
- Muhammad Fuad
- Ary Wibowo
- http://twitter.com/iyanmolen Iyan molen
- http://andresiregar.com/ Andre Siregar
- http://akhyar.web.id Akhyar
- http://www.teknojurnal.com/ Firman Nugraha
- http://twitter.com/astronotbumi Raditya Mahendrata
- Kemtol_metal
- http://www.teknojurnal.com/ Firman Nugraha
- errithethird
- Ariantofedri
- http://www.forexoval.com Hanif Azwar
- http://twitter.com/pebaryan Peb Ruswono Aryan
- Agus
- Anonymous
- Selina
- http://oknoorap.com OknooRap
- http://www.adheaven.com Natali Ardianto
- Agus
- http://twitter.com/hadigunawan Hadi Gunawan
- http://akhyar.web.id Akhyar
- Anonymous
- Arieditya
- http://dailysocial.net/2010/08/19/aplikasi-urbanesia-kini-tersedia-di-android-market-dan-ponsel-nexian/ Aplikasi Urbanesia Kini Tersedia di Android Market dan Ponsel Nexian | DailySocial










Koprol vs Urbanesia? (Updated)
Sepertinya pihak dari Yahoo! sedikit kecewa karena sebelumnya Nexian telah melakukan deal untuk aplikasi Location Based Service dengan Koprol dan keberadaan Urbanesia tentu akan menjadi halangan tersendiri. Keduanya memang secara tidak langsung sedang mengincar pasar yang sama, dan sayangnya fitur dari kedua layanan tersebut yang sekarang makin mirip. Beberapa waktu lalu Koprol merilis fitur Kurator dimana segelintir pengguna dimampukan untuk memoderasi tambahan venue dari user, sedangkan Urbanesia juga telah memiliki fitur tersebut sejak lama. Tampaknya, kedua startup tersebut bersaing di area venue dan reviews, dimana sepertinya user tidak akan memasukkan venue/reviews di kedua layanan tersebut. Mereka akan memilih salah satu.
Sebelumnya Koprol dan Urbanesia sempat menjalin partnership di bidang ini, dimana review dari user Koprol di sebuah venue tertentu akan muncul di halaman venue tersebut di website Urbanesia. Nampaknya partnership ini-pun telah berakhir dan tidak dilanjutkan oleh kedua belah pihak.
Kalau dilihat secara sekilas oleh pengguna, kedua layanan tersebut memang berbeda. Koprol menawarkan interaktivitas dan kegiatan bersosialisasi, sedangkan Urbanesia lebih berupa direktori tempat. Namun Koprol juga harus memperbanyak database venue di layanannya secara organik dan user generated, sedangkan Urbanesia juga harus menambah fitur sosial agar penggunanya betah berada di situsnya. That’s where things get ugly.
Terlepas dari deal antara Koprol-Nexian dan Nexian-Urbanesia, saya pikir kedua startup tersebut bisa hidup berdampingan dengan damai sejahtera di handset Nexian kalau saja keduanya bisa fokus ke core layanan masing2. Koprol dengan social networkingnya dan Urbanesia dengan venues and reviewsnya, tapi sepertinya “persaingan”nya akan jadi makin menarik.
Bagaimana menurut anda, Koprol? Urbanesia? Ditunggu komentarnya dibawah.
UPDATE from Selina Limman (CEO Urbanesia)
Baca juga: