• firewalker06

    Hahaha, iya, gw juga mesti jadi “dumb fucks” selama belum ada Social Media lain yg bisa menjalin koneksi dengan temen-temen gw yang udah 10 tahun ga pernah ketemu.

  • http://fikrirasyid.com Fikri Rasyid

    Wait until so-called “diaspora” come out and beat facebook?

    What do you think?

  • http://twitter.com/oDian Dian Ara

    Mas Rama, mau nanya:

    1. User info data itu kan diminta hampir semua site yang mengharuskan kita login. Bukan cuma FB kan ya. Saya gak paham kenapa yang di FB bisa berbahaya bagi user, sementara site lain tidak (atau saya keliru nangkep pesan di post ini?). Minta penjelasan lebih lanjut dong.
    2. Soal “konten jadi milik Facebook,” harusnya gak boleh gitu ya? Di site lain juga?
    3. Ada gak hukum internet (kaya license itu lho) yang mengatur soal privacy dan user info data?
    4. Bukannya account FB gak bisa dihapus ya? Cuma bisa deactivated setahu saya, dan sewaktu-waktu bisa di-reactivated. Dulu pernah coba pas masih main game, semua data nggak kehapus lho.
    4. Minta saran solutif dong, kalau inaktifkan account FB, untuk freelancer seperti saya ini, networking sebaiknya di mana? Karena setahu saya Linkedin sudah tidak seheboh dulu, Twitter pun masih kalah dari FB (berdasar jumlah pengguna).

    Maaf nanya banyak. Saya juga, tadinya kan daftar FB buat main game, trus buat networking. Sekarang gak yakin lagi, tapi mau hapus juga… Orang-orang masih pada pakai FB.

  • rampok

    Soal info login sih wajar, cuma soal konten yang kita upload : foto, notes, video, status itu secara legal jadi milik Facebook. Nah karena secara “legal” jadi milik Facebook, dia jadi berhak memberikan data-data sensitif kita ke para advertiser yang membayar Facebook untuk iklan.

    Saya pribadi sih berfikir kalau data-data pribadi (info, pekerjaan, umur, keluarga) itu kan sensitif sekali ya, nggak etis banget kalau dijual sama Facebook meskipun kita pake Facebook juga gratis.

    Solusinya untuk saya pribadi : i will stop uploading sensitif info to Facebook. Saya nggak akan upload foto dan video kesana, mending ke Flickr or YouTube. Soal networking, selama belum muncul yang baru ya jadi sulit toh? One reason kenapa masih banyak yang bertahan meskipun sudah tahu resikonya.

  • rampok

    Diaspora is a dream. Itu cuma konsep yang di-overhype. 4 orang mahasiswa punya impian dan konsep untuk dunia internet yang lebih baik, minta duit untuk mewujudkan konsep itu dan berakhir dengan ratusan ribu dollar yang disumbangkan dari banyak pihak.

    We'll see ke depannya gimana, tapi sekarang Diaspora is just a concept and a dream. That's it.

  • rampok

    Soal info login sih wajar, cuma soal konten yang kita upload : foto, notes, video, status itu secara legal jadi milik Facebook. Nah karena secara “legal” jadi milik Facebook, dia jadi berhak memberikan data-data sensitif kita ke para advertiser yang membayar Facebook untuk iklan.

    Saya pribadi sih berfikir kalau data-data pribadi (info, pekerjaan, umur, keluarga) itu kan sensitif sekali ya, nggak etis banget kalau dijual sama Facebook meskipun kita pake Facebook juga gratis.

    Solusinya untuk saya pribadi : i will stop uploading sensitif info to Facebook. Saya nggak akan upload foto dan video kesana, mending ke Flickr or YouTube. Soal networking, selama belum muncul yang baru ya jadi sulit toh? One reason kenapa masih banyak yang bertahan meskipun sudah tahu resikonya.

  • adityawirawan

    Memang facebook ini cukup aneh menurut saya. Agak egois juga ada malahan. Lihat saja dari jumlah setting yang mencapai 50 dengan 170an opsinya. Saya quote dari bcc, http://www.bbc.co.uk/blogs/thereporters/maggies…

    <quote>A graphic by the New York Times shows just how confusing and bewildering Facebook's privacy policy is with 50 settings and 170 options.

    The paper also reveals that the policy is longer than the United States' constitution with 5,830 words</quote>

    Ini facebook adalah web 2.0 atau ingin membangun dinasti? hmm.. lihat saja kedepannya bagaimana

  • ricky

    mas rama, mau tanya juga… content berupa foto, video, notes itu manfaatnya untuk advertiser nya facebook apa aja ya mas? kalo status mungkin untuk trend topic seperti pada tweeter kali ya?

    data yang facebook berikan adalah data yang meng-klik iklan, member group brand pengiklan sajakah?

  • http://www.jauhari.net/ Jauhari

    Jadi miris sekaligus dan terkadang tidak ambil pusing hal ginian.. setidaknya sampai beberapa bulan kedepan *mengutip akhir tulisan sampean :)

  • rampok

    bener2 walled garden, mereka menyediakan option untuk memproteksi privasi dengan 50an setting meski mereka tahu bahwa pengguna tidak akan mau repot melakukannya.

  • rampok

    Saya pikir para advertiser lebih bisa mempelajari behavior target audience-nya dengan lebih baik dengan cara seperti ini, ternyata peminat produk saya rata2 di kota X, bekerja sebagai X dan memiliki X anak. Penting, tapi berbahaya.

    namun lagi-lagi, tidak dengan membeberkan data sensitif milik pengguna.

  • http://www.rockto.com mustafa kemal

    ga dulu deh kayaknya gwa mau jadi “dumb fucks” untuk beebrapa bulan ke depan. jujur saja penghasilan gwa lewat facebook 3 – 5 kali gaji first graduate. sorry to say nih gwa ga ikut2an dulu hehehe..

  • http://evolitera.com Eduardus Christmas

    Bro, jadi kalo naruh notes2 gitu jg jadi hak milik FB ya?
    Lah, mendingan nulis eBook di Evolitera dong… hak cipta tetep di author … :p

  • wikupedia

    yang pasti harus lihat Terms Of Agreement atau semacam persetujuan yang ada di FB, baca dulu dan pilah2 mana konten yang bisa diupload mana yang tidak…

    agak setuju dengan statement privacy di internet itu bias dan cenderung gak ada, sekali kita upload konten ke internet, maka privacy itu hilang, tapi sebenarnya kalau mau rajin lihat agreement yang ditawarkan oleh penyedia layanan aplikasi, kita bisa mendapatkan informasi akan seperti apa konten kita diperlakukan oleh aplikasi tersebut

    dan untuk FB, agaknya mereka memang agak 'ngaco' dengan masalah privacy ini terutama dengan memberikan data pada pengiklan, saya sendiri setuju dengan rama, pilih2 untuk konten yang akan di upload,kalo gak bisa meninggalkan FB karena pekerjaan, tok pekerjaan juga tidak terlalu membutuhkan konten dengan kadar privacy berlebihan, jangan terlalu mengekspos konten di FB, kalo emang niat mau blak-blakan di internet pilih situs yang benar2 bisa menjaga privacy, atau, ya tanggung sendiri resikonya…

  • rampok

    ROFL. Hardsell dude.. hardsell! :) )

  • http://dailysocial.net/2010/05/24/facebook-mengaku-bersalah/ Facebook Mengaku Bersalah | DailySocial

    [...] anda membaca tulisan Rama di sini menjadi salah satu artikel DailySocial yang banyak di re-tweet, selain itu melihat dari diskusi yang [...]

  • Poniman

    makanya kalo daftar apapun dibiasakan baca privacy policy dong, jangan asal next2 aja
    la kalo para pembaca DS ini aja banyak yg belom tau masalah ini, trus gimana dng anak2 SD,SMP,SMA yg banyak banget bertebaran di afcebook itu??!!

    mereka aja ga ngerti bedanya Wall sama Status…parah!!

  • http://twitter.com/ramadhanaf Ramadhan Ahmad Fajar

    Emang banyak banget ya, yang kurang peduli sama privasi. Apalagi anak-anak sekolahan seperti saya. Makanya saya jarang mengupload content pribadi di situs apapun.

  • http://dailysocial.net/2010/05/27/pengaturan-privasi-baru-di-facebook/ Pengaturan Privasi Baru di Facebook | DailySocial

    [...] dua artikel yang menjelaskan beberapa alasan untuk menghapus maupun tidak menghapus akun Facebook anda, salah satunya karena masalah privasi yang tak kunjung [...]

  • http://bob.web.id/2011/03/07/facebook-chat-kena-spam/ Facebook Chat kena Spam!? | bakazero's backstage

    [...] saya di gambar memang cocok untuk yang dua ini. Mungkin ini ada relevansinya dengan artikel lama di dailysocial.net yang baru saja saya baca karena liat judulnya yang sangat [...]


  • Our Content Partner