
- http://andresiregar.com/ Andre Siregar
- rampok
- http://www.google.com/profiles/samosir.alisyah Alisyah
- http://www.google.com/profiles/mhaidarhanif MH2
- http://twitter.com/iqranegara iqranegara
- http://twitter.com/rreno Reno Raditya
- http://twitter.com/nengratna nengratna
- http://hendrop06.student.ipb.ac.id ndrew
- gilang
- http://twitter.com/feriyunus Feri
- Jdc_22002
- Info
- Info
- http://twitter.com/deetopia dyah p. rinni










Jamess, E-Reader Buatan Lokal Pertama Di Indonesia
Dengan dirilisnya Apple iBooks, pertama di iPad dan yang terakhir di iPhone 4, sepertinya bisa kita pastikan bahwa industri eBook, dan secara otomatis – eReader, sudah mencapai tingkat kemapanan yang stabil. Tentunya Apple bukan perusahaan pertama yang menjual eBook dan eReader ini. Sony bisa dibilang yang merintis pertama kali dengan Sony Reader-nya, walaupun karena harganya yang mahal sekali waktu itu, Sony Reader bisa dikategorikan sebagai barang mewah. Jarang sekali orang yang beli, akhirnya terbengkalai. Bisnis eBook jadi mandeg .. untuk sementara.
Kemudian datang Amazon dengan Kindle-nya. Spesialis buku ini, tidak heran kalau jualan eBook, menggebrak industri eBook dengan menjual eReader dengan harga yang ‘terjangkau‘ oleh konsumer, dan dengan sokongan bisnis bukunya, Amazon berhasil maju dengan bisnisnya (lebih baik dari Sony).
Sampai tentunya Apple mengeluarkan iPad. IPad selain diposisikan sebagai alat Web/Internet dan Entertainment, juga dikhususkan sebagai eBook Reader, bersamaan dengan dirilisnya iBooks App (aplikasi eBook Store). Kebanyakan orang yang sudah memegang dan bermain dengan iPad bilang bahwa membaca (apapun itu) dengan menggunakan iPad adalah pengalaman yang ‘indah‘ dan ‘tak terlupakan‘. Khusus untuk membaca eBook, saya sebenarnya agak skeptik, karena, berbeda dengan Sony Reader dan Kindle yang memakai teknologi eInk (gampang di mata), iPad masih memakai teknologi LCD, seperti monitor komputer atau laptop kita yang biasa. Coba bayangkan baca seperti itu selama berjam-jam.
Lalu bagaimana dengan produk lokal? Tahun ini DailySocial memonitor dua Startup lokal yang, satu menjual eBook komersial (Papataka), dan yang kedua menjual eBook buatan sendiri (Evolitera). Keduanya kelihatan sudah berkembang sedikit demi sedikit.
Bagaimana dengan eReader-nya? Seperti yang ditulis oleh Kompas kemaren, satu vendor lokal ingin mencoba menjadi perintis yang pertama di Indonesia. PT Telesindo Shop memperkenalkan ‘Jamess‘, eReader lokal yang pertama. Rencananya mereka akan merilis eReader ini pada bulan Agustus mendatang, dengan harga sekitar Rp. 2 juta. Sebagai perbandingan, Kindle dijual dengan harga $189 (sekitar Rp. 1.7 juta).
Spesikasi dari eReader ini, diantara lain; memakai eInk dan bisa membaca PDF, Word dan Excel. Saya tidak membaca adanya dukungan untuk format ePub yang banyak dipakai kebanyakan vendor eBook. Selain untuk membaca, Jamess juga bisa dipakai untuk menelpon seseorang (pasti dengan memakai sim-card). Slot memori berkapasitas sampai 8GB (micro-SD), dan layarnya hitam-putih. Walaupun bisa untuk browsing Internet, tapi sayangnya tidak bisa dipakai untuk membuka Facebook dan Twitter.
Mengutip pernyataan dari David Tirtawijaya, Retail Director PT Telesindo Shop, yang diwawancarai Kompas, mengatakan:
Saya punya perasaan bahwa Jamess ini akan punya nasib seperti Sony Reader yang paling pertama dulu. Pertanyaannya adalah, apakah masyarakat konsumer Indonesia sudah siap untuk ini?
Mungkin setelah peluncurannya kita bisa cek lagi keberhasilannya.
Bagaimana menurut anda, beli yang ini, atau lebih memilih Kindle, atau bahkan iPad/iPhone?
Ngomong-ngomong … ‘Jamess’?? Really?? Nggak ada nama laen apa?
Baca juga: