Jogjakarta Memang Kota Yang Unik

IMG_2209

Jogjakarta, kota pelajar yang saya kunjungi beberapa hari lalu ini memang merupakan sebuah fenomena yang menarik terutama dari sisi teknologi. Kota yang isinya kebanyakan mahasiswa ini memang terkenal dengan budaya jawa yang teramat kental,  dan juga teknologi modern yang masuk  menciptakan sebuah sinergi yang unik dan khas.

Dalam perjalanan saya ke Jogjakarta beberapa hari lalu, beberapa teman-teman netpreneur lokal berbaik hati meluangkan waktu untuk bertemu dan berbincang dengan saya, ya seputar teknologi dan sekitarnya. Pembicaraan itu berlangsung 4 jam tanpa terasa dari jam 7 – 11 malam, tentu ada banyak yang kami bahas disana namun saya hanya akan membahas beberapa saja.

Satu hal yang saya ingin kemukakan di post ini adalah bagaimana pasar pengguna internet di Jogjakarta itu sangat unik dan bisa dibilang berbeda dengan Jakarta, mulai dari budaya mobile dan warnet yang menjamur.

Budaya berinternet menggunakan perangkat bergerak (mobile) memang sudah tidak asing bagi banyak orang di Jakarta, Medan dan Semarang, bahkan sudah mulai dianggap lumrah dan menjadi pilihan utama (primary). Namun fenomena yang berbeda berlangsung di Jogjakarta dimana penetrasi internet via mobile ternyata tidak se-signifikan kota lainnya di Indonesia, justru penetrasi internet via desktop pc terbilang tinggi dan terus meningkat. Warnet-warnet subur bertumbuh di Jogjakarta, dan kafe-kafe sudah hampir pasti dipersenjatai dengan Wifi yang cepat. Bahkan seorang teman saya di Jogja berkata bahwa kecepatan free Wifi dari suatu kafe sudah menjadi faktor yang menentukan potensi popularitas dari kafe tersebut. Soal enak atau tidak belakangan, yang penting internet cepat.

Photos-(1801)Lalu saya pun bertanya kepada teman-teman netpreneur Jogja, apakah mereka mengetahui tentang Koprol? Semua menjawab ya. Apakah mereka memiliki account di Koprol? Ya. Apakah mereka aktif menggunakan Koprol? Tidak. Mengapa? Apakah lokasi-lokasi Jogja tidak lengkap didata oleh Koprol? Tidak juga. Ternyata salah satu alasan mereka tidak menggunakan Koprol adalah ide dibelakang Koprol yang memang dikhususkan kepada pengguna internet mobile yang sering jalan-jalan. Nampaknya di Jogja Koprol tidak terlalu populer seperti di Bandung maupun Jogja Jakarta.

Lalu kalau mobile internet tidak terlalu populer, apa saja kegiatan berinternet anak-anak Jogja? Well, saya pun mencoba jalan-jalan ke beberapa warnet yang dimiliki teman saya dan juga memperhatikan kebiasaan internet di kos-kosan daerah saya menginap. Ternyata Facebook tetap mendominasi, namun selain itu banyak mahasiswa-mahasiswa Jogja yang rajin ke warnet itu mencari uang lewat internet. Entah itu berupa blogging dengan ad-sense, game taruhan bola, game poker di Facebook, dan segala macam skema-cepat-kaya yang super populer itu. Bahkan aktivitas ilegal seperti carding-pun masih cukup tinggi di Jogjakarta.

Saya dan teman-teman mencapai sebuah kesimpulan bahwa pasar pengguna internet di Jogja ini cukup besar dan sangat potensial, namun masih perlu diarahkan ke jalan (berinternet) yang benar. Memang tidak salah mencari uang lewat internet, namun carding bukanlah jawaban yang tepat. Kalau dipikir-pikir, Jogja itu kedatangan banyak sekali pendatang dari luar Jogja yang notabene jauh dari keluarga dan kampung halaman, faktor ini saya rasa sedikit banyak menyebabkan behavior mereka yang akan berusaha mencari uang sampingan dengan cara yang se-efektif dan se-efisien mungkin sembari kuliah/bekerja.

Namun sayangnya, belum ada startup lokal yang mampu mengeksploitasi hal ini. Startup lokal yang mampu memberikan keuntungan/reward intrinsik memang masih sebatas PPC saja dan saya rasa variasinya masih kurang meskipun ada banyak startup luar yang bisa menjadi inspirasi. Jika saja ada startup web lokal yang mampu memberikan reward uang kepada user, warga internet Jogja (dan tentu warga internet di daerah lain) sepertinya akan menyambut dengan baik.

Well, perjalanan kemarin sangat menarik dan berkesan untuk saya. Terima kasih untuk Kristiono Setyadi, Faiq Fardian, Fahmi Adib, Fachry Bafadal dan DenBagus yang sudah berbaik hati meluangkan waktu untuk ngobrol dan diskusi bareng.

Next stop, Bali? :D

 

Baca juga:

  1. WeddingKu, Strategi Advertising Yang Unik
  2. Aplikasi Print yang Ajaib
  3. Dutablogger yang Bukan Blog Tetapi Microblogging
  4. Inikah Payment Gateway Impian yang Anda Tunggu?
  5. Prita, Korban UU-ITE. Pasti Bukan Yang Terakhir.
Tags
  • jacobian64

    oh gt toh,pantasan jarang ada yg update lokasi di jogja make koprol.but overall jogja is a great city. :-)

    my_blog

  • http://www.tetapsehat.info/ Tetap Sehat

    Mas Rama, not very important but kayaknya ada typo disitu “Nampaknya di Jogja Koprol tidak terlalu populer seperti di Bandung maupun Jogja.” .. mestinya “Nampaknya di Jogja Koprol tidak terlalu populer seperti di Bandung maupun Jakarta.” bukan? :)

  • rampok

    wah bener.. thanks noticenya :D

  • 4liteknologi

    wah, jadi pengin ngerasain ngenet di Yogya

  • http://www.facebook.com/fahmi.adib Fahmi Adib

    Thanks rama atas kunjungan dan diskusi hangat-nya, sayang waktu yang tidak mau berkompromi. Anyway, bulan ini kita bakal ngasi kejutan buat pengguna, konsep sedang dibahas..so we'll let you know when its ready :)

  • rampok

    ditunggu kejutannya ya :)

  • http://anima.dudut.com/ anima

    Next stop, Bali?

    Nanti kalau beneran kesini tolong dicari tau ya kenapa di bali banyak freelancer :D

  • http://okto.silaban.net/ Okto SIlaban

    Eww.. baru tahu ada tulisan ini..

    Gak berkunjung ke beberapa webpreneur jogja Ram? Mereka yg berjalan di jalur selain adsense, affilate. Misal : yogyes.com, gudeg.net, trulyjogja.com, idwebhost.com, dll..

  • betacenturia

    loves this city too

  • http://kristiono-setyadi.net/2010/02/bancakan-20-komunitas-startup-dan-apps-development-di-yogyakarta/ Bancakan 2.0, Komunitas Startup dan Apps Development di Yogyakarta | Kristiono Setyadi

    [...] dari sebuah pertemuan yang lalu dengan Rama Mamuaya di Yogyakarta, akhirnya terbentuklah keinginan untuk terus berdiskusi dan meng-update diri tentang perkembangan [...]

  • http://dailysocial.net/2010/02/17/gerakan-startup-dari-jogja/ Gerakan Startup dari Jogja | DailySocial

    [...] saya ke Jogjakarta beberapa waktu silam rupanya tidak sia-sia. Dengan dukungan dari beberapa rekan saya di Jogja [...]

  • http://dailysocial.net/2011/02/19/event-ulang-tahun-pertama-bancakan2-0/ [Event] Ulang tahun pertama Bancakan2.0 | DailySocial

    [...] blog for tech updates from Indonesia.Powered by WP Greet Box WordPress PluginTidak terasa sudah satu tahun event Bancakan 2.0 di Jogjakarta telah berlangsung, berkat kerja keras dan passion dari teman-teman [...]

  • Obat Anti Rokok

    Istimewa! :)

  • @blackgerry

    Kapan Ke Sukabumi :D kota yang di ancam oleh kemacetan 


  • Our Content Partner