Langkah ini menarik untuk diikuti, mengingat Google sebagai salah satu raksasa dan juga kompetitor (calon rekanan??) dari Yahoo yang menunjukkan ketidak-tertarikannya akan Twitter dengan membangun platform microbloggingnya sendiri dengan mengakuisisi Jaiku. Selain itu Google juga menolak untuk mengembangkan pencarian untuk microblogging, yang akhirnya diambil oleh Twingly. Untuk alasan kenapa Google menolak bekerjasama dengan Twitter memang belum ada pernyataan resmi, dan kita hanya bisa berspekulasi saja. Ada yang mengatakan bahwa Google sedang mempersiapkan platform untuk Jaiku, ada yang mengatakan Google menganggap serius persaingan dengan Twitter, ada yang bilang karena karena account @google sudah terlanjur diambil (LOL) dan sebagainya.
Sebuah hal yang pasti, langkah Yahoo untuk masuk ke Twitter (mungkin karena Yahoo tidak mengembangkan microblogging – cmiiw) merupakan strategi untuk menjangkau lebih banyak pembaca /pengguna di Twitter. Langkah yang sama yang dilakukan oleh Antara, Detik, Jikustik, SheilaOn7, dkk namun sayangnya kurang diperkenalkan ke pengguna berbahasa Indonesia jadi justru jadi kurang efektif. Betul?
Menurutku Yahoo! masuk ke twitter karena memang inevitable. Yahoo PR-nya gk bagus. Dengan masuk twitter, Yahoo mencoba menjadi apa yang mungkin didambakan banyak orang: lebih terbuka, lebih banyak mendengar, lebih dekat dengan para penggunanya.
Thumbs up buat Yahoo! Moga-moga Yahoo! Indonesia tidak mau kalah inisiatifnya.
http://navinot.com Toni @ NavinoT.Com
Menurutku Yahoo! masuk ke twitter karena memang inevitable. Yahoo PR-nya gk bagus. Dengan masuk twitter, Yahoo mencoba menjadi apa yang mungkin didambakan banyak orang: lebih terbuka, lebih banyak mendengar, lebih dekat dengan para penggunanya.
Thumbs up buat Yahoo! Moga-moga Yahoo! Indonesia tidak mau kalah inisiatifnya.
Follow Yahoo di Twitter
Langkah ini menarik untuk diikuti, mengingat Google sebagai salah satu raksasa dan juga kompetitor (calon rekanan??) dari Yahoo yang menunjukkan ketidak-tertarikannya akan Twitter dengan membangun platform microbloggingnya sendiri dengan mengakuisisi Jaiku. Selain itu Google juga menolak untuk mengembangkan pencarian untuk microblogging, yang akhirnya diambil oleh Twingly. Untuk alasan kenapa Google menolak bekerjasama dengan Twitter memang belum ada pernyataan resmi, dan kita hanya bisa berspekulasi saja. Ada yang mengatakan bahwa Google sedang mempersiapkan platform untuk Jaiku, ada yang mengatakan Google menganggap serius persaingan dengan Twitter, ada yang bilang karena karena account @google sudah terlanjur diambil (LOL) dan sebagainya.
Sebuah hal yang pasti, langkah Yahoo untuk masuk ke Twitter (mungkin karena Yahoo tidak mengembangkan microblogging – cmiiw) merupakan strategi untuk menjangkau lebih banyak pembaca /pengguna di Twitter. Langkah yang sama yang dilakukan oleh Antara, Detik, Jikustik, SheilaOn7, dkk namun sayangnya kurang diperkenalkan ke pengguna berbahasa Indonesia jadi justru jadi kurang efektif. Betul?
Baca juga: