Kaskus sebagai online forum terbesar di Indonesia memang memiliki traffic yang luar biasa besar. Danny Wirianto, Chief Marketing Officer Kaskus bahkan mengklaim pageviews Kaskus hingga (koreksi) 450 juta halaman Kaskus diakses tiap bulannya.
Traffic yang sangat besar dan basis pengguna yang lebih dari satu juta ini tentu menjadi sebuah sasaran empuk yang bisa menjadi target monetisasi Kaskus. Meskipun di sisi lain bisa juga menjadi beban bagi staff Kaskus, masa sih tidak mampu mendatangkan uang dengan traffic dan user yang sebegitu besarnya?
Sampai akhirnya baru-baru ini Kaskus mulai diisi dengan unit iklan di sela-sela komentar di setiap thread dengan menampilkan banner ad dan juga Google AdSense. Sepertinya sih Google AdSense ini hanya bersifat mengisi kekosongan banner saja, meskipun tidak dipungkiri dapat menghasilkan uang receh yang lumayan untuk Kaskus.

Namun Google AdSense merupakan sebuah platform iklan yang menurut saya kurang bersahabat dengan publisher lokal. Kalau anda perhatikan, hampir semua isinya berkaitan dengan bisnis internet cepat kaya dan iklan-iklan lain yang sepertinya kurang relevand dengan konten Kaskus yang begitu kaya. Memang isi iklan dari Google AdSense ini tidak bisa dikontrol oleh publisher, sebuah resiko yang harus diambil demi uang receh.
Menurut anda sendiri bagaimana? Apakah sebaiknya Kaskus mencari metode lain untuk mengisi kekosongan slot iklan ini? Atau metode ini sudah tepat untuk Kaskus dengan mengabaikan relevansi konten iklan? Kami tunggu pendapatnya di kolom komentar.

