
- adityawirawan
- AD
- rampok
- rampok
- lynxluna
- http://andresiregar.com/ Andre Siregar
- http://andresiregar.com/ Andre Siregar
- rampok
- http://hardjono.net Hardjono
- lynxluna
- lynxluna
- http://www.evolitera.co.id Eduardus Christmas
- http://dailysocial.net/2010/05/04/heboh-super-swarm-badge-di-jakarta/ Heboh Super Swarm Badge di Jakarta | DailySocial
- sjustinc
- http://recehan.com sugiarto










Iklim Investasi Startup Web di Indonesia
Kebanyakan dari mereka cukup terkejut ketika melihat poster startup-startup Indonesia yang ternyata sudah cukup banyak. Pertanyaan yang hampir selalu keluar adalah “Yang mana yang bagus dan potensial?”. Tentu saja itu yang mereka cari, saya pun menyebut beberapa startup yang menurut pendapat pribadi saya cukup menarik meskipun belum ada yang “world changing” ataupun “disruptive”.
Beberapa dari mereka, terutama VC company asal AS, sangat tertarik untuk berinvestasi di web startup Indonesia dan hampir semua VC company tersebut memiliki kriteria yang cukup sulit. Kriteria disini bukan berarti sebuah startup harus memiliki plan ataupun ide yang super keren, melainkan capability dari para founder itu sendiri untuk mengelola ide tersebut hingga menjadi sebuah barang jadi siap jual.
Kapabilitas dan komitmen ini yang seringkali menjadi momok menakutkan bagi investor, kenapa? Karena kebanyakan founder startup lokal tidak memiliki komitmen jangka panjang. Ketika investor mulai mendalami sang founder dan startupnya, kebanyakan mengindikasikan bahwa founder sudah memiliki exit strategy yang cepat. Begitu produk jadi, langsung cari pembeli dan jual. Harus diakui, berdasarkan pembicaraan saya dengan beberapa startup lokal di Jakarta, Bandung dan Jogjakarta, hal terebut memang sering saya temui.
Building a great company is not a sprint, it’s a marathon.
Investor merasa seolah-olah hanya membeli ide saja, tanpa eksekusi berarti. Hal ini yang membuat investor banyak yang kemudian mengurungkan niat untuk berinvestasi lebih lanjut. Exit strategy memang penting dan setiap startup harus punya, namun jika exit strategy anda terlalu cepat dan pendek tentu sangatlah disayangkan.
Masalah kedua adalah dari jumlah investasi itu sendiri. Beberapa VC company luar memiliki policy internal untuk berinvestasi capital minimal 1 juta dollar. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apa ada startup lokal yang mampu dan layak menerima uang investasi 1 juta dollar? Ingat, 1 juta dollar ini harus dikembalikan berlipat ganda (atau lebih) dalam jangka waktu tertentu. It’s a huge amount of money for a local startup. Too huge.
Kendala-kendala ini memang menjadi halangan tersendiri bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Saya pun bertanya, apakah ini masalah business plan dan business model? Bukan, ini masalah ide yang disruptive, world changing dan kemampuan dari para founder untuk mengeksekusi plan tersebut. Sebuah plan bisa dirancang dengan amat rapi dan hampir tanpa cela, namun semua kembali ke tangan para founder dan shareholder yang mengeksekusi plan tersebut. Hal tersebut termasuk kemampuan teknis, manajerial, leadership dan recruitment yang flawless.
Ingin sekali dengan pendapat dari teman-teman startup maupun yang berminat investasi di web startup lokal, saya tunggu di kolom komentar.
image credit : http://boredofdictators.wordpress.com/
Baca juga: