Minggu kemarin adalah satu dari sekian banyak minggu-minggu sibuk Google, banyak sekali perubahan serta kemajuan dan produk layanan baru yang di rilis, termasuk salah satunya adalah real-time search yang merupakan salah satu efek kerja sama dengan Twitter.
Real-time menjadi track balapan yang melibatkan para pembalab kakap, seperti Google, Bing dan kini Yahoo. Setelah sempat menjalankan pencarian real-time dengan format semi manual, yaitu membuat tab khusus untuk pencarian real-time, kini Yahoo menjalankan perbaikan integrasi untuk hasil pencarian real-time.
Pada halaman utama hasil pencarian, Yahoo kini menampilkan juga hasil pencarian dari Twitter, tapi hanya untuk konten real-time yang sedang menjadi trend dan tidak semua konten real-time akan muncul. User masih bisa melihat tab-tab pilihan untuk hasil pencarian lain, seperti foto, video, dan Twitter, tapi untuk topik yang banyak dibicarakan orang dan sesuai dengan konten yang anda cari, Yahoo akan menampilkan langsung di halaman utama hasil pencarian.
Jika dilihat gerakan Yahoo ini sedikit terbelakang dari pada pembalab lain seperti Google dan Bing, yang menampilkan langsung hasil pencarian real-time, contohnya Google yang menampilkan hasil pencarian real-time lengkap dengan memilih option ‘updates’ yang bisa anda temukan jika anda mengklik pilihan tab ‘show options’. Dengan keterbatasan akses, bisa jadi baru ini yang bisa dilakukan Yahoo, dari pada tertinggal sama sekali, lebih baik mengakalinya agar tetap bisa menampilkan hasil pencarian real-time.
Ini menunjukkan bahwa popularitas konten real-time, khususnya dari Twitter memang banyak dicari dan dibutuhkan oleh user, sehingga para giant search angine berlomba untuk menampilkan hasil pencarian real-time yang relevan. Dan akhirnya kita sampai pada kesimpulan, semua orang menyukai Twitter? Atau tidak?
Hasil pencarian real-time mungkin belum berpengaruh sangat besar pada user Indonesia, pencarian konten di sini, bisa jadi masih terbatas pada sumber-sumber data yang pasif, atau tidak bergerak cepat seperti konten real-time yang terus berubah setiap saat. Mungkin, hanya kantor berita serta konten-konten yang berbau news yang sangat tergantung dari pola kerja real-time, seperti info tentang pengumpulan koin untuk Prita kemarin yang hampir separuh jalur informasi berkembang lewat Twitter, serta berita bencana beberapa waktu yang lalu, berita tentang kebakaran lampu logo di Citos pun tidak luput dari kehebatan konten real-time dari Twitter.
Untuk jenis konten lain seperti brand building, pemasaran, promo-promo on line, masih sedikit sekali, saya mencoba mengetikkan beberapa brand terkenal tanah air di search engine, sebagian besar brand yang saya ketikkan tidak muncul di hasil pencarian real-time dari Twitter, lalu saya mencoba berapa event populer, beberapa muncul dan yang lain tidak.
Memang sudah ada yang mulai mencoba untuk masuk ke ranah real-time, tapi masih banyak sekali perusahaan dan para praktisi profesional yang belum sadar betapa besar kekuatan aplikasi real-time, seperti Twitter.
Apakah mungkin ini dikarenakan pengguna internet kita hanya sekitar 30-an juta? Atau para praktisi yang belum sadar kekuatan internet untuk program mereka? Did everybody loves Twitter? Or not ?
Share pendapat anda tentang real-time search, siapa tau pendapat anda bisa memberikan ide pada para startup lokal untuk semakin berkembang.
Baca juga:













Pingback: Ini Dia Model Bisnis Twitter | DailySocial