Posts in Analisis

Analisis  Opini 

[Guest Post] Usability

Artikel tentang User Experience (UX) ini ditulis oleh Qonita Shahab, peneliti UX yang pernah bekerja di bidang TI. Ketertarikannya akan musik dan fotografi membantunya dalam mendesain prototipe sistem interaktif. Sejak mulai melakukan penelitian di bidang teknologi persuasif, Qonita belajar banyak tentang psikologi sosial dan penggunaan komunal atas teknologi. Anda bisa follow akun Twitter-nya di @uxqonita.

Kemarin adalah World Usability Day, yang diperingati setiap hari Kamis kedua di bulan November. Menariknya, saya menemukan artikel Rama Mamuaya di Dailysocial tentang UI/UX yang sebetulnya membahas tentang Usability. Usability adalah kegunaan, bagaimana suatu produk bisa berguna, dan dapat dengan mudah (dan baik) dipergunakan. Lalu UI dan UX itu apa?

Sejak menulis tentang UX untuk Dailysocial, saya belum pernah dapat permintaan khusus atau pertanyaan tentang apakah yang menjadi masalah dalam bidang UX di kalangan tech-startup Indonesia. Sehingga, saya memulai dengan menulis perkenalan tentang UX untuk menjabarkan bahwa UX itu sangat luas, dan bisa diuraikan satu persatu bidang-bidang pendukungnya.

More → →

Analisis  Opini 

Indonesia Masih Dalam Tahap Awal di Industri Internet

Whitepaper dari Nielsen tentang Konsumen Digital di Asia tenggara yang kami bahas kemarin menyatakan bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia adalah 21%, tumbuh 20% per tahun. Rama membandingkan hal ini dengan Singapura dengan penetrasi internet sebesar 67% yang membuat tingkat adopsi di Indonesia terlihat sangat rendah, namun coba pertimbangkan pula faktor lain seperti jumlah penduduk antara kedua negara serta perbedaan geografis.

Penduduk di Indonesia telah mencapai 237.6 juta orang pada 2010 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1%. Pada tahun 2015 populasi penduduk akan berada di sekitar angka 249 juta. Perlu diingat bahwa sejak 1970, tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia perlahan menurun dari 2,5% menjadi 1%. Sejak tahun 2005, laju pertumbuhan melambat sebanyak 0,2%. Bahwa tingkat adopsi 21% pada 2011 berarti ada lebih dari 50 juta individu yang terhubung dengan internet di Indonesia. Tentu saja, jumlah ini tergantung dari jumlah populasi yang digunakan sebagai referensi, saya menggunakan data publik Google untuk analisis ini.

More → →

Analisis  Opini 

Pengguna Memang dan Harus Mengeluh

Artikel berseri tentang User Experience (UX) ini ditulis oleh Qonita Shahab, peneliti UX yang pernah bekerja di bidang TI. Ketertarikannya akan musik dan fotografi membantunya dalam mendesain prototipe sistem interaktif. Sejak mulai melakukan penelitian di bidang teknologi persuasif, Qonita belajar banyak tentang psikologi sosial dan penggunaan komunal atas teknologi. Anda bisa follow akun Twitter-nya di @uxqonita.

Pernahkah Anda mendengar tentang seruan seperti ini, “Stop complaining about Facebook’s changes, it’s free for God sake!”? Apakah Anda pernah dicap sebagai tukang mengeluh hanya dengan berbicara tentang hal ini? Saya ada di antara mereka yang berbicara tentang itu, tapi saya tidak peduli dengan label tukang keluh. Lagi pula, apa yang saya lakukan adalah memberi mereka (Facebook) masukan yang berharga.

Selain itu, saya juga tidak setuju kalau Facebook adalah sebuah layanan gratis. Tentu saja secara finansial kita tidak membayar apapun ke Facebook, namun pendekatan ini telah dijalankan secara praktis dalam waktu yang terlalu lama: memberikan akses gratis ke produk (sebagian dari produk tersebut) untuk memperkecil hambatan bagi pengguna dalam mengadopsi produk. Kita mungkin bertanya-tanya, sampai kapan Facebook tetap menjadi layanan gratis? Akankah di masa depan Facebook tiba-tiba menerapkan biaya atas layanan mereka?

More → →

Analisis  Berita  Opini 

Strategi Nokia Indonesia Untuk Adopsi NFC di Indonesia

Irwan Hermawan Product Manager Nokia Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya menuliskan sebuah artikel seputar tema aplikasi NFC dan hubungannya dengan adopsi atas aplikasi ini. Tulisan tersebut muncul salah satunya diakarenakan perkenalan handset baru dari Nokia yang mendukung Near Field Communication – NFC (Nokia 600 dan 700) serta munculnya dua aplikasi lokal yang memaksimalkan NFC (Menoo! Tap Tap dan Smash Mania).

Hari Senin kemarin saya diundang oleh Nokia Indonesia untuk hadir dalam media briefing sebagai perkenalan handset terbaru ini, Nokia 700 dan Nokia 600. Saya tidak akan membahas gadget-nya, namun saya lebih tertarik dengan pengembangan aplikasi serta strategi apa yang akan Nokia lakukan untuk mempopulerkan teknologi NFC yang ada di ponsel pada pengguna Indonesia.

NFC di ponsel memang tidak hanya tersedia di Nokia, namun dari sisi dukungan atas aplikasi lokal – Indonesia bisa jadi Nokia paling dominan. Teknologi NFC di Nokia juga sudah cukup lama tersedia, setidaknya sejak 2006, namun untuk Indonesia, pasarnya bisa saja baru mulai menggeliat.

Berikut beberapa poin yang saya dapatkan dari hasil bertanya dan mendengarkan penjelasan Irwan Hermawan – Product Manager dan Narenda Wicaksono – Developer Manager dari Nokia Indonesia.

More → →

Analisis  Berita 

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Dengan Subscriber 3G Terbesar

Sebuah riset yang diadakan oleh KPCB, menyatakan bahwa Indonesia masuk ke dalam top 10 negara dengan pelanggan 3G terbesar di dunia, bahkan Indonesia ada di peringkat 10 diapit oleh Brazil dan Polandia. Daftar ini masih didominasi oleh AS di peringkat pertama dan juga Jepang di peringkat kedua, masing-masing dengan 179 juta dan 117 juta pelanggan.

Indonesia berada di peringkat 10 dengan 27 juta pelanggan, diapit oleh Brazil dengan 28 juta dan Polandia 26 juta pelanggan. Namun bukan hanya itu, tiap tahunnya jumlah pelanggan 3G di Indonesia bertumbuh sebesar 40% dan masih jauh kalah dibandingkan India dengan lebih dari 1000%, China dengan 172%, Turki dengan lebih dari 100% dan Brazil dengan 79%. Sebuah fakta yang menarik bahwa ternyata pertumbuhan di Indonesia tidak terlalu besar dibandingkan dengan negara lain meskipun baru sekitar 12% dari populasi kita yang tersambung ke jaringan 3G.

More → →

Analisis  Berita 

Nexian Capai 10 Juta Pelanggan, Terus Dorong Adopsi Android di Indonesia

Sejak didirikan tahun 2006 lalu, Nexian memang telah memantapkan diri sebagai vendor handphone lokal di pasar low-end dan bahkan telah mengklaim 25% pangsa pasar telepon genggam di Indonesia. Minggu lalu, perusahaan yang belum lama diakuisisi oleh Spice ini mengumumkan tercapainya 10 juta pelanggan, menjadikannya vendor handphone lokal terbesar di Indonesia.

Kalau kita lihat brand activation dan kampanye produk-produk Nexian, terlihat jelas bahwa Nexian adalah salah satu yang mendorong masuknya platform mobile Android ke Indonesia melalui produk harga rendah-menengah. Produk-produk Android dari Nexian ada yang dibawah 1 juta rupiah sampai hampir 3 juta rupiah, dan dengan range harga yang lumayan variatif ini lumayan memberikan dorongan signifikan bagi Android di Indonesia.

More → →

  

Cool Jobs

See pricing plan & benefits

Publish »

Terms & Condition

×