• Tip: Opinions and analysis in English by our editor Aulia Masna. Read it here

Berita 

Apakah Google Wave Layak Mendapatkan Kesempatan Kedua?

Apakah Google Wave Layak Mendapatkan Kesempatan Kedua?

Posted by
Wiku Baskoro

May 20, 2010

Google mengumumkan bahwa kini Google Wave telah tersedia untuk semua orang, anda bisa menggunakannya tanpa undangan khusus (seperti sebelumnya), cukup sign ini di wave.google.com dan anda telah bisa menikmati produk dari Google ini, yang diluncurkan untuk kalangan terbatas (invote only) tahun lalu.

Google Wave kini masuk dalam bagian dari berbagai aplikasi yang ada di Google Labs. Perkembangan ini merupakan salah satu dari sekian banyak pengumuman lain dari Google yang mereka umumkan di Google I/O, konferensi developer terbesar mereka.

Dengan peluncuran ‘babak dua’ ini, ada beberapa hal baru yang bisa dinikmati oleh user dan developer. Beberapa diantaranya antara lain, kemudahan untuk menggunakan Wave, yang kini tanpa undangan khusus, kemudahan integrasi Wave bagi mereka yang menggunakan Google Apps, baik itu kalangan bisnis, sekolah atau organisasi, serta beberapa perbaikan dari Wave API termasuk semakin banyaknya ‘Google Wave’s code’ yang di-opensource-kan sehingga para developer bisa membangun layanan Wave mereka sendiri.

Selain itu ada Google mengatakan bahwa kini Wave bisa digunakan dengan lebih stabil dan lebih cepat serta diusahakan lebih mudah untuk digunakan, kemudahan yang ditawarkan seperti memungkinkan anda mendapat notifikasi lewat e-mail jika ada perubahan dari Wave anda, kemudahan navigasi untuk membaca bagian dari Wave, menghilangkan partisipan, penambahan pilihan ‘permission management’, serta perubahan di bagian ‘extensions gallery’ yang kini lebih mudah untuk melihat, memilih, mencoba extension yang tersedia.

Sejak kemunculannya, Google Wave memang mencuri perhatian publik, meski tidak terlalu banyak diadopsi oleh user, hanya sekitar satu juta pengguna aktif, tapi bayangan tentang cara kerja masa depan yang bertumpu pada kerja kolaborasi realtime dalam satu aplikasi yang kaya akan fitur, memang menjadi sebuah impian masa depan.

Saya sendiri menjadi salah satu user yang masuk dalam antusiasme berlebihan (pada waktu itu) ketika Wave muncul pertama kali, sempat menunggu dengan sangat invitation mereka, setelah mendapatkannya, begitu antusias untuk mencoba dan mengundang teman-teman saya untuk juga ikut mencoba dan melakukan semacam test kolaborasi, namun pada akhirnya, pertanyaan “so what?” malah membuat saya menyimpan aplikasi ini dan tidak menggunakannya lagi.

Salah satu faktor yang menghambat adaptasi Wave bisa jadi karena cara kerja kolaborasi memang belum terlalu dibutuhkan, setidaknya di tingkat lokal. Antusiasme juga terbangun oleh beberapa fitur yang nampak keren, namun pada pelaksanaannya fitur-fitur ini belum bisa digunakan karena masih dalam taraf perkembangan atau diberi label ‘coming soon’.

Namun kini, sepertinya kita memang harus memberi kesempatan kedua bagi Google Wave, saya mencobanya kembali, setelah sekian lama, dan penggunaannya terasa lebih cepat, jika dulu untuk login saja membutuhkan waktu lama, kini tidak lagi, extension yang menjadi bagian utama yang paling menarik, juga mengalami perbaikan, dari segi penempatan serta proses pemilihannya yang lebih baik, serta jumlahnya yang bertambah, salah satu extension yang akan menjadi favorit saya adalah ConceptDraw MindWave.

Untuk memanggil kembali user yang ‘meninggalkan’ Wave, Google juga memberikan banyak contoh pada blog mereka dari kerja kolaborasi yang digunakan di berbagai bidang, termasuk penggunaan cara kerja jurnalisme baru yang digunakan Mashable dalam melakukan wawancara serta banyak contoh lain, yang mungkin bisa membuat anda berpikir kembali untuk menggunakan Google Wave.

Anda bisa membaca pengumuman lengkap tentang Google Wave ‘baru’ ini di sini, kemudian untuk fitur baru extension gallery di sini, kemudian untuk anda para developer yang tertarik dengan Wave API, anda bisa membaca pengumuman lengkap serta perkembangan terbaru dari API mereka di sini.

Saya sendiri langsung tertarik untuk mencoba kembali Wave ‘babak dua’ ini, meskipun pertanyaan lanjutan muncul di kepala saya: “dengan siapa saya harus melakukan kerja kolaborasi?” Karena Wave adalah tentang kerja kolaborasi, dan pertanyaan tentang sistem kerja di sini yang mendukung kerja kolabiras kolaborasi penuh masih tetap relevan karena aplikasi ini akan berguna jika sistem kerja kita pun telah mendukung penuh kerja kolaborasi.

Bagaimana dengan anda, apakah Google Wave layak mendapatkan kesempatan kedua? Atau anda sudah terlalu malas untuk menggunakannya karena kecewa dengan gegap gempita yang hanya ada pada awal kemunculan Google Wave? Mari share pendapat anda pada kolom komentar.

 

Terbaru di DailySocial



Discussions

Advertisement

Advertise with us!

  

 



Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×