Beberapa pendapat mengatakan bahwa microblogging akan menggantikan blogging, ada kekhawatiran dari para user yang mengindikasikan bahwa microblogging dan blogging itu saling menghancurkan. Dengan platform yang bersandar pada popularitas pengguna, memang ketika satu aplikasi menunjukkan grafik menurun rumor semacam ini bisa saja muncul.
Tapi, kekhawatiran itu bisa jadi terjawab oleh WordPress. Baru-baru ini WordPress mempersilahkan pengembang pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi yang memungkinkan user untuk mempost konten blog dari Twitter. Jika anda pengguna iPhone, anda mulai bisa mencobanya, karena salah satu Twitter apps yang pertama kali mengimplementasikannya adalah Tweetie 2.
Dengan aplikasi ini anda bisa memposting update ke blog lewat Twitter. Ketika anda mempost update lewat Twitter nantinya update ini tidak hanya muncul di time line Twitter tapi juga di blog anda. Untuk anda ingin mulai mencoba bisa melihat cara-caranya di sini.
Dengan perkembangan ini, blogging dan microblogging akan menghadapi sebuah babak baru, dimana kini dua aplikasi tulis-menulis ini bukan saling mencuri popularitas lagi, tetapi telah bergabung pada sebuah proses kolaborasi yang, bisa jadi saling menguntungkan, terutama ketika trend microblogging yang terus meningkat.
Ada kalanya perbedaan dua aplikasi ini, blogging dan microblogging, terletak pada jumlah kata. Microblogging lebih sedikit, biasanya hanya 140 kata, sedangkan blogging lebih banyak. Tapi sebenarnya dua saudara ini telah lama saling mendukung, dengan aplikasi Twitterfeed misalnya, konten yang berasal dari blog akan masuk dan tersebar di aplikasi microblogging, dan juga kebalikannya, kini blog pun dihiasi time line dari Twitter.
Tapi dengan posting yang memungkinkan konten masuk ke dua aplikasi ini secara bersamaan, tentu akan membawa perubahan yang besar. Meski update di blog juga tidak lebih dari 140 kata, dan aplikasi yang mendukung custom API URL yang memungkinkan proses ini masih sedikit, tapi dengan masuknya konten real-time ke blog akan membangun lalu lintas konten yang baru.
Tentu saja, saya menunggu aplikasi-aplikasi lain, seperti TweetDeck dan Brizzly serta aplikasi mobile Twitter yang bukan berbasis iPhone untuk mengimplementasikan perkembangan. 
Bagaimana pendapat anda? Tentu saya yakin banyak penggemar WordPress disini. Mari, share pendapat anda pada kolom komentar.
Baca juga:
- Evolusi Blogging Berlanjut, Micro-video-blogging!
- Yonkly Microblogging Cara Baru
- Detik Rilis Situs Microblogging
- Budi Putra Rilis Video Blogging i-Teve
- MovableType Dukung Microblogging
When Blogging And Microblogging Unite
Tapi, kekhawatiran itu bisa jadi terjawab oleh WordPress. Baru-baru ini WordPress mempersilahkan pengembang pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi yang memungkinkan user untuk mempost konten blog dari Twitter. Jika anda pengguna iPhone, anda mulai bisa mencobanya, karena salah satu Twitter apps yang pertama kali mengimplementasikannya adalah Tweetie 2.
Dengan aplikasi ini anda bisa memposting update ke blog lewat Twitter. Ketika anda mempost update lewat Twitter nantinya update ini tidak hanya muncul di time line Twitter tapi juga di blog anda. Untuk anda ingin mulai mencoba bisa melihat cara-caranya di sini.
Dengan perkembangan ini, blogging dan microblogging akan menghadapi sebuah babak baru, dimana kini dua aplikasi tulis-menulis ini bukan saling mencuri popularitas lagi, tetapi telah bergabung pada sebuah proses kolaborasi yang, bisa jadi saling menguntungkan, terutama ketika trend microblogging yang terus meningkat.
Ada kalanya perbedaan dua aplikasi ini, blogging dan microblogging, terletak pada jumlah kata. Microblogging lebih sedikit, biasanya hanya 140 kata, sedangkan blogging lebih banyak. Tapi sebenarnya dua saudara ini telah lama saling mendukung, dengan aplikasi Twitterfeed misalnya, konten yang berasal dari blog akan masuk dan tersebar di aplikasi microblogging, dan juga kebalikannya, kini blog pun dihiasi time line dari Twitter.
Tapi dengan posting yang memungkinkan konten masuk ke dua aplikasi ini secara bersamaan, tentu akan membawa perubahan yang besar. Meski update di blog juga tidak lebih dari 140 kata, dan aplikasi yang mendukung custom API URL yang memungkinkan proses ini masih sedikit, tapi dengan masuknya konten real-time ke blog akan membangun lalu lintas konten yang baru.
Tentu saja, saya menunggu aplikasi-aplikasi lain, seperti TweetDeck dan Brizzly serta aplikasi mobile Twitter yang bukan berbasis iPhone untuk mengimplementasikan perkembangan.
Bagaimana pendapat anda? Tentu saya yakin banyak penggemar WordPress disini. Mari, share pendapat anda pada kolom komentar.
Baca juga: