-
DailySocial on Twitter
- Tonehighway.com Kini Sudah Bisa Diakses http://bit.ly/cf97z0 17 hrs ago
- Aplikasi Facebook Questions Resmi Dirilis http://bit.ly/b5NjEt 1 day ago
- Safari 5.0.1 Dirilis dan Telah Tersedia Juga Safari Extensions Gallery http://bit.ly/b6UAxJ 1 day ago
- Lihat Harga dan Jadwal Tiket Pesawat di Tiketdomestik.com http://bit.ly/coumsw 1 day ago
- Cari Tempat Kos di Bandung, Cek Kost-e.com http://bit.ly/afnsIK 1 day ago
- More updates...
Powered by Twitter Tools
-
mimin
-
yow
-
Andi
-
Andi
-
anton
-
patogonz
-
Cinta
-
tuyul
-
awis
-
gue
-
takaiko
-
takaiko
-
Fu_
-
andre
-
andre
-
Pembuat Website Lelang Online
-
Dudut
-
nietabunny
-
Rocktronik
-
iron_hide
-
Orangawam
-
zhoung2
-
blacknoid
-
blacknoid
-
jensen
-
mashengky.com
-
ucimini
-
pengamat moral
-
Pengamat WEB
-
googling
-
VVV
-
tim
-
kirain
-
Bang One
-
googling
-
gagahput3ra
-
Hardi
-
Akhmad Fathonih
-
dailysocial
-
Arham | blogpreneur






Swinde : Lelang Online Indonesia
Pertama kali masuk ke situsnya, tampilan putih bersih sangat user-friendly dan lebih fokus ke item-item barang yang sedang dilelang. Sistem lelang di Swinde sendiri tidak terlalu jauh berbeda dengan sistem lelang online pada umumnya, jika batas waktu sudah berakhir maka user terakhir adalah pemenang nya dan tetap mengirim barang tersebut dengan berapapun pun nilai yg tercantum. Kemungkinan untuk rugi? Tentu saja ada. “ini kan bisnis, bisa rugi bisa untung”, kata Hardi (CS Swinde) yang saya hubungi melalui YM.
Bagaimana cara meminimalisir kemungkinan-kemungkinan merugi? Tentu saja dengan menjaring member sebanyak-banyaknya, dan Swinde cukup gencar melakukan promosi dengan beriklan di Facebook dan Detik, paling tidak modal yang diperlukan tidak sedikit. “Swinde bisnis nya online jadi skrg fokus marketing nya online tp kedepan nya akan msk pasar koran & event lain yg real”, lanjut Hardi.
Swinde sendiri mengaku memperoleh profit dari penjualan poin, poin adalah virtual currency yang digunakan para member untuk melakukan bid ketika lelang. Poin inilah yang dibeli oleh pengguna via transfer bank untuk kemudian digunakan untuk membeli barang hasil lelang di Swinde. Metode ini agaknya berbeda dengan situs lelang online lain yang kebanyak mengambil ‘jatah preman’ berupa sekian persen dari harga barang yang terjual di lelang.
Hmm… model bisnis alternatif untuk lelang online? Tinggal menunggu waktu yang membuktikan apakah model bisnis seperti ini sustainable atau tidak. Silahkan coba Swinde dan sampaikan pendapat anda di kolom komentar.
Baca juga: