Aha, tampaknya persaingan antar platform e-commerce baru saja naik suhunya. Setelah launching besar-besaran Plasa.com Sabtu kemarin, Tokopedia menjawab, bukan dengan adu jor-joran tapi dengan membeberkan sepuluh fitur baru yang diharap bisa memicu naiknya transaksi merchant-merchant mereka.
Untuk meningkatkan keuntungan merchant-merchantnya dan mempermudah para pembeli, Tokopedia menggelar fitur penjualan grosir serta penetapan minimum order, dan juga menyediakan paket kurir yang lebih ekonomis. Dari sisi pembayaran, kini bila ada saldo tersisa di deposito Tokopedia anda, maka saldo tersisa tersebut bisa dipakai untuk berbelanja selanjutnya.
Dari sisi teknis marketing, Tokopedia melakukan pembakuan nama domain dengan format http://namatoko.tokopedia.com, yang menurun juga ke tautan produk-produknya menjadi http://namatoko.tokopedia.com/product.pl?id-product. Dengan pembakuan tersebut toko-toko yang tidak memakai domainnya sendiri akan lebih terasa branding-nya.
Untuk memicu pertumbuhan toko-toko, Tokopedia menerapkan directory toko yang diurutkan berdasarkan volume penjualan. Selain itu diperkenalkan juga featured shop yang akan mendapat spot khusus di halaman depan maupun directory, tapi sayangnya tidak (belum?) ada ketentuan baku mengenai pemilihan featured shop ini. Kemudian Tokopedia juga mengklaim telah mengembangkan SEO mereka sehingga diharapkan halaman-halaman toko maupun produk akan sering muncul dalam hasil pencarian lewat mesin pencari.
Yang menarik ada satu update yang mungkin tidak ada hubungan secara langsung dengan profitabilitas, yaitu “penghentian dukungan terhadap browser versi lama.” Niat yang mulia dari sebuah platform e-commerce lokal untuk memperbaiki keadaan internet dunia
Dengan banyaknya fitur baru tersebut, Tokopedia saat tentu saja udah ngga bisa dianggap anak bawang lagi. Jangan lupa bahwa mereka sudah berhasil mencapai total transaksi satu milyar rupiah pada awal tahun ini, dan mendapat first round investment dari venture capital luar negeri.
Bakal seru menyimak mana yang akan tumbuh lebih besar, yang didukung oleh perusahaan raksasa tapi masih terbatuk-batuk, yang cenderung lebih siap dan dinamis, atau yang rajin menyambangi UKM untuk edukasi? Ah, kompetisi sehat memang bagus untuk kemajuan bersama!
Baca juga:
- Satu Milyar Pertama Tokopedia
- Tokopedia Terima Dana Investasi dari East Ventures
- Tokopedia Makin Populer
- Dua Fitur Baru Tumblr
- Koprol Tambahkan Fitur Baru
Sepuluh Fitur Baru Tokopedia
Untuk meningkatkan keuntungan merchant-merchantnya dan mempermudah para pembeli, Tokopedia menggelar fitur penjualan grosir serta penetapan minimum order, dan juga menyediakan paket kurir yang lebih ekonomis. Dari sisi pembayaran, kini bila ada saldo tersisa di deposito Tokopedia anda, maka saldo tersisa tersebut bisa dipakai untuk berbelanja selanjutnya.
Dari sisi teknis marketing, Tokopedia melakukan pembakuan nama domain dengan format http://namatoko.tokopedia.com, yang menurun juga ke tautan produk-produknya menjadi http://namatoko.tokopedia.com/product.pl?id-product. Dengan pembakuan tersebut toko-toko yang tidak memakai domainnya sendiri akan lebih terasa branding-nya.
Untuk memicu pertumbuhan toko-toko, Tokopedia menerapkan directory toko yang diurutkan berdasarkan volume penjualan. Selain itu diperkenalkan juga featured shop yang akan mendapat spot khusus di halaman depan maupun directory, tapi sayangnya tidak (belum?) ada ketentuan baku mengenai pemilihan featured shop ini. Kemudian Tokopedia juga mengklaim telah mengembangkan SEO mereka sehingga diharapkan halaman-halaman toko maupun produk akan sering muncul dalam hasil pencarian lewat mesin pencari.
Yang menarik ada satu update yang mungkin tidak ada hubungan secara langsung dengan profitabilitas, yaitu “penghentian dukungan terhadap browser versi lama.” Niat yang mulia dari sebuah platform e-commerce lokal untuk memperbaiki keadaan internet dunia
Dengan banyaknya fitur baru tersebut, Tokopedia saat tentu saja udah ngga bisa dianggap anak bawang lagi. Jangan lupa bahwa mereka sudah berhasil mencapai total transaksi satu milyar rupiah pada awal tahun ini, dan mendapat first round investment dari venture capital luar negeri.
Bakal seru menyimak mana yang akan tumbuh lebih besar, yang didukung oleh perusahaan raksasa tapi masih terbatuk-batuk, yang cenderung lebih siap dan dinamis, atau yang rajin menyambangi UKM untuk edukasi? Ah, kompetisi sehat memang bagus untuk kemajuan bersama!
Baca juga: