
- http://twitter.com/MissDimps selina limman
- http://twitter.com/fajarendranusa Fajar Endra Nusa
- http://wallpaper4blackberry.blogspot.com Ricarecare
- http://twitter.com/novpratama Novrizal Pratama
- Bela M
- William Tanuwijaya
- rampok
- http://twitter.com/OrangeMood Andy Santoso
- http://twitter.com/AswinUtomo Aswin Tanu Utomo
- http://andresiregar.com/ Andre Siregar
- http://www.coach-style.com coachhandbags1006
- http://dailysocial.net/2010/08/19/ulang-tahun-pertama-tokopedia-tinggalkan-versi-beta-lucurkan-versi-mobile/ Ulang Tahun Pertama Tokopedia: Tinggalkan Versi Beta, Lucurkan Versi Mobile | DailySocial











Fundraising: Pit Stop Strategy ala Tokopedia
Malam ini di acara #startuplokal, saat mendapatkan pertanyaan dari Rama soal keberhasilan Tokopedia mendapatkan investor, dan apa tips-tips yang bisa dibagi?, rasanya terlalu banyak informasi yang simpang-siur dalam kepala saya yang menjadikan saya agak bingung bagaimana menjawab pertanyaan tersebut dengan terstruktur. Disamping itu saya juga ingat ada hutang lama untuk janji guest-post di dailysocial, dan mungkin inilah saatnya hutang itu mulai dibayar. Berikut contekan jawabannya soal mengapa Tokopedia membutuhkan investor dan bagaimana strategi fundraising ala Tokopedia?
What is your Goal?
Saya sangat yakin tujuan utama para co-founders ketika mendirikan startup mereka bukanlah untuk mendapatkan investor, fundraising, atau bahkan diakuisisi. Tujuan utama mereka seharusnya adalah agar startup mereka terus berkembang! (dan bila perlu satu hari nanti menguasai dunia).
Dalam mencapai tujuan utama ini lah yang jalannya bisa berbeda satu sama-lain. Ada yang memilih self-funding / bootstrapping, ada juga yang butuh proses fundraising / mencari investor. Bootstrapping punya kelebihan dimana Anda bisa menguasai 100% equity, sementara fundraising berarti Anda harus berbagi; tapi ingat ini berlaku juga untuk resiko yang ditanggung. Cukup adil bukan?
It’s a Marathon, Not a Sprint
Yang pernah ketemu saya di FreSH atau di #startuplokal, mungkin sudah bosan dengan kalimat satu ini. Tapi memang begitulah kenyataannya. Percuma jika startup yang dibangun punya potensi yang luar biasa, tapi kehabisan nafas di tengah jalan dan harus bubar. Jika pilihannya adalah bootstrapping, pastikan dana pribadi yang dikucurkan mencukupi hingga monetize plan nya berjalan dengan baik dan bisa menghidupi diri sendiri. Jika pilihannya adalah fundraising bertahap, pastikan juga untuk melakukan pitching ke round berikutnya sebelum dana yang tersedia habis. Pintar-pintar lah mengatur nafas, karena bukan seberapa cepat yang sanggup berlari sejak peluit Start dibunyikan, tetapi seberapa kuat determinasi sepanjang perlombaan yang nantinya menentukan siapa pemenangnya.
Pit Stop Strategy
Tokopedia memilih strategi fundraising bertahap, yang mana menurut saya bisa dianalogikan sebagai lomba F1, dimana butuh strategi pit-stop yang baik untuk menuju garis finish perlombaan.
Setiap stage funding yang dilalui, setiap offer VC yang diterima adalah proses pit-stop. Terlalu banyak masuk pit-stop tidak akan bagus hasilnya, tetapi nekad tidak masuk pit-stop juga bisa berarti bunuh diri.
Timing (kapan menerima VC?), pemilihan ban (VC mana yang dipilih?), jumlah bahan bakar yang diisi (berapa besar dana yang di raise?) lewat setiap pit stop juga akan sangat menentukan.
Luck is when preparation meets opportunity
Demikian quote Batara Eto yang saya pakai di blog Tokopedia. Saya percaya, tidak ada jawaban pasti soal bagaimana kiat sukses mendapatkan investor; tidak berhenti melakukan preparation, menurut saya adalah jawaban yang terbukti berhasil.
Sejauh ini, Tokopedia sudah mendapatkan 2x funding, market respond terhadap produk pun sangat baik lewat 3 Milyar Rupiah transaksi yang telah terjadi dalam kurang dari 10 bulan beroperasi, tawaran VC untuk tahapan berikutnya pun mulai berdatangan dari berbagai negara.
Sekilas semuanya adalah berita baik, tapi sebenarnya dalam proses nya, penolakan dan kegagalan yang dialami tim Tokopedia jauh lebih banyak dibanding yang berhasil. Satu hal yang pasti, setiap kegagalan yang Tokopedia alami, adalah proses pembelajaran untuk melakukan persiapan (preparation) yang lebih matang, agar ketika peluang (opportunity) berikutnya datang, peluang itu bisa diubah menjadi keberhasilan (luck).
I’ll do it my way!
Saya setuju sekali dengan komentar Satya Witoelar saat koprol diakuisisi oleh Yahoo (saya lupa baca dimana), bahwa setiap startup pasti punya cara dan strategi yang berbeda. Keputusan koprol diakuisi oleh Yahoo, keputusan Tokopedia dan Urbanesia menerima investasi dari East Ventures diambil oleh para co-founders startup tersebut dengan pertimbangan dan strategi mereka masing-masing.
Saya juga percaya, success story si A belum tentu efektif dan berlaku untuk si B. Jadi, setelah baca artikel ini, lupakan semua yang ada di artikel ini. Banyak-banyaklah membaca, mendengar masukan maupun nasehat dari orang lain, tapi ikuti intuisi, insting dirimu sendiri dalam mengambil keputusan.
Jika ada satu-satunya orang yang paling tahu apa yang terbaik buat startup yang kamu bangun, orang itu adalah dirimu sendiri. So, sah-sah saja jika kamu berkata “This is my startup, I’ll do it my way!”
ps: foto-foto dari acara startupmeetup/techcrunch meetup semalam bisa dilihat di Flickr saya, photo taken by Andreas Fendri.
Baca juga: