautan FAQ, Terms, dan Privacy yang masih belum nyambung ke halaman manapun. Herannya pendaftaran anggota-nya dibiarkan terbuka aja. Jadilah banyak orang yang udah mendaftar dan meninggalkan jejak kebingungan mereka.

desavirtualorangbingung

Yasudlah, kita tunggu aja dulu bakal dibawa ke mana desa yang satu ini. Sisi visual yang ditawarin udah menarik, begitu juga konsep pengelompokan “desa”-nya, walaupun bukan sepenuhnya konsep baru. Sepertinya untuk sukses mereka harus bisa menggaet merchant-merchant yang oke dan harus fasih berinteraksi di jejaring sosial. Selebihnya gue masih belum nangkep faktor lain yang bisa menggaet pengunjung dateng. Jadi, halo, kalau anda adalah “kepala desa” ini, boleh dong di-share ceritanya :)

 



Discussions

Advertisement

Advertise with us!

  

 


Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×